Kabar mengejutkan ini langsung mengguncang komunitas sepak bola dunia.
Jota, yang baru berusia 28 tahun, berada di dalam mobil bersama adiknya yang berusia 26 tahun, Andre Silva, seorang pesepak bola profesional yang bermain untuk FC Penafiel di Portugal. Keduanya meninggal di tempat kejadian.
Menurut laporan dari otoritas Spanyol, yang dilansir dari Independent, kecelakaan terjadi setelah mobil yang ditumpangi Jota dan Andre mengalami pecah ban saat sedang menyalip kendaraan lain.
Mobil tersebut kemudian keluar dari jalur dan terbakar di Provinsi Zamora, Spanyol.
Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh Guardia Civil.
Diogo Jota meninggal pada usia 28 tahun setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di Provinsi Zamora, Spanyol.
Jota merupakan bagian penting dari skuad Liverpool yang menjuarai Liga Primer Inggris musim 2024-2025.
Sejak bergabung dari Wolverhampton Wanderers pada 2020, pemain kelahiran Portugal itu telah mencetak banyak gol penting untuk The Reds.
Jota telah memainkan 182 pertandingan dan mencetak 65 gol bagi The Reds.
Dalam kariernya, Jota telah bermain untuk beberapa klub Eropa, termasuk Pacos de Ferreira dan Porto di Portugal, Atletico Madrid di Spanyol, dan Wolverhampton di Inggris.
Jota juga memiliki 49 caps untuk Portugal dan mencetak 14 gol.
Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi tinggi di dalam dan luar lapangan.
Baru-baru ini, Jota menikah dengan pasangan lamanya, Rute Cardosa, dan turut membantu Portugal menjuarai final UEFA Nations League pada Juni lalu.
"Liverpool Football Club sangat berduka atas kepergian tragis Diogo Jota," demikian pernyataan resmi dari klub Merseyside itu, dilansir TNT Sports.
"Kami telah menerima konfirmasi bahwa pemain berusia 28 tahun itu meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Spanyol bersama adiknya, Andre. Klub tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini dan meminta semua pihak untuk menghormati privasi keluarga, teman, rekan setim, dan staf klub dalam masa sulit ini."
Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Pedro Proenca, juga menyampaikan pernyataan duka yang mendalam.
"Federasi Sepak Bola Portugal dan seluruh komunitas sepak bola Portugal benar-benar hancur atas meninggalnya Diogo Jota dan Andre Silva pagi ini di Spanyol," ujar Proenca.
Menurut Proenca, di luar kemampuan luar biasanya sebagai pemain dengan hampir 50 penampilan untuk timnas, Diogo adalah pribadi luar biasa yang dihormati oleh semua orang—rekan maupun lawan.
"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, Liverpool FC, dan FC Penafiel, tempat para pemain pernah berkarier."
FPF juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meminta UEFA untuk mengheningkan cipta satu menit sebelum pertandingan timnas wanita Portugal melawan Spanyol dalam ajang Kejuaraan Eropa.
"Kami telah kehilangan dua juara. Kepergian Diogo dan Andre Silva merupakan kehilangan yang tak tergantikan bagi sepak bola Portugal. Kami akan terus mengenang dan menghormati warisan mereka setiap hari," tambah Proenca.
Kabar duka ini memicu gelombang simpati dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari para pemain, pelatih, klub-klub top Eropa, dan para penggemar yang mengiringi kepergian Jota dan Andre dengan doa dan kenangan hangat.(*)
Editor : Heri Sugiarto