Menariknya, setelah melewati finis, Marc Marquez merayakan kemenangannya dengan menampilkan tarian aura farming ala pacu jalur Kuantan Singingi Provinsi Riau, Indonesia.
Aksi unik ini mendapat sorotan luas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar MotoGP maupun warganet.
Marquez memimpin dari awal hingga akhir dalam balapan yang hanya diselesaikan oleh 10 dari 18 pebalap.
Ini adalah kemenangan ke-12 Marquez di sirkuit Jerman tersebut—yang ke-9 di kelas MotoGP—sehingga mempertegas statusnya sebagai Raja Sachsenring.
Kemenangan ini juga semakin memperlebar jaraknya di klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP.
Marquez kini unggul 83 poin atas adik kandungnya, Alex Marquez di posisi kedua.
Sementara itu, pebalap Italia Francesco “Pecco” Bagnaia, menempati podium ketiga
Balapan berlangsung dalam tekanan tinggi dan penuh drama, dengan banyak pebalap terjatuh, khususnya di tikungan pertama yang menjadi titik rawan.
Fabio Di Giannantonio dan Marco Bezzecchi terjatuh saat sedang berada di posisi kedua.
Insiden ini membuat Bagnaia naik ke posisi tiga, menambah koleksi podiumnya menjadi tujuh sepanjang musim ini.
Marquez mengaku sangat percaya diri sejak awal lomba. "Sachsenring adalah sirkuit yang sangat spesial bagi saya. Saya merasa sangat percaya diri sejak awal balapan. Ini adalah momen luar biasa. Kami telah sampai di pertengahan musim, sejauh ini semuanya berjalan baik, tapi masih ada setengah musim lagi dan kami harus tetap fokus," ujar pebalap asal Katalunya itu usai kemenangan.
Ia menambahkan sambil tersenyum, “Kepercayaan diri saya saat ini sangat tinggi. Saya tiba di sini dengan tiga kemenangan beruntun, dan sekarang menjadi empat. Saya harus benar-benar fokus untuk paruh kedua musim ini.”
Podium kali ini kembali menyatukan dua bersaudara Marquez. Alex Marquez tampil gemilang meski baru saja menjalani operasi tangan kiri akibat kecelakaan di GP Belanda di Assen.
Bagi sang adik, ini menjadi podium ke-15 dari total 22 balapan yang telah dijalaninya musim 2025.
Sementara itu, Bagnaia memaksimalkan kesalahan lawan untuk naik podium ketiga.
Bezzecchi dan Di Giannantonio sempat tampil kuat sebelum insiden di titik pengereman akhir lintasan lurus—area yang memang menjadi “jebakan” sepanjang balapan.
Hanya 10 dari 18 pebalap yang berhasil menyelesaikan lomba. Sebelum start, daftar peserta sudah berkurang: Maverick Vinales mengalami kecelakaan saat kualifikasi, Franco Morbidelli mundur saat lomba, dan Enea Bastianini bahkan tidak berangkat ke Jerman karena operasi usus buntu.
Somkiat Chantra juga absen karena baru saja menjalani operasi lutut.
Selama balapan, selain Bezzecchi dan Di Giannantonio, sejumlah nama besar seperti Pedro Acosta, Johann Zarco, Joan Mir, Miguel Oliveira, dan Lorenzo Savadori juga gagal finis.
Balapan yang berlangsung dalam suhu tinggi dan tekanan fisik tinggi ini menjadi semacam ujian daya tahan bagi para pebalap.
Namun Marquez kembali tampil konsisten dan tak tergoyahkan, mempertahankan rekor nyaris sempurna di Sachsenring.
MotoGP musim 2025 masih jauh dari kata usai. Akhir pekan depan, para pebalap akan kembali beraksi dalam GP Republik Ceko di Brno, melanjutkan separuh musim yang diprediksi akan semakin ketat—kecuali jika Marquez terus melaju tak terbendung.(*)
Editor : Heri Sugiarto