Peluncuran ini bukan hanya memperkenalkan kostum tanding anyar, namun juga menyiratkan identitas kuat, kebanggaan daerah, serta semangat perjuangan tim Kabau Sirah.
Jersey utama tetap mengusung warna merah dominan, merepresentasikan keberanian, kekuatan, dan semangat pantang menyerah yang telah melekat dalam karakter Semen Padang FC sejak awal berdiri.
Di bagian depan dan belakang, hadir corak jackquart “Tanduak Kabau” yang menonjol, menjadi simbol keteguhan dan tekad untuk terus melaju tanpa ragu.
Uniknya, desain jersey kali ini juga mengangkat filosofi lokal “Itiak Pulang Patang” sebagai elemen visual.
Filosofi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja keras yang terus dilakukan tanpa lelah hingga tujuan tercapai—mengantarkan prestasi kembali ke Ranah Minang.
Sebagai pelengkap, jersey alternatif hadir dalam balutan warna kuning, menggambarkan harapan dan optimisme tinggi.
Meski berbeda warna, motif Tanduak Kabau tetap dipertahankan, menandakan konsistensi semangat yang sama pada setiap pertandingan.
Detail budaya Minangkabau semakin diperkaya melalui motif “Kaluak Paku”, yang hadir dalam desain jersey sebagai lambang kekuatan dan keteguhan menghadapi segala tantangan.
Warna hitam juga digunakan sebagai aksen detail, merepresentasikan kearifan dan kebijaksanaan sebagaimana makna dari bendera kebesaran Minangkabau, “Marawa.”
Desain tak berhenti pada simbol-simbol tersebut. Inspirasi juga datang dari arsitektur khas Rumah Gadang.
Bentuk atap dan nilai filosofi dari rumah adat ini menjadi simbol kekuatan, perlindungan, dan kebersamaan yang mewakili karakter kolektif tim.
Maskot klub, Kabau, tetap menjadi bagian penting dalam identitas visual jersey. Dalam tambo Minangkabau, Kabau melambangkan kesetiaan, kekuatan, dan kemenangan, menjadikan kehadirannya di jersey sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh klub.
Melalui peluncuran jersey dengan nilai budaya yang kuat ini, Semen Padang FC menegaskan komitmennya bahwa perjuangan mereka bukan sekadar mengejar kemenangan di atas lapangan. Lebih dari itu, klub ingin mengangkat nama besar Ranah Minang di pentas nasional dan menjadi simbol kebanggaan bagi seluruh Urang Awak.(*)
Editor : Hendra Efison