Dua gol kemenangan Spurs dicetak oleh Brennan Johnson dan Joao Palhinha, membawa tim asuhan Thomas Frank menempati posisi puncak klasemen sementara Liga Inggris yang sebelumnya ditempati Chelsea.
Brennan Johnson membuka keunggulan Tottenham pada babak pertama setelah memanfaatkan kesalahan John Stones.
Richarlison berhasil melepaskan umpan ke jalur kanan yang kemudian diteruskan oleh Johnson untuk menjebol gawang City. Golnya disahkan melalui pemeriksaan VAR.
Gol kedua tercipta pada menit tambahan babak pertama. Palhinha memanfaatkan kesalahan pemain City setelah James Trafford, yang melakukan debut di kandang City, mengoper bola ke rekan setimnya Nico Gonzalez sehingga menempatkan Nico dalam kesulitan di kotak penalti sendiri.
Pape Matar Sarr segera menekan Nico dan merebut bola, yang kemudian disambar oleh Palhinha untuk dijadikan gol, dan memastikan Spurs unggul 2-0 hingga laga berakhir.
Kemenangan ini membuat Tottenham mengulang performa dominan di babak awal, berbeda dengan pertandingan UEFA Super Cup melawan Paris Saint-Germain, ketika Spurs sempat kehilangan keunggulan.
Thomas Frank kembali menunjukkan kemampuannya mempersiapkan tim melawan lawan yang lebih kuat.
Sebelum pertandingan, ia menegaskan akan menggunakan sistem dan strategi berbeda untuk meraih kemenangan.
Alih-alih menerapkan formasi 3-5-2 yang sukses digunakan melawan PSG, Frank memilih mempertahankan formasi empat bek, menjaga lawan tetap menebak arah permainan.
Sejak awal, Tottenham tampil menekan dengan intensitas tinggi. City terlihat kesulitan menghadapi tekanan ini dan kehilangan penguasaan bola di area pertahanan sendiri, yang berujung pada gol kedua Spurs.
Micky van de Ven menjadi sorotan karena terus menekan hingga di dekat kotak penalti lawan, meski meninggalkan Cristian Romero menghadapi Erling Haaland seorang diri. Strategi berisiko ini terbukti efektif.
Richarlison menjadi ujung tombak serangan Spurs. Pemain Brasil ini kembali menjadi pilihan utama sebagai striker nomor sembilan dan tampil sejak menit awal.
Richarlison memenangkan dua pelanggaran dalam sepuluh menit pertama, menciptakan peluang gol pertama lewat umpan silang ke Brennan Johnson.
Selain itu, Richarlison beberapa kali nyaris mencetak gol lewat sundulan.
Sedangkan Brennan Johnson menunjukkan performa khasnya. Meski sempat menerima kartu kuning karena menendang bola, Johnson memaksimalkan satu peluang emas untuk membuka skor.
Gol ini menegaskan kemampuan Johnson berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol, seperti yang ditunjukkan musim lalu.
Dalam babak kedua, Johnson sempat kehilangan peluang lain karena sentuhan bola yang kurang sempurna, namun kontribusinya tetap signifikan dalam kemenangan tim.(*)
Editor : Heri Sugiarto