Gol kemenangan Inggris tercipta melalui gol bunuh diri Christian Garcia di babak pertama serta sundulan Declan Rice pada babak kedua. Hasil ini membuat The Three Lions tampil efisien meski belum menunjukkan performa terbaik.
Pelatih Thomas Tuchel memberikan pujian kepada Elliot Anderson yang menjalani debut perdananya bersama tim senior, tapi menyoroti tumpulnya lini serang The Three Lions.
Anderson, gelandang Nottingham Forest, tampil sejak menit awal dan menjadi salah satu pemain yang mendapat apresiasi tinggi dari Tuchel.
“Very good, very very good. Dia sedikit gugup pekan ini, tapi kemudian tampil bagus. Kami memberinya kesempatan dan dia lulus ujian. Mengapa dia tidak bermain di Serbia pada Selasa (Rabu dinihari WIB, red) nanti?” kata Tuchel.
Meski demikian, Tuchel kurang puas dengan performa trio penyerang Noni Madueke, Eberechi Eze, dan Marcus Rashford yang mendukung kapten Harry Kane.
Ia menilai serangan Inggris kurang efektif dalam memanfaatkan peluang. “Kami kehilangan momen kecil untuk mempercepat permainan. Mungkin Eze tidak dalam hari terbaiknya di posisi nomor 10, umpan terakhir Noni tidak cukup klinis, dan Rashford punya momen bagus tapi gagal menuntaskannya,” ujar Tuchel.
Mantan Pelatih Bayern Munchen itu menilai gol kedua seharusnya datang lebih cepat agar permainan lebih lepas. “Gol kedua seharusnya datang lebih awal karena memberi kami banyak kebebasan. Kami belajar banyak dari pertandingan ini. Sekarang kami akan membuktikan diri di Beograd melawan Serbia,” tegasnya.
Inggris masih memiliki beberapa opsi untuk memperkuat serangan saat menghadapi Serbia pada Rabu (10/9) pukul 01.45 WIB
Morgan Gibbs-White, Morgan Rogers, dan Anthony Gordon tampil dari bangku cadangan melawan Andorra, sementara Ollie Watkins dan Jarrod Bowen belum diturunkan.
Dengan kemenangan ini, Inggris menjaga keunggulan lima poin di puncak klasemen Grup K kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga tandang melawan Serbia menjadi penentu penting untuk mempertahankan posisi teratas.(*)
Editor : Heri Sugiarto