Gol telat Gabriel Martinelli menyelamatkan The Gunners dari kekalahan setelah Erling Haaland sempat membawa City unggul cepat.
Manchester City membuka skor pada menit ke-9 melalui serangan balik. Tijjani Reijnders memulai pergerakan dari lini tengah dan memberikan umpan kepada Haaland, yang menuntaskan peluang dengan tenang melewati kiper David Raya.
Arsenal mencoba membalas lewat peluang Riccardo Calafiori dan Noni Madueke sebelum jeda. Di babak kedua ancaman hadir melalui Martín Zubimendi dan Eberechi Eze.
Haaland hampir menggandakan keunggulan, tapi gagal memaksimalkan kesempatan.
Di masa tambahan waktu, Arsenal akhirnya menyamakan kedudukan. Martinelli mencetak gol pada menit ke-93 dengan chip melewati kiper Gianluigi Donnarumma, dan memastikan hasil imbang 1-1.
Dengan hasil ini, Arsenal di peringkat kedua tertinggal lima poin dari Liverpool di puncak klasemen. Sementara Man City di peringkat 9 dengan tujuh poin, sama dengan Everton, Manchester United dan Leeds United.
Usai laga, Guardiola menyinggung soal tekanan fisik dan mental yang dialami skuadnya, dan mengakui keunggulan Arsenal.
"Sulit dianalisis dengan semua yang terjadi pekan ini. Kami melawan tim kuat seperti United, lalu di Liga Champions, dan hari ini Arsenal. Resiliensi sangat sulit dilakukan saat pressing tidak efektif dan build-up tidak berjalan baik. Kami membuat beberapa transisi, hasil ini adil. Tapi secara umum, Arsenal lebih baik,” ujar Guardiola.
Penguasaan Bola Terendah City
Bagi Manchester City, laga ini meninggalkan catatan penting. Pasalnya, City hanya mencatatkan 32,8 persen penguasaan bola. Rekor terendah sepanjang 601 pertandingan Pep Guardiola sebagai pelatih.
Dua catatan terendah penguasaan bola Guardiola semuanya terjadi di Emirates Stadium.
Pada Februari 2023, Manchester City hanya mencatatkan 36,5 persen penguasaan bola meski menang 3-1 atas Arsenal.(*)
Editor : Heri Sugiarto