Pembalap Aprilia itu masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi tulang selangka kanan. Operasi berlangsung di Rumah Sakit Universitari Dexeus, Barcelona, Selasa (30/9).
Martin mengalami cedera tersebut saat balapan utama di Sirkuit Motegi, Jepang Minggu lalu. Start dari posisi ke-17, juara dunia MotoGP 2024 itu kehilangan kendali di Tikungan 1 dan menabrak rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Meski operasi yang dipimpin Dr. Xavier Mir itu berjalan sukses, tapi belum bisa dipastikan kapan Martin akan kembali. ”Waktu recovery akan tergantung pada perkembangan kondisinya setelah operasi. Sesuai peraturan, Martín tidak akan digantikan (oleh pembalap lain) untuk GP Indonesia,” kata pernyataan resmi Aprilia.
Melihat cedera Martin yang cukup parah, kemungkinan pembalap 27 tahun itu masih absen dalam dua balapan berikutnya. Yakni di Australia dan Malaysia.
Jika itu terjadi, Aprilia bakal menyiapkan pembalap pengganti. Saat absen dalam 10 dari 11 balapan awal musim ini, Martin sempat digantikan oleh test rider Lorenzo Savadori.
Lebih lanjut, Martin kemungkinan besar juga akan menghadapi ancaman penalti dari FIM Stewards. Sebab, dia dinilai bersalah dalam insiden yang terjadi di Motegi. Akan tetapi, seperti dilaporkan Crash, sidang untuk menentukan hukuman itu ditunda hingga dia dinyatakan pulih.
Sementara itu, Bezzecchi tidak mempermasalahkan insiden dia dengan Martin. ”Dia memulai dari belakang untuk mengejar saya, dia agak berlebihan, tapi kami tidak punya masalah apa pun,” kata Bezzecchi dikutip dari GPOne.
”Saya langsung pergi melihat keadaannya, karena saya dalam kondisi baik, tetapi saya melihat dia memegang bahu. Saya bertanya bagaimana keadaannya tanpa terlalu mengganggu, dan saya senang dia juga mengkhawatirkan saya. Saya berharap dia segera kembali,” paparnya. (*)
Editor : Eri Mardinal