Dari sejumlah nomor yang dipertandingkan, tim Kempo Sumbar sukses meraih lima medali — terdiri atas satu emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Medali emas dipersembahkan Putri Suci Kurnia Dewi di nomor Randori 65 kilogram putri setelah mengalahkan lawannya di partai final.
Tiga perak diraih oleh Afdal Yusra (Randori 60 kg putra), Farhan Jevannecos (Randori 75 kg putra), dan Nur Oktaviani (Randori 60 kg putri).
Tambahan satu perunggu disumbangkan Ardi Kurniawan di Randori 65 kg putra.
Manajer Tim Kempo Sumbar, Dirhamsyah, menyampaikan apresiasi atas semangat juang seluruh atlet.
“Anak-anak sudah berjuang maksimal dan tampil luar biasa. Hasil ini menunjukkan Kempo Sumbar terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Tambahan medali dari cabang Kempo turut mengangkat posisi Sumatera Barat di klasemen sementara PON Beladiri II 2025.
Sumbar kini menempati peringkat ketujuh, dengan koleksi 7 emas, 9 perak, dan 9 perunggu atau total 25 medali.
Capaian ini menegaskan posisi Sumatera Barat sebagai raja di Sumatera, setelah sehari sebelumnya sempat disalip oleh Sumatera Utara.
Kontingen Sumut kini turun ke posisi sembilan dengan perolehan 4 emas, 13 perak, dan 22 perunggu.
Kenaikan peringkat Sumbar didorong oleh tambahan empat medali emas dari berbagai cabang, yakni dua dari sambo, satu dari pencak silat, dan satu dari kempo.
Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, mengapresiasi kerja keras seluruh atlet dan pelatih.
“Alhamdulillah, capaian ini buah dari kerja keras dan mental juang atlet kita. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akhir PON Beladiri,” kata Hamdanus.
Dengan hasil tersebut, Sumatera Barat kini hanya terpaut tipis dari Bali di posisi keenam dan Jawa Timur di peringkat kelima.
Beberapa cabang masih menyisakan peluang bagi Sumbar untuk menambah koleksi medali dan memperbaiki posisi klasemen akhir.(*)
Editor : Hendra Efison