Meski telah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026, Inggris tetap menurunkan skuad kompetitif dalam laga pamungkas Grup K ini.
Tuchel memanfaatkan pertandingan ini untuk menilai beberapa pemain muda yang berpeluang masuk skuad utama ke Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat tahun depan.
Di babak pertama, permainan Inggris belum sepenuhnya meyakinkan. Serangan mereka kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan meski penguasaan bola cukup dominan. Morgan Rogers dan Marcus Rashford tampil agresif dari sisi sayap, memberikan tekanan konstan pada pertahanan Serbia.
Gol pembuka tercipta ketika Saka menerima umpan terukur dari Declan Rice sebelum melepaskan tendangan keras ke pojok atas gawang, membuat kiper Serbia tak berdaya. Itu menjadi momen terbaik Inggris dalam 45 menit pertama yang berjalan relatif datar.
Thomas Tuchel terlihat memberikan instruksi tegas dari pinggir lapangan, tampak kurang puas dengan intensitas dan efektivitas serangan timnya.
Di sisi lain, Serbia tampil disiplin dan berupaya mencari peluang melalui serangan balik cepat, namun masih belum mampu menembus lini pertahanan yang dikawal John Stones dan Fikayo Tomori.
Jude Bellingham dan Phil Foden, yang baru kembali ke skuad setelah absen pada laga sebelumnya, memulai pertandingan dari bangku cadangan. Keduanya berpotensi dimainkan di babak kedua untuk menambah kreativitas di lini tengah.
Bagi Serbia, hasil positif menjadi krusial untuk menjaga peluang finis di posisi kedua klasemen. Dalam pertemuan sebelumnya, mereka kalah telak 0-5 dari Inggris, sehingga laga ini menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut.
Babak kedua diperkirakan akan berjalan lebih terbuka dengan Inggris berusaha menambah keunggulan, sementara Serbia mencari gol penyeimbang demi menjaga asa lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Editor : Heri Sugiarto