Dalam pertandingan ini, Liverpool kembali menunjukkan kelemahan pada situasi bola mati, area yang sebelumnya menjadi keunggulan mereka.
Tim tuan rumah kebobolan sembilan gol dari set-piece musim ini. Slot melakukan lima perubahan dari laga sebelumnya melawan Manchester City: Cody Gakpo, Curtis Jones, Milos Kerkez, Alisson Becker, dan Dominik Szoboszlai menggantikan Florian Wirtz, Conor Bradley, Andy Robertson, Giorgi Mamardashvili, dan pemain lainnya.
Beberapa perubahan ini terlihat sebagai upaya untuk membangkitkan performa, termasuk penggunaan Szoboszlai sebagai bek kanan, yang berdampak pada lini tengah Liverpool.
Nottingham Forest Tampil Brilian
Kemenangan ini menandai kemenangan terbesar Nottingham Forest di Anfield sepanjang sejarah. Pelatih Forest, Sean Dyche, sukses mengoptimalkan kekuatan pemainnya dan menerapkan strategi sederhana namun efektif.
Penampilan impresif ditunjukkan oleh Murillo dan Nikola Milenkovic yang solid di lini belakang, serta Elliot Anderson dan Morgan Gibbs-White yang produktif di lini depan. Gol ketiga dicetak oleh Gibbs-White.
Dyche berhasil memanfaatkan kelemahan Liverpool yang tampak kebingungan, termasuk kegagalan Alexander Isak mencetak gol, yang kini telah menunggu 202 hari untuk mencetak gol Premier League.
Reaksi dan Tekanan pada Arne Slot
Arne Slot menyatakan kekalahan ini sebagai hasil yang “sangat buruk, sulit diukur buruknya,” meski tidak mengancam posisinya secara langsung.
Namun, tekanan meningkat mengingat Liverpool telah kalah enam dari tujuh laga Premier League terakhir, sama banyaknya dengan jumlah kekalahan dalam 58 pertandingan sebelumnya.
Fans Liverpool menunjukkan kekecewaan dengan tepuk tangan sarkastik dan beberapa meninggalkan stadion lebih awal. “Bermain di Anfield dan kalah 3-0, siapapun tim lawannya, itu hasil yang sangat buruk,” ujar Slot setelah pertandingan, seperti dikutip dari BBC.(*)
Editor : Heri Sugiarto