Mantan juara dunia kelas berat dua kali asal Inggris itu mengakhiri perlawanan petinju YouTuber tersebut dengan pukulan tangan kanan keras pada ronde keenam.
Joshua sempat kesulitan menemukan jarak dan ritme pada ronde-ronde awal. Paul, yang terlihat gugup sejak bel pembuka, lebih banyak bergerak mundur dan menghindari tekanan.
Meski demikian, Paul sempat mendaratkan satu pukulan kiri yang disambut sorak penonton tuan rumah, sementara Joshua mencoba mengukur jarak lewat jab-jab awal.
Memasuki ronde kedua, Joshua meningkatkan agresivitasnya. Sebuah pukulan keras mendarat dan memancing senyum masam dari Paul, sebelum Joshua melanjutkan dengan kombinasi cepat yang memaksa lawannya berlindung di tali ring.
Namun, Joshua masih kesulitan melepaskan pukulan bertenaga penuh dan bahkan menerima uppercut ringan dari Paul pada ronde ketiga.
Ronde keempat menghadirkan momen mengejutkan ketika hook melingkar dari Paul sempat mengenai Joshua, meski hanya menimbulkan rasa malu sesaat. Di sisi lain, Paul terlihat meringis setelah menerima pukulan rendah dalam ronde yang sama.
Perlawanan Paul mulai runtuh pada ronde kelima. Ia terjatuh ke kanvas setelah dihujani rangkaian pukulan Joshua dan wasit memberikan hitungan.
Joshua kembali menekan dengan intensitas tinggi, menjatuhkan Paul untuk kedua kalinya lewat pukulan kanan yang lebih berat. Bel penutup ronde berbunyi ketika Joshua masih melancarkan serangan.
Akhir laga terjadi pada ronde keenam. Dalam sebuah pertukaran pukulan, Paul kembali terjatuh ke kanvas. Saat ia bangkit dengan langkah goyah di dekat tali ring, Joshua melepaskan pukulan tangan kanan penentu yang membuat wasit menghentikan pertandingan.
Usai laga, Joshua mengakui penampilannya tidak sepenuhnya memuaskan. “Itu bukan penampilan terbaik,” kata Joshua kepada Netflix. “Tujuannya adalah mengeluarkan Jake Paul dan menyakitinya. Jake Paul tampil sangat baik malam ini. Saya beri dia kredit, dia bangkit berkali-kali. Saya tidak peduli soal warisan, saya hanya melakukan apa yang saya putuskan.”
Paul, meski kalah, menyatakan tetap optimistis dengan masa depannya di dunia tinju. Ia mengaku merasa rahangnya kemungkinan patah akibat pertarungan tersebut. “Saya merasa baik, itu menyenangkan, saya mencintai olahraga ini,” ujar Paul kepada Netflix. “Anthony petarung hebat dan saya kalah, tapi itulah olahraga ini. Saya pikir rahang saya patah, tapi itu pertarungan yang bagus. Saya akan kembali dan suatu saat merebut sabuk juara dunia,” imbuhnya.
Laga delapan ronde ini menandai kembalinya Joshua ke ring setelah kekalahan knockout dari Daniel Dubois pada September 2024. Sementara bagi Paul, kekalahan ini menjadi ujian berat melawan lawan berpengalaman di level tertinggi.(*)
Editor : Heri Sugiarto