Pertandingan berlangsung ketat dengan skor 1-1 setelah 90 menit dan tambahan waktu. Arsenal unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Maxence Lacroix pada menit-menit akhir babak kedua, sebelum Marc Guehi menyamakan kedudukan untuk Palace pada injury time.
Adu penalti kemudian menjadi penentu. Arsenal mengeksekusi delapan penalti dengan sempurna.
Kepa Arrizabalaga menjadi penentu dengan melakukan penyelamatan terhadap penalti Maxence Lacroix, dan membawa timnya meraih kemenangan.
“Kami lolos ke babak berikutnya, kami senang. Kami membuat upaya besar dan seharusnya mencetak beberapa gol di babak pertama,” kata Kepa setelah pertandingan.
“Kami harus tetap fokus, terutama setelah kebobolan di menit terakhir dan menghadapi adu penalti. Tim mengeksekusi penalti dengan luar biasa, memberi saya kesempatan melakukan penyelamatan,” tambahnya.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan kepuasan atas performa tim meski pertandingan berjalan ketat. “Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Tim lawan sangat terorganisir dan sulit ditembus, tapi kami menciptakan banyak peluang,” ujarnya.
Arteta menambahkan bahwa penguasaan mental tim saat menghadapi penalti menjadi kunci kemenangan.
Ini adu penalti kelima yang dimenangkan Arsenal sejak Arteta menjabat pelatih enam tahun lalu. Sejak 2020, The Gunners berhasil mencetak 32 dari 35 penalti yang diambil dalam tujuh adu penalti.
Arsenal yang kini berada di puncak klasemen Premier League, juga unggul di fase grup Liga Champions, dan melaju ke semifinal Carabao Cup.
Di babak empat besar, Bukayo Saka dan kawan-kawan akan menghadapi Chelsea dalam laga dua leg. Leg pertama berlangsung di markas Chelsea pada awal tahun 2026.
Menurut Arteta, timnya menunjukkan konsistensi, kualitas, dan kekompakan. "Hari ini kami melakukan delapan perubahan pemain, dan mereka tetap tampil solid. Beberapa pemain juga menunjukkan penampilan individu yang luar biasa,” ungkap Arteta.(*)
Editor : Heri Sugiarto