Sebelum laga ini, Madura United yang diasuh Carlos Eduardo Biasi Parreira baru saja meraih satu poin dari pertandingan sengit bertajuk Derbi Jawa Timur. Tim Laskar Sape Kerrab bermain imbang 2-2 lawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang. Hasil itu menjadi modal bagi Madura United untuk menghadapi Semen Padang dengan semangat bangkit.
Sementara itu, Semen Padang FC datang ke Pamekasan dengan motivasi tinggi. Tim Kabau Sirah baru saja meraih kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion H Agus Salim pada laga sebelumnya, sehingga optimisme tim tetap tinggi meski menghadapi tim tuan rumah yang agresif.
Gol Cepat Lulinha dan Mendonca Tekan Semen Padang
Madura United membuka keunggulan sejak menit kelima melalui Luiz Marcelo Morais Dos Reis atau Lulinha. Tekanan berlanjut saat Jorge Ambrosio Mendonca menyundul bola dan menggandakan skor pada menit ke-14.
Gol cepat pemain asal Brasil tersebut membuat Semen Padang FC kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.
Di babak kedua, Madura United tetap tampil agresif. Jordy Wehrmann mencetak gol pada menit ke-55, disusul balasan tunggal Semen Padang melalui Cornelius Stewart pada menit ke-56.
Namun demikian, Madura United menegaskan dominasinya dengan gol penalti Balotelli pada menit ke-72 dan Lulinha mencetak gol keduanya pada menit ke-79.
Dampak Klasemen Setelah Kemenangan
Dengan hasil ini, Madura United naik satu peringkat ke posisi ke-13 dengan mengoleksi 17 poin dari 15 pertandingan, hasil empat kemenangan, lima kali imbang, dan enam kekalahan.
Sementara itu, skuad Semen Padang FC asuhan Dejan Antonic masih tertahan di peringkat 16 di atas Persijap dan Persis, dengan raihan 10 poin dari 15 laga.
Tim Kabau Sirah mencatat tiga kemenangan, satu kali seri, dan 11 kekalahan. Kekalahan telak ini menjadi tekanan tambahan bagi Semen Padang untuk menghadapi laga berikutnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto