Pertandingan berjalan dalam suasana tegang setelah kritik keras dari suporter karena kekalahan beruntun di Final Piala Super Spanyol dan Copa Del Rey sebelumnya. Kritikan masih terasa menggema hingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Masuknya Guler Mengubah Irama Permainan
Pada awal babak kedua, Arbeloa memasukkan Arda Guler dan Mastantuono menggantikan Camavinga dan Gonzalo.
Perubahan ini menghadirkan dinamika baru di lini serang Real Madrid. Guler berperan dalam peningkatan ritme permainan serta distribusi bola di area akhir.
Penalti Mbappe Buka Keunggulan Real Madrid
Pada menit ke-55, Real Madrid mendapatkan penalti setelah Dela melakukan tekel dan menjatuhkan Mbappe di dalam kotak penalti. Bek Levante itu tidak melakukan protes atas keputusan tersebut.
Mbappe kemudian maju sebagai eksekutor, mengecoh kiper Ryan, dan mencetak gol untuk membawa Real Madrid unggul 1-0 pada menit ke-58.
Eksekusi tersebut memperpanjang catatan positif Mbappe dari titik putih. Satu-satunya penalti yang tidak berakhir menjadi gol sebelumnya terjadi dalam El Clasico Oktober 2025 lalu ketika Szczesny berhasil menggagalkan tembakannya.
Asensio Pastikan Kemenangan
Pada menit ke-64, Guler memberikan kontribusi langsung dalam proses gol kedua. Umpan yang ia lepaskan dimanfaatkan Asensio untuk menambah keunggulan menjadi 2-0. Gol tersebut menjadi gol beruntun Asensio di Bernabeu.
Usai laga, kepada RMTV, Asensio menyebut kemenangan ini penting untuk mengubah situasi tim. Ia menyampaikan bahwa skuad ingin memperbaiki penampilan dan merasa bertanggung jawab atas hasil yang kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya.
Asensio menjelaskan bahwa ruang ganti sempat melakukan evaluasi internal sebelum laga. Ia juga menyebut pesan pelatih untuk menikmati permainan, mendominasi pertandingan, serta tetap fokus pada rencana tim.
Kemenangan ini menutup pertandingan dengan hasil positif dan memberikan awal yang sempurna bagi Arbeloa di Bernabeu.(*)
Editor : Heri Sugiarto