Pertandingan ini berlangsung di hari ketika Manchester City kalah dari Manchester United. Kesempatan untuk memperlebar jarak di puncak klasemen tidak termanfaatkan, sementara Nottingham Forest tampil agresif dan menjaga tekanan hingga menit ke-82.
Dalam momen tersebut, dua pemain Forest mengejar Gabriel Jesus dan memenangkan lemparan ke dalam, menggambarkan intensitas yang mereka tampilkan sepanjang laga.
Arsenal Dominan Awal Laga, Peluang Besar Terbuang
Arsenal yang diasuh Mikel Arteta menciptakan sejumlah peluang sejak menit pembuka melalui skema bola mati. Dua sepak pojok menghasilkan tekanan, termasuk situasi ketika Declan Rice hampir mencetak gol dari umpan silang Ben White.
Selain itu, kombinasi Noni Madueke dan Gabriel Martinelli membuka peluang terbaik fase pertama.
Martinelli berada dalam posisi onside ketika menerima bola dari Madueke, namun tembakannya melebar ke tiang jauh.
Sementara itu, Madueke melepaskan umpan no-look yang memberi ruang kepada Martín Zubimendi, tetapi bola melenceng tipis dari gawang. Tekanan Arsenal belum menghasilkan gol meski dominasi fase awal terlihat jelas.
Forest Perlahan Bangkit dan Menutup Ruang
Setelah ditekan, pasukan Sean Dyche mulai membangun momentum. Mereka mendapatkan tendangan bebas di tepi kotak penalti usai Callum Hudson-Odoi dilanggar Jurrien Timber.
Selain itu, Murillo melakukan blok krusial ketika Viktor Gyokeres berlari bebas dalam situasi satu lawan satu. Aksi defensif ini menjaga Forest tetap dalam permainan.
Sementara itu, Arsenal mulai kehilangan ritme dan rotasi kemudian dilakukan. Forest tetap menjaga struktur pertahanan rapat di sepertiga akhir lapangan dengan menutup ruang antar lini dan memutus umpan vertikal.
Efek Masuknya Saka, Tekanan Meningkat di Babak Kedua
Mikel Arteta melakukan tiga pergantian pemain sekaligus dengan memasukkan Bukayo Saka, Gabriel Jesus, dan Mikel Merino. Pergantian ini langsung berdampak.
Saka memanfaatkan kesalahan Neco Williams, menggiring bola ke sisi kanan, dan mengirim umpan tarik kepada Rice. Tembakan Rice menjadi peluang tepat sasaran pertama Arsenal, namun kiper Matz Sels melakukan penyelamatan dengan tangan kanan.
Di sisi lain, umpan silang Rice kemudian disambut sundulan Saka, namun kembali ditepis penuh rentang oleh Sels.
Saka mengirimkan satu umpan silang lagi kepada Merino, tetapi bola dibelokkan ke luar oleh pertahanan Forest. Tekanan meningkat, namun gol tidak hadir dari peluang-peluang tersebut.
Sangare Kunci Stabilitas Forest di Tengah
Performa Ibrahim Sangare menjadi faktor utama. Dari 12 laga yang dimainkan gelandang asal Pantai Gading itu musim ini, Forest hanya kalah dua kali. Ia menjaga kedalaman, memenangi duel 50/50, dan memberi ruang bagi Elliot Anderson untuk bergerak lebih bebas membantu transisi.
Hingga peluit akhir, tidak ada gol tercipta berdasarkan data yang tersedia.(*)