Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Piala Afrika 2025 jadi Turnamen Terakhir Sadio Mane Bersama Senegal

Adetio Purtama • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:46 WIB
Sadio Mane.
Sadio Mane.

PADEK.JAWAPOS.COM—Penyerang sayap Senegal, Sadio Mane, kembali menorehkan prestasi gemilang di level internasional. Untuk kedua kalinya, Mane dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Afrika, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada edisi 2021 di Kamerun. Gelar individu tersebut kembali ia raih pada Piala Afrika 2025 di Maroko, yang berakhir Senin (19/1).

Pada partai final, Les Lions de Teranga—julukan tim nasional Senegal—berhasil menaklukkan tuan rumah Maroko (Singa Atlas) dengan skor 1-0 melalui babak perpanjangan waktu. Laga puncak yang digelar di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, berlangsung sengit dan penuh drama.

Gol kemenangan Senegal dicetak gelandang Villarreal CF, Pape Gueye, pada menit ke-94. Meski tidak mencetak gol di final, kontribusi Sadio Mane tetap krusial, terutama dalam menjaga sportivitas dan kelangsungan pertandingan.

Drama sempat terjadi di penghujung waktu normal ketika wasit menghadiahkan penalti untuk Maroko akibat pelanggaran bek kiri Senegal El Hadji Malick Diouf terhadap gelandang serang Brahim Diaz.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Senegal, termasuk pelatih Pape Thiaw, yang sempat enggan melanjutkan pertandingan. Laga bahkan terhenti sekitar 14 menit.

Dalam situasi tersebut, Sadio Mane tampil sebagai penenang. Ia membujuk rekan-rekannya untuk kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan. Sikap tersebut menuai pujian luas.

“Sepak bola adalah olahraga spesial, seluruh dunia melihat. Aku ingin memberikan citra bagus bagi olahraga ini, khususnya Piala Afrika,” ujar Mane kepada AFP.

Turnamen Piala Afrika 2025 juga menjadi momen emosional bagi Mane. Pemain berusia 33 tahun itu mengisyaratkan bahwa ajang ini merupakan Piala Afrika terakhir dalam karier internasionalnya bersama Senegal.

“Ya, aku rasa aku telah mengatakannya. Jika tidak ada perubahan dan semua berjalan lancar, insya Allah aku berhenti di sini (Piala Afrika 2025). Selanjutnya, aku akan jadi pemain ke-12 di timnas Senegal,” kata pemain Al-Nassr FC itu kepada RMC Sport.

Selain kontroversi penalti, final Piala Afrika 2025 turut diwarnai sejumlah insiden lain. Salah satunya adalah handuk kiper utama Senegal, Edouard Mendy, yang dicuri ball boy. Situasi memanas hingga kiper cadangan Senegal, Yehvann Diouf, terlibat adu fisik dengan beberapa ball boy di pinggir lapangan.

Di kubu Maroko, sorotan tertuju pada Brahim Diaz. Pemain Real Madrid tersebut gagal mengeksekusi penalti krusial setelah mencoba gaya Panenka, yang akhirnya mampu digagalkan. Kegagalan itu memperpanjang penantian Singa Atlas untuk kembali meraih gelar Piala Afrika yang telah berlangsung selama 50 tahun.

Keberhasilan Senegal menjuarai Piala Afrika 2025 sekaligus menegaskan dominasi generasi emas Les Lions de Teranga, dengan Sadio Mane sebagai figur sentral, baik di dalam maupun di luar lapangan. (jpg)

Editor : Adetio Purtama
#sadio mane #senegal #Piala Afrika 2025 #turnamen terakhir