Pogba menyampaikan pengakuan tersebut saat membahas momen penting dalam kariernya ketika masih membela Juventus dan menjadi incaran klub-klub elite Eropa.
Pada periode tersebut, Pogba menjadi salah satu pemain paling diminati di bursa transfer, dengan Real Madrid dan Manchester United bersaing untuk mendapatkan jasanya.
Real Madrid menawarkan kesempatan bermain di Santiago Bernabéu bersama skuad bertabur bintang dan peluang meraih gelar bergengsi.
Sementara itu, Manchester United menawarkan kesempatan bagi Pogba untuk kembali ke Old Trafford, klub yang pernah ia bela pada awal karier profesionalnya.
“Sejujurnya, Real Madrid datang kepada saya dan saya sempat berpikir untuk pergi ke sana, dan saya juga mempertimbangkan untuk ke Manchester United,” ujar Pogba dalam podcast Beyond the Pitch.
Pogba mengatakan keputusan akhirnya tidak diambil berdasarkan pertimbangan teknis semata.
“Hati saya mengatakan untuk kembali ke United, entah mengapa. Saya sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu,” katanya.
Manchester United kemudian merekrut Pogba dari Juventus dengan nilai transfer £89 juta, yang saat itu tercatat sebagai rekor transfer termahal dunia.
Kepulangan Pogba disertai ekspektasi besar dari publik dan manajemen klub untuk membantu kebangkitan Manchester United pasca-era Sir Alex Ferguson.
Dalam perjalanannya, Pogba kerap mendapat sorotan dan kritik terkait konsistensi performa selama membela Manchester United.
Meski akhirnya berpisah dengan klub tersebut, Pogba menegaskan tidak menyesali keputusan yang ia ambil pada 2016.
“Saya melakukannya, dan saya tidak menyesal. Saya tidak pernah menyesali pilihan saya,” ujar Pogba, yang saat ini tercatat sebagai pemain AS Monaco. (cr3)
Editor : Hendra Efison