Dilansir dari laman Sky News, pada Sabtu (7/2/2026), Infantino meminta federasi meninjau kembali kebijakan isolasi yang diberlakukan sejak 2022.
Ia menyebut sanksi olahraga tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Menurutnya, pembatasan justru menambah ketegangan di komunitas olahraga global.
“Sanksi olahraga terhadap Rusia tidak menghasilkan apa pun,” kata Gianni Infantino, dikutip Sky News.
Ia menambahkan kebijakan tersebut “menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian” di dunia sepak bola.
Infantino menyoroti dampak terhadap atlet muda Rusia yang tidak terlibat urusan politik, tetapi kehilangan kesempatan berkompetisi. Ia menilai kondisi itu menghambat pembinaan jangka panjang.
“Membiarkan anak perempuan dan laki-laki dari Rusia bermain di Eropa akan membantu perkembangan olahraga,” ujarnya.
Presiden FIFA itu juga mengusulkan perubahan aturan internal agar federasi olahraga tidak menjatuhkan larangan kolektif karena keputusan politik pemerintah suatu negara. Ia menekankan independensi olahraga dari kepentingan politik.
“FIFA seharusnya tidak pernah melarang negara mana pun untuk berpartisipasi dalam olahraga karena tindakan para pemimpin politik mereka,” tegasnya.
Rusia diketahui diasingkan dari berbagai kompetisi olahraga global sejak awal 2022 akibat situasi geopolitik.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi FIFA terkait perubahan kebijakan.
Status keikutsertaan Rusia masih menunggu pembahasan lanjutan antara pengurus eksekutif FIFA dan federasi anggota. (Cr3)
Editor : Hendra Efison