Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi klub dan dilaporkan oleh akun midnight.football_ pada Senin (9/2/2026), menandai berakhirnya keterlibatan Barcelona dalam proyek liga tandingan tersebut.
Barcelona menyatakan tidak lagi menjadi bagian dari European Super League setelah melakukan evaluasi terhadap posisi dan arah klub di kompetisi sepak bola Eropa.
Barcelona Sampaikan Pemberitahuan Resmi ke ESL Company
Dalam pernyataan resminya, FC Barcelona menegaskan telah menginformasikan keputusan penarikan diri tersebut kepada European Super League Company serta klub-klub lain yang terlibat.
“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini klub telah secara resmi memberitahukan kepada European Super League Company dan klub-klub yang terlibat mengenai penarikan dirinya dari proyek European Super League,” tulis manajemen klub, Senin (9/2/2026).
Dengan keputusan ini, Barcelona tidak lagi tercatat sebagai bagian dari proyek yang pertama kali diumumkan pada 2021 oleh 12 klub elite Eropa.
Real Madrid Jadi Satu-satunya Klub Pendiri yang Bertahan
Mundurnya Barcelona membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub pendiri yang masih bertahan dalam proyek European Super League.
Sejumlah klub besar Eropa sebelumnya telah menyatakan keluar dan kembali mengikuti sistem kompetisi di bawah naungan UEFA.
European Super League sejak awal menuai penolakan dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola, otoritas liga nasional, serta kelompok suporter.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Real Madrid terkait kelanjutan proyek ESL setelah keluarnya Barcelona.
Keputusan Barcelona ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai posisi klub asal Spanyol tersebut dalam proyek European Super League yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.(cr3)
Editor : Hendra Efison