Kemenangan ini membuat klub peringkat 20 klasemen sementara Premier League tersebut meraih kemenangan beruntun di liga untuk pertama kalinya sejak April 2025.
Pertandingan berlangsung monoton sepanjang babak pertama, dengan kedua tim kesulitan menciptakan peluang berarti.
Namun, keadaan berubah drastis pada menit ke-78 saat Wolves mencetak gol pembuka melalui Rodrigo Gomes. Tendangan tipis Gomes melambung dan menaklukkan kiper Liverpool, Alisson Becker, dan membawa tuan rumah unggul hingga memicu kegembiraan suporter Molineux.
Liverpool berhasil menyamakan kedudukan lima menit kemudian melalui Mohamed Salah, yang mengakhiri puasa gol terpanjangnya bersama The Reds sejak 1 November.
Gol Salah sempat memberi harapan bagi tim asuhan Arne Slot untuk meraih poin, terutama di momen penting bagi posisi klasemen.
Drama pertandingan mencapai puncaknya di menit ke-94 ketika Wolves kembali unggul. Gol kemenangan lahir dari tendangan Andre yang membelok mengenai bek Liverpool, Joe Gomez, sehingga bola meluncur ke gawang tanpa bisa dijangkau Alisson.
Momen ini membuat pelatih Wolves, Rob Edwards, berlari di sepanjang garis lapangan merayakan kemenangan sensasional.
"Ini menyenangkan, semoga perayaan ini terus berlanjut. Ini klub sepak bola Liverpool dan setiap kali Anda mengalahkan mereka, Anda harus menikmati momen tersebut. Abaikan posisi kita saat ini. Mereka adalah klub sepak bola yang brilian dengan manajer yang luar biasa dan banyak pemain hebat. Kami mencoba untuk membalikkan keadaan," ungkap Rob Edwards kepada TNT Sports usai laga.
Hasil ini memperpanjang catatan Wolves yang terus “mengganggu” tim-tim dengan ambisi zona Liga Champions.
Dalam sepekan, mereka menahan Villa dan kini menaklukkan Liverpool, meski berada di posisi yang membuat mereka harus berjuang keras dari ancaman degradasi ke Championship. Saat ini mereka tertinggal 11 poin dari zona aman.
Bagi Liverpool, kekalahan ini membawa konsekuensi dalam persaingan papan atas. Salah dan kawan-kawan berpeluang naik ke posisi ketiga klasemen Liga Inggris, tapi hasil ini justru memastikan tekanan semakin besar.
Liverpool kini berada di peringkat lima klasemen tertinggal 3 poin dari Aston Villa dan Manchester United.
Kekalahan ini juga mempertegas pola yang sudah berulang musim ini. Dari 22 pertandingan liga, Liverpool hanya kalah tiga kali—semuanya terjadi akibat gol pada masa tambahan waktu, saat melawan Bournemouth, Manchester City, dan kini Wolves.
Arne Slot menyebut kekalahan ini sulit diterima. “Hasil yang buruk," tegasnya kepada TNT Sports usai pertandingan.
“Kami semakin dekat untuk mencetak gol, tapi kemudian kebobolan pada momen pertama mereka masuk ke kotak penalti. Kami juga hampir mencetak gol kemenangan lewat Mo Salah dan tandukan Virgil,” tambahnya.
Slot menilai gol penentu Wolves terjadi secara tidak menguntungkan. “Namun pada akhirnya, itu semua karena tembakan yang melenceng, yang bahkan bukan sebuah peluang," katanya.(*)
Editor : Heri Sugiarto