Atlético, yang terakhir kali tampil di final pada musim 2012–2013, akan kembali memperebutkan trofi setelah 13 tahun. Mereka menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Real Sociedad dan Athletic Bilbao, yang memainkan leg kedua pada Rabu. Final dijadwalkan berlangsung April mendatang di Sevilla.
Barcelona Menang Namun Gagal Mengejar Agregat
Tertinggal empat gol dari leg pertama, Barcelona tampil menekan sejak awal di kandangnya. Tim asuhan Hansi Flick membuka skor melalui Marc Bernal pada menit ke-29.
Menjelang akhir babak pertama, Raphinha menggandakan keunggulan lewat penalti. Bernal kembali mencetak gol pada menit ke-72, membuat agregat semakin ketat dan hanya terpaut satu gol.
Meski terus menyerang, Barcelona tidak mampu menambah gol keempat yang dibutuhkan untuk memaksa perpanjangan waktu. Atlético bertahan hingga akhir, menjaga agregat tetap berpihak pada mereka.
Raphinha menyatakan tim bermain maksimal. “Saya bangga dengan tim ini. Jika terus bermain seperti ini, kami akan punya akhir musim yang bagus. Kami tahu lawan juga mempertahankan apa yang mereka miliki,” ujarnya.
Penampilan Barcelona diperberat dengan cederanya Jules Koundé pada menit ke-13, yang kemudian digantikan Alejandro Balde. Balde juga harus ditarik keluar pada babak kedua. Robert Lewandowski absen karena cedera.
Barcelona sebelumnya berstatus juara bertahan setelah menumbangkan Real Madrid di final tahun lalu. Mereka juga masih memimpin klasemen liga dengan selisih empat poin dari Madrid dan akan menghadapi Newcastle pada babak 16 besar Liga Champions bulan ini.
Atlético Amankan Final Pertama Sejak 2013
Kiper Atlético, Juan Musso, menegaskan bahwa keberhasilan lolos adalah tujuan utama. “Kami ada di final, itu yang penting. Kami tahu bisa saja menjadi rumit. Mereka salah satu tim terbaik dunia. Tapi kami mencetak lebih banyak gol,” katanya.
Pelatih Diego Simeone menilai hasil semifinal ditentukan oleh performa luar biasa Atletico pada leg pertama. “Kami memainkan babak pertama yang luar biasa pada pertemuan pertama, dengan intensitas sangat tinggi. Hari ini Barcelona bermain sangat baik, tetapi kami memanfaatkan keunggulan yang kami buat,” ujarnya.
Simeone menambahkan bahwa tekanan besar pada leg kedua sudah diantisipasi. “Kami memahami kemampuan lawan. Mereka menekan dan menutup ruang. Kami tidak bisa menyerang sebagaimana direncanakan karena mereka tampil sangat intens,” katanya.
Jalan Menuju Final
Atlético saat ini berada pada posisi ketiga klasemen liga, tertinggal 13 poin dari Barcelona. Mereka juga bersiap menghadapi Tottenham pada babak 16 besar Liga Champions.
Simeone berharap perjalanan timnya terus berlanjut hingga mengangkat trofi. “Kami berada di final. Ini jalan menuju apa yang kami inginkan,” ungkapnya.
Dengan kemenangan agregat 4-3, Atlético Madrid resmi menjadi tim pertama yang mengamankan tiket final Copa del Rey 2026. Semua perhatian kini tertuju pada penentuan lawan mereka di partai puncak.(*)
Editor : Heri Sugiarto