Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal keras yang dinilai berpotensi mengancam partisipasi tim nasional Timnas Iran, yang dikenal dengan julukan Tim Melli, dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Turnamen ini dijadwalkan mulai pada 11 Juni 2026 dan untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Posisi Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah utama menjadi sorotan seiring memanasnya hubungan diplomatik antara negara tersebut dengan Iran.
Situasi politik yang belum stabil memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan tim nasional Iran tampil di pertandingan yang sebagian besar dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Isu utama yang muncul berkaitan dengan proses visa dan izin masuk bagi pemain serta ofisial Iran yang harus datang ke negara tuan rumah selama fase penyisihan grup berlangsung.
Menanggapi kemungkinan Iran tetap berpartisipasi dalam turnamen tersebut, Donald Trump menyampaikan pernyataan yang memicu perhatian publik.
Dalam keterangan yang dikutip dari unggahan akun midnight.football_ pada Sabtu (7/3/2026), Trump menunjukkan sikap tegas terkait kehadiran tim dari Timur Tengah tersebut.
“Saya benar-benar tidak peduli jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak dalam konflik. Mereka sudah kehabisan tenaga,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya pembahasan mengenai kemungkinan hambatan administratif bagi tim Iran jika harus bertanding di stadion-stadion yang berada di wilayah Amerika Serikat.
Saat ini, Iran diketahui tergabung dalam Grup G pada fase penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Berdasarkan jadwal yang ada, tim tersebut dijadwalkan memainkan tiga pertandingan yang berlangsung di stadion yang berada di wilayah Amerika Serikat selama fase grup turnamen.
Kondisi geografis lokasi pertandingan tersebut membuat kehadiran pemain serta ofisial Iran bergantung pada kebijakan izin masuk dan jaminan keamanan dari pihak tuan rumah.
Dengan berkembangnya situasi tersebut, keputusan terkait partisipasi Iran kini menjadi perhatian berbagai pihak di dunia sepak bola.
Sebagai badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA memiliki kewenangan untuk memastikan seluruh negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi sesuai aturan kompetisi internasional.
FIFA juga harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk keamanan pemain, hubungan diplomatik antarnegara, serta kepatuhan terhadap prinsip olahraga yang diharapkan bebas dari intervensi politik.
Otoritas sepak bola dunia itu kini didesak untuk menentukan langkah selanjutnya terkait kemungkinan keikutsertaan Iran pada turnamen yang akan digelar di Amerika Utara tersebut.
Situasi ini berpotensi menjadi salah satu isu politik yang memengaruhi jalannya Piala Dunia dalam beberapa dekade terakhir.
Para penggemar sepak bola di berbagai negara kini menunggu respons resmi dari federasi sepak bola Iran serta keputusan FIFA terkait kepastian partisipasi tim tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison