Bosnia melaju ke final playoff setelah memenangkan drama adu penalti melawan Wales di semifinal. Pelatih Sergej Barbarez diperkirakan akan mempertahankan kerangka tim utamanya, dengan menduetkan Ermedin Demirovic dan penyerang legendaris Edin Dzeko di lini depan.
Laga ini menandai pertemuan ketujuh antara kedua negara. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Italia mendominasi dengan empat kemenangan, sementara Bosnia mencatatkan satu kemenangan (persahabatan 1996 di Sarajevo) dan satu hasil imbang.
Meski demikian, jimat tuan rumah Edin Dzeko, yang mengenal baik pertahanan Italia dari kariernya di Roma dan Inter Milan, optimistis mampu memberikan perlawanan.
"Italia datang sebagai favorit besar, tapi kami punya 90 menit untuk menunjukkan kemampuan kami," ujar Dzeko, dikutip dari UEFA.com.
Tantangan Mental Azzurri, Sanksi Stadion dan Cuaca
Di kubu Italia, gelandang Sandro Tonali mengakui adanya beban mental akibat kegagalan lolos ke Piala Dunia pada edisi-edisi sebelumnya. Ketegangan tersebut terlihat jelas pada babak pertama semifinal melawan Irlandia Utara, sebelum gol dari Tonali mengubah mentalitas tim secara total.
Selain Tonali, Italia kini mengandalkan kekuatan striker muda berusia 20 tahun, Pio Esposito untuk mengamankan tiket Piala Dunia pertama sejak kandas tahun 2014 di fase grup.
Namun, atmosfer di Zenica akan sedikit berbeda akibat sanksi FIFA (No. FDD-26056) tertanggal 9 Januari 2026. Buntut dari insiden rasisme dan gangguan disiplin pada laga melawan Rumania (November 2025), kapasitas stadion dipangkas 20 persen. Sebanyak 2.100 kursi akan dikosongkan, meliputi Blok B, C, dan D di tribun Selatan serta sebagian tribun Barat.
Meski kapasitas terbatas, federasi Bosnia mengonfirmasi seluruh tiket yang tersedia telah habis terjual (sold out) hanya dalam beberapa jam.
Sky Sport Italia melaporkan bahwa hanya 500 penggemar Italia yang akan diizinkan berada di sektor tandang di Stadion Bilino Polje di Zenica untuk Final Playoff Piala Dunia antara Azzurri dan Bosnia dan Herzegovina.
Kabar terbaru, hujan salju yang mengguyur Zenica memaksa UEFA meminta skuad Azzurri untuk menunda keberangkatan dan memindahkan sesi latihan terakhir ke Coverciano, Italia.
Langkah ini diambil guna menjaga kondisi rumput Stadion Bilino Polje agar tidak terbebani, meskipun lapangan tersebut sudah dilengkapi sistem pemanas untuk mencairkan salju.
Akibat perubahan jadwal ini, tim harus beradaptasi dengan persiapan yang lebih singkat di lokasi pertandingan.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, menyadari tekanan yang akan dihadapi timnya. "Kami tahu ini sulit, namun ketegangan yang kami rasakan juga akan dirasakan oleh lawan," ungkapnya.
Gattuso dikabarkan tetap akan mempertahankan kerangka tim yang membawanya menang di semifinal. Namun, laporan terbaru dari Sky Sports Italia menyebutkan adanya potensi duet lini depan yang berbeda, yakni Moise Kean dan Mateo Retegui.(*)
Prediksi Susunan Pemain
Bosnia dan Herzegovina: Vasilj; Dedic, Katic, Muharemovic, Kolasinac; Memic, Hadziahmetovic, Bajraktarevic, Alajbegovic; Dzeko, Demirovic.
Italia: Donnarumma; Mancini, Bastoni, Calafiori; Politano, Barella, Locatelli, Tonali, Dimarco; Kean, Esposito.
Editor : Heri Sugiarto