Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

8 Tahun di Premier League, Wolves Akhirnya Terdegradasi

Heri Sugiarto • Selasa, 21 April 2026 | 14:21 WIB
Wolverhampton Wanderers asuhan pelatih Rob Edwards dipastikan degradasi dari Premier League musim 2025-2026.(Foto: Dok. Wolves)
Wolverhampton Wanderers asuhan pelatih Rob Edwards dipastikan degradasi dari Premier League musim 2025-2026.(Foto: Dok. Wolves)

PADEK.JAWAPOS.COM-Wolverhampton Wanderers, dipastikan terdegradasi dari Premier League dengan lima pertandingan tersisa, menyusul hasil imbang West Ham United saat menghadapi Crystal Palace pada Senin (21/4/2026) dini hari WIB.

Wolves mengakhiri perjalanan delapan musim bertahan di kasta tertinggi, dengan catatan dalamnya masalah yang dihadapi klub sepanjang musim 2025/2026: hanya tiga kemenangan dan total 17 poin, membuat mereka terpuruk di dasar klasemen.

Krisis performa sudah terlihat sejak awal. Tim kalah dalam enam pertandingan pembuka dan membutuhkan 20 laga untuk meraih kemenangan pertama—yang baru datang pada Januari saat mengalahkan West Ham di bawah pelatih kepala Rob Edwards.

Edwards ditunjuk pada November menggantikan Vítor Pereira, namun perubahan tersebut tidak cukup untuk membalikkan arah musim.

Dengan selisih 15 poin dari zona aman pada awal pekan, peluang bertahan praktis telah tertutup.

Direktur eksekutif interim, Nathan Shi, menyebut degradasi ini sebagai momen berat bagi seluruh elemen klub.

“Konfirmasi degradasi ini adalah momen yang sulit bagi semua pihak di Wolves. Ini hasil yang sangat mengecewakan,” ujarnya seperti dilansir dari Sky Sports.

Ia menegaskan bahwa langkah perbaikan sudah mulai disiapkan sejak dirinya menjabat pada Desember.

“Kami jelas memahami apa yang harus ditingkatkan. Fokus kami sekarang adalah memperkuat klub, membangun momentum, dan menciptakan tim yang bisa kembali dipercaya suporter.”

Shi juga mengakui peran penting dukungan fans sepanjang musim. “Kesetiaan dan kesabaran Anda telah diuji. Anda layak mendapatkan yang lebih baik, dan itulah yang akan kami kejar mulai sekarang,” tambahnya.

Rob Edwards tidak menutupi kekecewaannya dan mengaku sejalan dengan perasaan suporter. 

“Saya sepenuhnya memahami kemarahan fans. Mereka berhak kecewa, dan saya juga merasakan hal yang sama,” katanya.

Ia menyoroti kesalahan individu sebagai faktor berulang, termasuk dalam kekalahan telak dari Leeds United. Namun, Edwards tetap menegaskan komitmen untuk membangun ulang tim. “Kami bekerja sangat keras agar tidak merasakan situasi seperti ini lagi.”

Menurut laporan Sky Sports, degradasi Wolves bukan semata akibat satu musim buruk, melainkan akumulasi persoalan dalam beberapa tahun terakhir.

Masalah utama terletak pada rekrutmen pemain. Meski klub mengeluarkan lebih dari £150 juta dalam dua jendela transfer pada 2025, investasi tersebut gagal menghasilkan dampak signifikan di lapangan.

Sejumlah pemain yang didatangkan tidak mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemain kunci. Minimnya kontribusi dari rekrutan baru membuat tim kehilangan keseimbangan, sementara perubahan di kursi pelatih tidak cukup untuk menutup celah tersebut.

Dalam konteks kompetisi seketat Premier League, kegagalan dalam rekrutmen terbukti menjadi faktor penentu yang “mengunci” nasib Wolves sejak awal musim.

Dengan degradasi yang sudah dipastikan, fokus klub kini beralih sepenuhnya ke Championship. Proses rebuild besar tidak terhindarkan, baik dari sisi skuad maupun struktur organisasi.

Jadwal resmi kompetisi akan diumumkan oleh English Football League pada 25 Juni, menjadi titik awal fase baru bagi Wolves.

Target jangka pendek jelas: membangun tim yang kompetitif dan menjaga peluang kembali ke Premier League tetap terbuka.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Wolves degradasi #premier league #championship #wolverhampton wanderers #transfer gagal