PADEK.JAWAPOS.COM—Semen Padang FC harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Madura United FC dalam laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026). Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Kabau Sirah dalam perjuangan keluar dari zona degradasi.
Gol tunggal kemenangan Madura United dicetak oleh Junior Brandao pada menit ke-15 melalui penyelesaian efektif setelah menerima umpan dari Alessandro. Gol cepat tersebut langsung memberi tekanan besar kepada tuan rumah yang tampil di hadapan pendukung sendiri.
Semen Padang sebenarnya sempat mencetak gol balasan pada menit ke-30 lewat Guillermo, namun wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol. Keputusan ini menjadi salah satu momen paling krusial dalam pertandingan.
Secara statistik, Semen Padang tampil cukup agresif dengan penguasaan bola imbang 50 persen, melepaskan total tiga tembakan, serta unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan delapan kesempatan berbanding empat milik Madura United. Namun dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Di babak kedua, pelatih Imran Nahumarury melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas serangan, termasuk memasukkan Maicon, Rosad Setiawan, dan Ariansyah.
Meski tekanan meningkat, solidnya pertahanan Madura United mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Baca Juga: YBM PLN UP3 Padang dan Srikandi Rayakan Kartini, 11 Guru Honorer Perempuan Terima Bantuan
Madura United sendiri tampil disiplin dan efektif. Lulinha, Pedro Monteiro, serta lini belakang mereka berhasil meredam upaya Semen Padang. Sementara Junior Brandao kembali menjadi pembeda dengan kontribusi gol penentu kemenangan.
Pertandingan berlangsung keras dengan beberapa kartu kuning dikeluarkan wasit, termasuk untuk Guillermo dan kapten Semen Padang, Asyraq Gufran, di penghujung laga.
Kemenangan ini sangat penting bagi Madura United untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi, sementara Semen Padang harus segera bangkit jika tidak ingin semakin terpuruk di papan bawah klasemen.
Baca Juga: Kota Padang Jadi Role Model Call Center 112, Fadly Amran Ungkap Strategi Respons Darurat Cepat
Hasil akhir ini menegaskan bahwa efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam duel ketat dua tim penghuni zona merah tersebut. (*)
Editor : Adetio Purtama