Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Puluhan Ribu Suporter Iran Lepas Timnas ke Piala Dunia 2026 di Tengah Isu Visa ke AS

Heri Sugiarto • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:16 WIB
Puluhan ribu suporter memadati Enghelab Square, Teheran, saat acara pelepasan resmi timnas Iran menuju Piala Dunia 2026.(Foto: WANA)
Puluhan ribu suporter memadati Enghelab Square, Teheran, saat acara pelepasan resmi timnas Iran menuju Piala Dunia 2026.(Foto: WANA)

PADEK.JAWAPOS.COM-Puluhan ribu suporter memadati Lapangan Enghelab Square, Teheran, pada Rabu (13/5/2026) untuk menghadiri acara pelepasan resmi tim nasional Iran menuju Piala Dunia 2026.

Perayaan besar ini berlangsung meriah, meski dibayangi ketidakpastian soal penerbitan visa bagi skuad Iran yang akan berlaga di Amerika Serikat.

Euforia Suporter Warnai Pelepasan Tim

Sejak sore hingga malam hari, Enghelab Square berubah menjadi lautan manusia. Para pendukung mengibarkan bendera nasional, menyanyikan yel-yel patriotik, dan menyambut kedatangan para pemain dengan sorakan penuh antusias.

Jalan-jalan utama di pusat Teheran pun bertransformasi menjadi arena pesta rakyat yang memadukan semangat sepak bola, identitas nasional, dan solidaritas menuju turnamen paling bergengsi di dunia.

Pada kesempatan tersebut, federasi sepak bola memperkenalkan jersey resmi Iran untuk Piala Dunia 2026 sebelum skuad bertolak ke Turki guna melanjutkan persiapan kamp latihan.

Kapten tim, Ehsan Hajsafi, membacakan ikrar resmi yang menegaskan komitmen para pemain untuk membawa kehormatan bagi bangsa Iran.

FFIRI Bangga, tetapi Sorotan Mengarah pada Kendala Visa

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj menilai acara pelepasan kali ini sebagai yang terbesar dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir.

“Ini adalah pelepasan terbaik dalam empat edisi Piala Dunia terakhir,” kata Taj melalui siaran televisi nasional Iran. “Para pemain bersama rakyat, dan rakyat berdiri untuk martabat serta kehormatan negara. Apa pun hasilnya, semoga bendera Iran tetap berkibar dan terhormat.”

Namun, di balik kemeriahan tersebut, FFIRI menghadapi kekhawatiran terkait akses masuk ke Amerika Serikat—lokasi pertandingan fase grup Piala Dunia 2026.

Partisipasi Iran sempat dipertanyakan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang memicu ketegangan regional.

Situasi makin memanas setelah delegasi FFIRI yang dipimpin Mehdi Taj ditolak masuk ke Kanada saat hendak menghadiri pertemuan pra-Piala Dunia FIFA di Vancouver, meski telah mengantongi visa resmi.

Penolakan tersebut menimbulkan kekhawatiran serupa terkait kemungkinan hambatan visa bagi pemain dan ofisial saat tiba di Amerika Serikat.

Mehdi Taj mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan sepuluh syarat resmi kepada FIFA yang bertujuan untuk menjamin hak, keamanan, dan perlakuan setara bagi delegasi Iran selama Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Menurut Taj, salah satu tuntutan utama federasi tersebut adalah penerbitan visa tanpa batasan untuk semua anggota delegasi Iran. 

“Kami bukan tamu negara tuan rumah; kami adalah tamu FIFA,” kata Taj, dikutip dari WANA. “FIFA harus menjamin bahwa semua anggota delegasi Iran dapat menghadiri turnamen tanpa diskriminasi atau pembatasan," tegasnya.

Taj juga mengumumkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengatur penerbangan langsung dari Turki ke Amerika Serikat untuk delegasi Iran menjelang turnamen tersebut.

Sekretaris Jenderal FFIRI, Hedayat Mombeini, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada kepastian administrasi. “Belum ada informasi terkait visa. Kami berharap semua akan ditangani dalam waktu yang ditentukan,” ujarnya kepada TV nasional Iran.

“FIFA telah memberikan janji, dan semoga janji itu menghasilkan kepastian sehingga para pemain mendapat visa tepat waktu," tambahnya, dikutip dari Al Jazeera.

Persiapan Akhir: Uji Coba di Turki

Sebagai bagian dari persiapan, timnas Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Gambia dalam laga persahabatan di Antalya pada 29 Mei.

Mombeini juga menyebutkan bahwa FFIRI tengah merancang satu pertandingan uji coba tambahan selama kamp latihan di Turki.

Beberapa jam sebelum acara pelepasan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Menteri Olahraga Ahmad Donyamali mengunjungi pemusatan latihan tim nasional untuk memberikan dukungan langsung kepada para pemain dan staf.

Dalam pesannya, Pezeshkian menegaskan bahwa Tim Melli membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sekadar prestasi olahraga.

“Yang penting bagi kami adalah usaha yang tulus, rasa tanggung jawab, dan penggunaan setiap kemampuan demi kehormatan Iran,” ujarnya.

“Hari ini, kalian bukan hanya sebuah tim sepak bola; kalian adalah harapan, martabat, persatuan, dan tekad bangsa Iran di hadapan dunia,” tandasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Visa pemain Iran #Enqelab Square Tehran #FIFA Iran #piala dunia 2026 #timnas iran