PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Korea Selatan bertekad mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan saat menghadapi Republik Ceko pada laga perdana Grup A, pada Jumat (12/6/2026) pagi, di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko, pukul 09.00 WIB.
Taeguk Warriors datang dengan modal positif setelah meraih kemenangan atas El Salvador dan Trinidad & Tobago dalam rangkaian pertandingan persahabatan menjelang turnamen.
Kapten tim Son Heung-min menjadi sorotan setelah mencetak dua gol saat Korea Selatan menang telak 5-0 atas Trinidad & Tobago. Hasil tersebut membantu Korea Selatan kembali ke jalur kemenangan setelah sempat mengalami periode performa yang kurang konsisten.
Son diperkirakan kembali memegang peran penting dalam upaya Korea Selatan lolos dari fase grup. Selain Republik Ceko, Korea Selatan juga harus bersaing dengan tuan rumah bersama Meksiko dan Afrika Selatan untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
Empat tahun lalu, Korea Selatan harus mengakhiri langkah mereka di babak 16 besar setelah kalah dari Brasil pada Piala Dunia 2022. Pada edisi 2026 yang diikuti 48 negara, target terdekat tim asuhan Hong Myung-bo adalah menembus Babak 32 Besar.
Dengan skuad yang sarat pengalaman, Korea Selatan dinilai memiliki modal kuat untuk mewujudkan target tersebut.
Satu-satunya Tim Tak Terkalahkan di Kualifikasi Asia
Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif setelah menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan pada Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Mereka membukukan 11 kemenangan dan lima hasil imbang dari 16 pertandingan. Palestina menjadi satu-satunya tim yang tidak berhasil dikalahkan Korea Selatan setelah kedua pertemuan berakhir imbang.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-12 Korea Selatan di putaran final, terbanyak di antara seluruh negara Asia. Turnamen kali ini juga menjadi penampilan ke-11 secara beruntun sejak 1986.
Hanya Brasil, Jerman, Argentina, dan Spanyol yang memiliki rekor partisipasi beruntun lebih panjang dibanding Korea Selatan.
Prestasi terbaik Korea Selatan terjadi pada Piala Dunia 2002 saat mereka finis di peringkat keempat. Di luar edisi yang dimainkan di kandang sendiri, Korea Selatan belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar.
Korea Selatan juga memiliki persentase kemenangan terendah di antara tim yang telah memainkan sedikitnya 30 pertandingan Piala Dunia. Dari 38 laga yang dijalani, Taeguk Warriors meraih tujuh kemenangan atau sekitar 18,4 persen.
Republik Ceko Datang dengan Modal Enam Kemenangan Beruntun
Meski lebih diunggulkan, Korea Selatan tidak boleh meremehkan Republik Ceko yang sedang berada dalam performa impresif.
Ceko kembali tampil di panggung Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun. Pertandingan di Stadion Guadalajara ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim dalam sejarah Piala Dunia.
Ceko datang ke turnamen dengan modal enam kemenangan beruntun. Namun, mereka harus melalui jalur playoff UEFA untuk memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam perjalanan menuju putaran final, Republik Ceko menyingkirkan Republik Irlandia dan Denmark melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 pada kedua pertandingan tersebut.
Son Heung-min dan Hong Myung-bo Jadi Andalan
Son Heung-min yang saat ini bermain di MLS bersama klub Los Angeles FC (LAFC), memiliki kontribusi penting bagi Korea Selatan di ajang Piala Dunia. Ia terlibat langsung dalam empat dari 10 gol terakhir Korea Selatan di turnamen tersebut dengan catatan tiga gol dan satu assist.
Son juga menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak bagi Korea Selatan selama kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan torehan 10 gol dan empat assist.
Sementara itu, Hong Myung-bo akan memimpin Korea Selatan di Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menangani tim pada edisi 2014.
Pada Piala Dunia 2014, Korea Selatan gagal meraih kemenangan dengan catatan satu kali imbang dan dua kali kalah.
Hong juga memegang rekor Asia sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni 16 pertandingan. Ia pernah menjadi kapten Korea Selatan saat tim tersebut mencatatkan prestasi terbaiknya dengan finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2002.(*)
Editor : Heri Sugiarto