PADEK.JAWAPOS.COM—Piala Dunia 2026 terus menyajikan pertandingan menarik dengan produktivitas gol yang cukup tinggi. Hingga rangkaian pertandingan fase grup pada Rabu (24/6/2026) WIB, total 141 gol telah tercipta dari 48 pertandingan, atau rata-rata 2,94 gol per laga.
Tambahan tujuh gol pada pertandingan terakhir Grup K dan Grup L membuat jumlah gol turnamen kembali meningkat.
Portugal menjadi penyumbang terbesar setelah membantai Uzbekistan 5-0, sementara Kroasia dan Kolombia sama-sama meraih kemenangan tipis 1-0 atas Panama dan RD Kongo.
Produktivitas gol yang tinggi menunjukkan ketatnya persaingan pada fase grup edisi pertama Piala Dunia yang diikuti 48 negara.
Sejumlah grup bahkan sudah menghasilkan belasan hingga puluhan gol meski masih menyisakan satu pertandingan lagi bagi setiap tim.
Grup F Paling Produktif
Berdasarkan rekap pertandingan hingga 24 Juni 2026, Grup F menjadi grup paling produktif dengan total 20 gol.
Ketajaman Belanda, Jepang, dan Swedia menjadi faktor utama tingginya jumlah gol di grup tersebut.
Belanda membuka turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Jepang sebelum menghancurkan Swedia 5-1. Jepang juga tampil tajam setelah menang telak 4-0 atas Tunisia.
Sementara itu, Grup I menjadi grup tersubur kedua dengan 17 gol. Prancis dan Norwegia mendominasi grup tersebut setelah sama-sama mengoleksi dua kemenangan dari dua pertandingan pertama.
Di sisi lain, Grup C menjadi grup dengan jumlah gol paling sedikit. Hingga dua pertandingan pertama setiap tim, grup yang dihuni Brasil, Maroko, Skotlandia, dan Haiti baru menghasilkan tujuh gol.
Breakdown Total Gol Piala Dunia 2026 per Grup
Hingga pertandingan fase grup pada Rabu (24/6/2026) WIB, berikut rincian produktivitas gol dari Grup A hingga Grup L:
- Grup A: 8 gol
- Grup B: 15 gol
- Grup C: 7 gol
- Grup D: 10 gol
- Grup E: 12 gol
- Grup F: 20 gol
- Grup G: 10 gol
- Grup H: 10 gol
- Grup I: 17 gol
- Grup J: 12 gol
- Grup K: 12 gol
- Grup L: 8 gol
Dari data tersebut, Grup F, Grup I, dan Grup B menjadi tiga grup paling produktif sepanjang fase grup sejauh ini.
Sebaliknya, Grup C, Grup A, dan Grup L menjadi grup dengan jumlah gol paling sedikit. Ketatnya persaingan dan kuatnya lini pertahanan sejumlah tim membuat produktivitas gol di tiga grup tersebut relatif rendah.
Portugal, Jerman, dan Norwegia Tampil Tajam
Pada level tim, Jerman masih menjadi salah satu negara paling produktif berkat kemenangan 7-1 atas Curaçao dan 2-1 atas Pantai Gading. Der Panzer sudah mengoleksi sembilan gol hanya dalam dua pertandingan.
Portugal juga mulai meramaikan daftar tim tersubur setelah menang telak 5-0 atas Uzbekistan. Hasil tersebut membuat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan mengoleksi enam gol dari dua pertandingan.
Sementara itu, Norwegia menjadi kejutan positif di Grup I. Tim asal Skandinavia itu mencetak tujuh gol dari dua laga setelah mengalahkan Irak 4-1 dan Senegal 3-2.
Prancis, Belanda, Kanada, dan Jepang juga menunjukkan ketajaman yang konsisten sepanjang fase grup.
Jika tren ini berlanjut hingga babak gugur, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi dengan jumlah gol tertinggi dalam sejarah turnamen.
Dengan masih tersisanya sejumlah pertandingan fase grup, total 141 gol yang tercipta hingga 24 Juni diperkirakan masih akan terus bertambah sebelum babak 32 besar dimulai.(*)
Editor : Hendra Efison