Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Steve Clarke Mundur setelah Skotlandia Gagal di Piala Dunia 2026, Padahal Baru Perpanjang Kontrak

Heri Sugiarto • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:41 WIB
Steve Clarke (tengah) bersama pemain Timnas Skotlandia sebelum resmi mengundurkan diri usai tersingkir dari Piala Dunia 2026.(Foto: Dok. FIFA)
Steve Clarke (tengah) bersama pemain Timnas Skotlandia sebelum resmi mengundurkan diri usai tersingkir dari Piala Dunia 2026.(Foto: Dok. FIFA)

PADEK.JAWAPOS.COM – Steve Clarke resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Skotlandia hanya beberapa saat setelah timnya dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026) WIB. Keputusan itu diumumkan kurang dari satu jam setelah Skotlandia gagal lolos ke babak gugur.

Clarke, yang menangani Skotlandia sejak 2019, sebenarnya baru saja menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun sebelum bergulirnya Piala Dunia 2026. Namun, kegagalan tim mencapai target melaju ke fase gugur membuat pelatih berusia 62 tahun itu memilih mengakhiri masa jabatannya.

Meski demikian, perjalanan Clarke bersama Skotlandia tetap dikenang sebagai salah satu periode paling bersejarah dalam sepak bola negara tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, Skotlandia berhasil mengakhiri penantian panjang tampil di turnamen besar dengan lolos ke Euro 2021 dan Euro 2024. Ia juga membawa Skotlandia kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun.

Baca Juga: Korea Selatan dan Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Harapan Lolos Pupus di Fase Grup

Namun, target menembus fase gugur belum mampu diwujudkan.

Skotlandia menutup Grup C dengan koleksi tiga poin hasil kemenangan 1-0 atas Haiti serta dua kekalahan, masing-masing 0-1 dari Maroko dan 0-3 dari Brasil.

Kekalahan telak dari Brasil pada laga terakhir membuat peluang mereka bergantung pada hasil pertandingan lain. Harapan tersebut akhirnya pupus setelah Kroasia mengalahkan Ghana sehingga Skotlandia dipastikan gagal menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Baca Juga: Klasemen Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Juara Grup Usai Hajar Skotlandia, Vinicius Tempel Messi

Kritik terhadap Clarke

Selama Piala Dunia 2026, Clarke juga mendapat sorotan terkait pendekatan taktik yang dinilai terlalu berhati-hati.

Selain itu, sikapnya dalam sejumlah wawancara dengan media penyiaran selama turnamen turut menjadi perhatian publik.

Dalam surat terbuka kepada para pendukung Skotlandia, Clarke tidak secara khusus menjelaskan alasan di balik kegagalan tim di Piala Dunia.

Sebaliknya, ia memilih menyampaikan apresiasi kepada para pemain dan seluruh staf yang telah bekerja bersamanya sejak 2019.

"Bagian paling emosional dari perpisahan ini adalah para pemain saya. Tanpa mereka, kami tidak akan memiliki semua kenangan yang kami kumpulkan sejak 2019 hingga sekarang," tulis Clarke.

"Mereka pantas mendapatkan semua pujian yang mereka terima dan merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa menjadi pelatih mereka. Terima kasih telah memberi saya kesempatan, dan semoga sukses untuk pengganti saya," tambahnya.

Baca Juga: Maroko vs Skotlandia 1-0: Gol Tercepat Piala Dunia 2026 dari Ismael Saibari Bawa Atlas Lions ke Puncak Grup C

SFA Beri Apresiasi

Chief Executive Scottish Football Association (SFA), Ian Maxwell, mengucapkan terima kasih atas kontribusi Clarke selama menangani tim nasional.

Menurut Maxwell, setelah kekecewaan akibat kegagalan di Piala Dunia mereda, para pendukung akan tetap mengingat jasa Clarke yang membawa Skotlandia kembali tampil di turnamen besar.

“Meskipun kita semua kecewa karena tersingkir dari Piala Dunia di babak penyisihan grup, kita tidak boleh melupakan kemajuan yang tak terbantahkan yang telah dicapai selama tujuh tahun kepemimpinan Steve," ungkap Maxwell.

Baca Juga: Brasil Buru Gelar Keenam di Piala Dunia 2026, Maroko dan Skotlandia Jadi Ujian Awal

Dalam bagian awal surat perpisahannya, Clarke mengungkapkan bahwa ketika pertama kali ditawari menangani Skotlandia, banyak orang menyarankannya untuk menolak karena pekerjaan tersebut dianggap sebagai "poisoned chalice" atau jabatan yang sangat sulit.

Namun, setelah hampir tujuh tahun memimpin tim nasional, Clarke mengaku bangga dengan pencapaian yang berhasil diraih bersama Skotlandia.

"Saat saya mengenang tujuh tahun memimpin tim ini, emosi terbesar yang saya rasakan adalah kebanggaan, diikuti rasa puas," tulisnya, dikutip dari The Guardian.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Skotlandia Piala Dunia 2026 #Steve Clarke mundur #Timnas Skotlandia #Steve Clarke #piala dunia 2026