PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Maroko dipastikan tidak diperkuat penyerang andalannya, Ismael Saibari, saat menghadapi Prancis pada laga perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7) pukul 03.00 WIB.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi mengatakan pertandingan tersebut datang terlalu cepat bagi Saibari yang masih menjalani pemulihan cedera hamstring.
Saibari mengalami cedera saat Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar di Houston, Sabtu. Penyerang berusia 25 tahun itu ditarik keluar pada menit ke-22 setelah mengalami gangguan pada hamstring.
Hasil pemeriksaan medis, termasuk MRI yang dilakukan Senin setelah tim tiba di Boston, menunjukkan cedera tersebut tidak tergolong serius. Karena itu, Saibari masih berpeluang kembali bermain apabila Maroko melaju ke babak berikutnya.
"Semua pemain tersedia, kecuali Saibari karena pertandingan ini datang terlalu cepat untuknya. Namun saya berharap dia tidak harus absen sampai akhir turnamen," kata Ouahbi dalam konferensi pers pralaga, Rabu (8/7) waktu setempat.
Ouahbi menegaskan hanya pemain yang berada dalam kondisi fisik 100 persen yang akan diturunkan menghadapi Prancis.
Absennya Saibari menjadi kehilangan besar bagi Maroko. Sepanjang Piala Dunia 2026, ia tampil tajam dengan menjadi pemain Afrika pertama yang selalu mencetak gol pada setiap pertandingan fase grup. Ia juga mencatatkan gol tercepat turnamen, hanya 76 detik setelah kick-off saat menghadapi Skotlandia.
Saibari mencetak gol pembuka ke gawang Brasil, gol kemenangan atas Skotlandia, serta gol penyama kedudukan saat melawan Haiti di fase grup.
Performa impresifnya berlanjut pada babak 32 besar ketika Maroko menyingkirkan Belanda melalui adu penalti. Saibari sukses mencetak penalti penentu kemenangan yang membawa Maroko melaju ke perempat final.
Momen tersebut terasa spesial karena sepanjang karier profesionalnya ia bermain di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven.
Pada 1 Juli 2026, Saibari juga resmi bergabung dengan raksasa Bundesliga, Bayern Munchen dengan transfer senilai 50 juta euro atau sekitar 57 juta dolar AS. Nilai transfer itu menjadikannya pesepak bola Maroko termahal kedua sepanjang sejarah setelah Achraf Hakimi.
Tanpa Saibari, Soufiane Rahimi berpeluang kembali mengisi susunan pemain inti setelah sebelumnya tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Kanada.
Meski demikian, Ouahbi menegaskan kekuatan Maroko tidak bergantung pada satu pemain.
"Kalau ingin melangkah jauh di turnamen seperti ini, kami membutuhkan semua pemain. Mereka yang tidak menjadi starter tetap memiliki kesempatan memberi perbedaan ketika masuk di tengah pertandingan," ujarnya.
Menurut Ouahbi, kedalaman skuad menjadi salah satu modal utama Maroko menghadapi Prancis.
"Kami memiliki pemain inti, lalu para pemain pengganti yang mampu memberikan dampak besar di lapangan. Itu menjadi hal positif bagi tim dan memberikan kami kepercayaan diri," katanya.
Maroko juga berpeluang kembali diperkuat bek tengah Chadi Riad yang diperkirakan pulih setelah absen saat menghadapi Kanada akibat cedera yang tidak diungkapkan secara rinci.
Sebelum mengalami cedera, bek Crystal Palace itu menjadi pilihan utama di jantung pertahanan setelah Nayef Aguerd dicoret dari skuad menjelang turnamen. Riad membentuk duet yang solid bersama Issa Diop.
Laga melawan Prancis menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Maroko kalah dari Les Bleus setelah mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto