Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Piala Dunia 2030 Cetak Sejarah, Pertama Digelar di Enam Negara dan Tiga Benua

Hendra Efison • Minggu, 12 Juli 2026 | 17:00 WIB
Trofi Piala Dunia dengan latar bendera Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay yang akan menjadi tuan rumah edisi 2030, turnamen pertama yang digelar di tiga benua.
Trofi Piala Dunia dengan latar bendera Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay yang akan menjadi tuan rumah edisi 2030, turnamen pertama yang digelar di tiga benua.

PADEK.JAWAPOS.COM—Piala Dunia 2030 dipastikan menjadi edisi paling unik sepanjang sejarah sejak turnamen pertama digelar pada 1930. FIFA menetapkan enam negara di tiga benua sebagai penyelenggara untuk memperingati 100 tahun Piala Dunia, sebuah konsep yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Tiga negara utama yang menjadi tuan rumah adalah Spanyol, Portugal dan Maroko. Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay mendapat kehormatan menggelar tiga pertandingan perayaan satu abad Piala Dunia sebelum turnamen berlanjut di Eropa dan Afrika.

Keputusan tersebut membuat Piala Dunia 2030 menjadi edisi pertama yang dimainkan di tiga benua, yakni Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.

Selain itu, enam negara tuan rumah otomatis lolos ke putaran final sesuai ketentuan FIFA.

Konsep ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Piala Dunia yang lahir di Uruguay pada 1930.

Montevideo, tempat berlangsungnya laga pembuka dan final edisi perdana, akan kembali menjadi bagian dari perayaan turnamen satu abad kemudian.

Perayaan 100 Tahun Piala Dunia Dimulai dari Amerika Selatan

FIFA menetapkan Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai lokasi tiga pertandingan pembuka bertema centenary celebration atau perayaan seabad Piala Dunia.

Ketiga laga tersebut digelar lebih awal sebelum pembukaan resmi turnamen di Spanyol, Portugal, dan Maroko.

Uruguay dipilih karena menjadi tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia pertama pada 1930. Argentina mendapat kehormatan sebagai finalis edisi perdana, sedangkan Paraguay dipilih sebagai representasi markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).

Setelah tiga laga tersebut rampung, seluruh rangkaian pertandingan berikutnya dipusatkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko.

FIFA juga menyiapkan penyesuaian jadwal agar tim yang bermain di Amerika Selatan memiliki waktu cukup untuk berpindah ke benua lain sebelum melakoni pertandingan berikutnya.

Selain menjadi turnamen paling luas secara geografis, Piala Dunia 2030 juga mempertahankan format 48 peserta yang mulai diterapkan pada edisi 2026.

Sebanyak 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat negara. Dua tim teratas setiap grup serta delapan peringkat ketiga terbaik akan lolos ke babak 32 besar.

Catat Rekor Baru dalam Sejarah Piala Dunia

Format baru tersebut membuat jumlah pertandingan tetap mencapai 104 laga, sama seperti Piala Dunia 2026.

FIFA sebelumnya memilih sistem 12 grup setelah menilai format tersebut lebih menjaga integritas kompetisi, pengalaman suporter, serta kesejahteraan pemain dibandingkan opsi 16 grup yang masing-masing berisi tiga tim.

Piala Dunia 2030 bukan hanya menghadirkan rekor baru sebagai turnamen pertama yang digelar di enam negara dan tiga benua.

Edisi ini juga menjadi simbol perjalanan sepak bola dunia selama satu abad, menghubungkan tempat kelahiran Piala Dunia di Amerika Selatan dengan pusat penyelenggaraan di Eropa dan Afrika.

Dengan konsep tersebut, FIFA ingin menghadirkan perayaan yang melibatkan lebih banyak kawasan sekaligus menegaskan bahwa Piala Dunia telah berkembang menjadi ajang olahraga terbesar yang menyatukan berbagai negara, budaya, dan benua dalam satu turnamen.(*)

Editor : Hendra Efison
#tuan rumah Piala Dunia 2030 #FIFA 2030 #format Piala Dunia 2030 #100 tahun Piala Dunia #piala dunia 2030