PADEK.JAWAPOS.COM – Persaingan memperebutkan Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru memasuki fase penentuan. Sebanyak 18 atlet muda tersisa untuk bersaing di babak semifinal dan final setelah melalui pertandingan ketat di GOR Angkasa, Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026).
Enam Super Tiket diperebutkan melalui jalur kompetisi. Rinciannya, 12 atlet putra tampil di babak semifinal dan enam atlet putri melaju ke final pada kelompok U-11, KU-11, dan KU-12. Selain itu, peserta masih memiliki peluang lolos melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat PB Djarum.
Anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum, Yuni Kartika, menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan ekosistem bulutangkis di Sumatera tetap berkembang meski audisi di luar Pulau Jawa sempat terhenti beberapa tahun terakhir.
"Kami cukup gembira melihat ekosistem bulutangkis masih tetap berjalan dengan baik di luar Jawa. Potensi-potensi di daerah tetap menjadi incaran kami. Ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulutangkis Indonesia," ujar Yuni.
Peraih medali perak Asian Games Hiroshima 1994 itu menilai pembinaan atlet putri di sejumlah klub luar Jawa sudah menunjukkan perkembangan positif. Namun, menurutnya masih banyak aspek dasar yang perlu ditingkatkan.
Yuni menyebut ada tiga indikator utama dalam menilai bakat atlet putri, yakni footwork yang efektif, kemampuan menentukan titik pukul dengan tepat, serta karakter mandiri saat bertanding tanpa terus bergantung pada arahan pelatih.
Salah satu atlet yang mencuri perhatian ialah Ray Ethan Jourell dari Jambi. Pebulu tangkis berusia sembilan tahun itu sukses melaju ke semifinal kategori U-11 putra setelah mengalahkan adik kandungnya sendiri pada babak 16 besar dengan skor 21-8, 26-24.
Ray kemudian kembali menang dua gim langsung atas wakil PB Semen Padang, Azka Putra Kesuma, dengan skor 21-18, 21-9 di perempat final.
"Saya senang bisa lolos ke semifinal. Target saya menjadi juara dan mendapatkan Super Tiket. Kalau nanti capek, saya akan tetap berusaha semaksimal mungkin," kata siswa kelas 4 SD tersebut.
Perjuangan penuh semangat juga diperlihatkan Sahelma Hafsa Nurfa dari Pratama Club Riau. Meski mengalami cedera pergelangan kaki saat semifinal KU-11 putri, ia tetap melanjutkan pertandingan hingga menang 21-19, 21-18 atas Naura Hasanah Anindya.
"Tadi rasanya ingin menyerah karena cedera kaki. Tapi pelatih terus memberi semangat. Saya berharap bisa melewati final dan masuk PB Djarum," ujar Sahelma.
Sementara itu, Gabriel Christalyno asal Medan tampil konsisten di kategori KU-11 putra. Ia mencatat tiga kemenangan beruntun untuk mengamankan tempat di semifinal, termasuk menyingkirkan wakil tuan rumah Pranaja Yasky Al Ghani dengan skor 21-12, 21-13.
"Saya bersyukur bisa lolos ke semifinal. Saya masih ingin memperbaiki permainan dan terus berjuang agar bisa menjadi atlet internasional," kata Gabriel.
Audisi Umum PB Djarum 2026 Pekanbaru diikuti 306 peserta dan berlangsung pada 7-12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau. Selain melalui jalur pertandingan, Tim Pencari Bakat PB Djarum juga akan menentukan penerima Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan selama audisi berlangsung.(*)
Editor : Heri Sugiarto