Final Piala Dunia 2026: Opta Jagokan Spanyol, Mampukah Meredam Messi dan Menghentikan Misi Argentina Pertahankan Gelar?

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 16:38 WIB
Lamine Yamal dan Lionel Messi menjadi sorotan jelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di MetLife Stadium.(Foto: Instagram @fifaworldcup)
Lamine Yamal dan Lionel Messi menjadi sorotan jelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di MetLife Stadium.(Foto: Instagram @fifaworldcup)

PADEK.JAWAPOS.COM – Final Piala Dunia FIFA 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB, dalam pertandingan yang menentukan juara dunia.

Spanyol memburu gelar Piala Dunia kedua setelah sukses pada 2010 di Afrika Selatan, sedangkan Argentina berpeluang mempertahankan trofi sekaligus menambah bintang keempat sebagai juara dunia.

Spanyol melangkah ke final setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal. Sedangkan Argentina memastikan tiket ke partai puncak usai bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris 2-1.

Perjalanan kedua tim menuju final memperlihatkan karakter permainan yang berbeda. Spanyol tampil dominan melalui penguasaan bola, organisasi permainan yang rapi, dan pressing tinggi. Sementara Argentina mengandalkan permainan langsung serta kemampuan bangkit pada momen-momen krusial.

Baca Juga: Kylian Mbappe Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026 saat Prancis Takluk 4-6 dari Inggris

Hingga final, Spanyol baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Sebaliknya, Argentina menjadi tim paling produktif dengan mencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2026, meski telah kebobolan tujuh gol.

Duel Yamal dan Tagliafico Jadi Perhatian

Salah satu duel yang diperkirakan menjadi penentu berlangsung di sisi kanan serangan Spanyol, ketika Lamine Yamal menghadapi bek kiri Argentina Nicolás Tagliafico.

Yamal sempat mengalami awal turnamen yang tidak mulus setelah terganggu cedera hamstring. Namun, performanya terus meningkat pada fase gugur.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar, Berhadiah Motor dan Doorprize

Pada semifinal melawan Prancis, ia memenangkan penalti yang membuka jalan kemenangan Spanyol dan kembali menjadi ancaman utama dari sektor sayap.

Di lini depan, Mikel Oyarzabal, yang telah mengoleksi lima gol di Piala Dunia 2026, akan menghadapi duet bek tengah Argentina Cristian Romero dan Lisandro Martínez.

Laporte dan Cubarsí Hadapi Tantangan Mengawal Messi

Di kubu Spanyol, perhatian juga tertuju kepada Lionel Messi. Bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí diperkirakan mendapat tugas menghentikan pergerakan kapten Argentina tersebut.

Messi kini lebih sering turun ke lini tengah untuk menghindari penjagaan sekaligus membangun serangan. Perannya sebagai kreator semakin terlihat pada semifinal ketika ia menciptakan dua assist saat Argentina mengalahkan Inggris. Sebelumnya, Messi juga menjadi inspirasi kebangkitan Albiceleste saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menghadapi tantangan untuk membatasi ruang gerak Messi. Sistem pertahanan rapat dan pressing cepat yang menjadi ciri permainan Spanyol diharapkan mampu menutup ruang yang biasa dimanfaatkan sang kapten Argentina.

Sebaliknya, Argentina diperkirakan akan mencoba menarik garis pressing Spanyol lebih tinggi untuk membuka ruang bagi para penyerang dan pemain sayap mereka.

Baca Juga: Trump Komentari Kekalahan Inggris dari Argentina, Soroti Peran Harry Kane

Perebutan Kendali Lini Tengah

Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi salah satu faktor penentu hasil akhir.

Rodri, yang menjadi jangkar permainan Spanyol, akan berhadapan dengan Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister.

Rodri berperan penting dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus mempercepat sirkulasi bola, sehingga membantu Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Di sisi lain, Enzo Fernández menjadi pemain Argentina yang aktif mengisi ruang yang ditinggalkan Messi, sedangkan Mac Allister memberikan ancaman dari lini kedua bersama Rodrigo De Paul dan Leandro Paredes.

Baca Juga: Bukan Hanya Messi dan Yamal, Kedalaman Skuad Spanyol dan Argentina Bisa Jadi Penentu Juara Piala Dunia 2026

Final Sarat Simbol Pergantian Generasi

Partai puncak ini juga menghadirkan pertemuan pertama di level tim nasional antara Messi yang berusia 39 tahun dan Yamal yang berusia 19 tahun.

Keduanya pernah menjadi perhatian publik setelah foto masa kecil Yamal saat digendong Messi kembali viral.

Apabila Spanyol berhasil menjadi juara, final ini berpotensi dikenang sebagai simbol pergantian generasi, ketika Yamal mulai mengambil peran sebagai salah satu bintang utama sepak bola dunia.

Opta Unggulkan Spanyol

Menurut simulasi Opta Supercomputer, Spanyol memiliki peluang 59,46 persen untuk menjuarai Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Argentina memiliki probabilitas 40,54 persen untuk mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2022.

Digelar di MetLife Stadium

Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di MetLife Stadium, yang selama turnamen menggunakan nama New York-New Jersey Stadium.

Stadion yang dibangun pada 2010 tersebut memiliki kapasitas sekitar 82.500 penonton untuk pertandingan sepak bola. Venue ini juga menjadi tuan rumah final serta dua laga semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.

Baca Juga: Prancis Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Deschamps Akui Spanyol Lebih Baik

Rekor Pertemuan Berimbang

Spanyol dan Argentina telah bertemu 16 kali.

Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan persaingan yang seimbang:

Dalam lima pertemuan terakhir yang seluruhnya berlangsung pada laga persahabatan, hasilnya sebagai berikut:

Pertandingan ini akan menjadi penutup Piala Dunia 2026 sekaligus menentukan apakah Spanyol mampu mengakhiri penantian gelar sejak 2010 atau Argentina sukses mempertahankan status sebagai juara dunia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina piala dunia 2026 lionel messi lamine yamal