PADEK.JAWAPOS.COM-Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Spanyol menjuarai turnamen dengan mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final yang berlangsung Senin (20/7/2026) dini hari WIB, di MetLife Stadium, Amerika Serikat.
Usai berakhirnya edisi 2026, perhatian pecinta sepak bola dunia kini beralih ke Piala Dunia FIFA 2030 yang akan menghadirkan sejarah baru dengan melibatkan enam negara tuan rumah.
Turnamen edisi ke-24 tersebut akan dipusatkan di Maroko, Portugal dan Spanyol sebagai tuan rumah utama. Sementara itu, Uruguay, Argentina dan Paraguay akan menjadi tuan rumah tiga pertandingan khusus dalam rangka perayaan 100 tahun Piala Dunia FIFA.
Format tersebut menjadikan Piala Dunia 2030 sebagai edisi pertama yang digelar di tiga benua, yakni Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan.
Enam Negara Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030
FIFA telah menetapkan Maroko, Portugal, dan Spanyol sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2030 setelah pencalonan bersama ketiga negara tersebut disetujui.
Sebagai bagian dari peringatan satu abad penyelenggaraan Piala Dunia, FIFA juga memberikan hak kepada Uruguay, Argentina, dan Paraguay untuk menggelar masing-masing satu pertandingan fase grup.
Montevideo, Uruguay, dipilih sebagai lokasi utama perayaan karena menjadi kota penyelenggara sekaligus tempat berlangsungnya final Piala Dunia pertama pada 1930.
Argentina mendapat kehormatan menjadi tuan rumah satu pertandingan sebagai penghormatan atas statusnya sebagai finalis Piala Dunia 1930, sementara Paraguay dipilih karena merupakan markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), konfederasi yang telah berdiri sejak penyelenggaraan edisi perdana.
Enam Tuan Rumah Lolos Otomatis
Sebagai negara penyelenggara, Maroko, Portugal, Spanyol, Uruguay, Argentina, dan Paraguay dipastikan lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2030 melalui alokasi kuota konfederasi masing-masing.
Dengan demikian, keenam negara tersebut tidak perlu mengikuti babak kualifikasi untuk memperebutkan tiket ke putaran final.
Jadwal Piala Dunia 2030
FIFA telah menyiapkan jadwal khusus agar penyelenggaraan di enam negara tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kalender pertandingan internasional.
Berikut agenda utama Piala Dunia 2030:
- 8–9 Juni 2030: Perayaan 100 tahun Piala Dunia serta pertandingan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
- 13–14 Juni 2030: Upacara pembukaan dan laga pembuka Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
- 15–16 Juni 2030: Pertandingan pertama fase grup bagi tim lain.
- 21–22 Juni 2030: Pertandingan kedua fase grup bagi tim yang sebelumnya bermain di Amerika Selatan.
- 21 Juli 2030: Final Piala Dunia 2030.
FIFA Siapkan Penyesuaian Jadwal Perjalanan
Karena melibatkan enam negara di tiga benua, FIFA akan menerapkan penyesuaian jadwal pertandingan untuk memastikan tim yang tampil di laga perayaan di Amerika Selatan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan perjalanan ke negara tuan rumah utama.
Tim yang memainkan pertandingan pembuka di Uruguay, Argentina, atau Paraguay akan memperoleh waktu sekitar 11 hingga 12 hari sebelum menjalani laga kedua di Maroko, Portugal, atau Spanyol.
Sementara itu, lawan mereka di fase grup akan memiliki waktu sekitar lima hingga enam hari untuk perjalanan dan persiapan.
Menurut FIFA, penyesuaian tersebut tetap berada dalam kerangka Kalender Pertandingan Internasional sehingga tidak menambah masa pelepasan pemain dari klub.
Perayaan 100 Tahun Piala Dunia
Piala Dunia 2030 menjadi edisi yang istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
FIFA memilih mempertahankan keterkaitan sejarah dengan menggelar pertandingan pembuka perayaan di Amerika Selatan, kawasan yang menjadi tempat lahirnya Piala Dunia pada 1930.
Montevideo akan menjadi pusat perayaan satu abad Piala Dunia, sementara Argentina dan Paraguay turut ambil bagian sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perkembangan sepak bola dunia dan peran penting kawasan Amerika Selatan dalam lahirnya turnamen tersebut.
Piala Dunia dengan Format Bersejarah
Piala Dunia 2030 diproyeksikan menjadi salah satu edisi paling unik sepanjang sejarah. Selain melibatkan enam negara tuan rumah di tiga benua, turnamen ini juga menggabungkan unsur sejarah dengan penyelenggaraan modern melalui perayaan 100 tahun Piala Dunia FIFA.
Edisi 2030 tidak hanya menghadirkan persaingan menuju gelar juara dunia, tapi juga menjadi momentum bersejarah yang menandai satu abad perjalanan turnamen paling bergengsi di dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto