PADEK.JAWAPOS.COM – Pelatih Timnas Arab Saudi Georgios Donis menegaskan target membawa The Green Falcons menjuarai AFC Asian Cup 2027 di kandang sendiri.
Usai tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026, pelatih asal Yunani itu menyiapkan proyek regenerasi dengan memadukan pemain senior dan muda, sekaligus membangun chemistry tim demi mengakhiri puasa gelar Asia yang telah berlangsung sejak 1996.
Pelatih asal Yunani yang ditunjuk menangani Arab Saudi pada April 2026 menjelang Piala Dunia FIFA 2026 itu mengatakan pengalaman panjangnya melatih klub-klub di Arab Saudi sejak 2015 memberinya pemahaman mendalam mengenai budaya sepak bola setempat.
"Saya memahami Arab Saudi sebagai sebuah negara dan sepak bolanya. Pengalaman itu membuat saya mengerti mentalitas pemain Saudi. Sebagai pelatih, saya tidak pernah melihat pemain sebagai pemain lokal atau asing, tetapi siapa yang terbaik untuk tim," jelas Donis dalam wawancara dengan AFC.
Menurut Donis, setiap pelatih memiliki filosofi berbeda. Namun, ia meyakini keberhasilan akan datang jika mampu menyatukan karakter pemain dengan gaya bermain yang tepat.
"Saya memahami Saudi DNA dan bagaimana memengaruhi mentalitas pemain. Tujuannya adalah menemukan chemistry antara mentalitas dan gaya bermain. Jika itu berhasil, kami bisa meraih hasil dan memenangkan gelar," katanya.
Evaluasi usai Piala Dunia 2026
Donis mengakui Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran penting dalam membangun tim.
Arab Saudi membuka turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Uruguay, kemudian kalah telak 0-4 dari juara dunia Spanyol, sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde (Cabo Verde). Hasil tersebut membuat mereka tersingkir pada fase grup.
Pelatih berusia 56 tahun itu mengatakan dirinya masih mencari komposisi terbaik, karena menurutnya tim yang kuat tidak selalu berisi pemain terbaik secara individu.
"Prioritas kami adalah menemukan keseimbangan. Kami harus memahami profil pemain, mulai dari kemampuan bermain hingga kepribadian mereka. Terkadang Anda memiliki pemain-pemain hebat, tetapi tidak memiliki tim yang hebat," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh pemain harus memahami ide permainan yang dibangun staf pelatih.
"Sebagai pelatih saya menyukai detail. Para pemain harus percaya kepada pelatih, lalu menerapkannya di lapangan," katanya.
Ingin Akhiri Penantian 30 Tahun
Arab Saudi terakhir kali menjuarai Piala Asia pada edisi 1996. Sebelumnya, mereka juga menjadi juara pada 1984 dan 1988 sehingga mengoleksi tiga gelar sepanjang sejarah.
Kini, dengan status sebagai tuan rumah Piala Asia 2027, Donis menyadari ekspektasi publik sangat besar.
"Tekanan itu normal ketika Anda sudah lama tidak memenangkan gelar. Media tentu memberikan tekanan, tetapi itu bagian dari sepak bola. Yang penting ketika turnamen dimulai, para pemain tidak terbebani," ujarnya.
Menurut Donis, setelah Piala Dunia 2026 timnya masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri melalui Gulf Cup sebelum tampil di Piala Asia.
Ia ingin membangun hubungan yang kuat antara pemain senior, generasi menengah, dan pemain muda agar memiliki visi permainan yang sama.
"Koneksi antargenerasi sangat penting bagi saya untuk membangun tim yang benar-benar kuat," katanya.
Beri Kesempatan Pemain Muda
Donis juga memastikan regenerasi menjadi bagian penting dalam proyeknya menuju Piala Asia 2027.
Pada Piala Dunia 2026, hanya Musab Al-Juwayr dan Mohammed Abu Al-Shamat yang berusia di bawah 25 tahun dan menjadi starter. Ke depan, Donis membuka peluang lebih besar bagi pemain muda untuk memperkuat tim nasional.
"Saya selalu senang memberikan kesempatan kepada pemain muda. Arab Saudi memiliki banyak talenta. Yang penting bagi saya bukan usia, melainkan kualitas, karakteristik, dan mentalitas pemain," tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Donis berharap Arab Saudi mampu membentuk tim yang lebih solid dan kompetitif untuk mengejar gelar Piala Asia keempat sepanjang sejarah.(*)
Editor : Heri Sugiarto