Girls Khatulistiwa, SMAN 12 Padang Angkat Kekuatan Perempuan di DBL Dance 2026

Suyudi Adri Pratama • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:41 WIB
Tim dance SMAN 12 Padang membawakan tema Girls Khatulistiwa dengan koreografi penuh power di Aqua DBL Dance Competition 2026 West Sumatera. (Foto: DBL for Padek)
Tim dance SMAN 12 Padang membawakan tema Girls Khatulistiwa dengan koreografi penuh power di Aqua DBL Dance Competition 2026 West Sumatera. (Foto: DBL for Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM— Tim dance SMAN 12 Padang mengangkat tema “Girls Khatulistiwa” dalam Aqua DBL Dance Competition 2026 West Sumatera, di GOR Prayoga, Rabu (12/8/2026). Melalui tema tersebut, mereka ingin menampilkan pesan tentang kekuatan, kemandirian, dan kemampuan perempuan dalam menjalani berbagai peran.

Pelatih tim dance SMAN 12 Padang, Ria Oktaviani, mengatakan konsep tersebut menggambarkan perempuan yang mampu mandiri dan melakukan berbagai hal.

“Girls Khatulistiwa itu mencerminkan kalau perempuan itu bisa segala hal. Perempuan itu bisa mandiri, bisa melakukan segala hal,” ujar Ria, Rabu (12/8/2026).

Perpaduan Unsur Tradisional dan Gerakan Power

Konsep “Girls Khatulistiwa” tidak hanya ditampilkan melalui koreografi modern. Pada bagian awal penampilan, tim dance SMAN 12 Padang memasukkan unsur tradisional untuk memperkuat gambaran tentang perempuan Indonesia.

Para dancer menggunakan sejumlah properti tradisional, seperti payung dan alat penampi. Properti tersebut menjadi bagian dari penampilan sebelum koreografi berkembang ke gerakan yang lebih kuat.

“Nanti ada tema tradisional, seperti ada payung, ada penampi. Pokoknya ada alat-alat tradisional yang digunakan pertama kali saat mereka perform,” katanya.

Setelah bagian awal bernuansa tradisional, penampilan berlanjut dengan gerakan yang menggambarkan kekuatan perempuan.

“Lalu nanti di tengah-tengahnya mereka menggambarkan power. Mereka bisa segala hal, itu yang diangkat sekarang di tema SMAN 12,” jelas Ria.

Persiapan Kurang dari Sebulan

Menurut Ria, konsep yang dibawakan SMAN 12 Padang tahun ini berbeda dibandingkan penampilan mereka pada kompetisi sebelumnya. Perubahan juga terlihat pada perkembangan koreografi para dancer.

Ia mengatakan sempat mendapat tanggapan dari juri mengenai perkembangan gerakan tim dibandingkan penampilan sebelumnya.

“Tadi sempat komunikasi, sempat ketemu sama juri. Di-notice kalau gerakan yang sekarang lebih bagus dari yang sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, persiapan tim dilakukan dalam waktu terbatas. Para dancer hanya memiliki waktu latihan sekitar satu bulan kurang untuk menyiapkan konsep dan penampilan.

Kondisi tersebut membuat persiapan sejumlah properti belum sepenuhnya maksimal. Namun, Ria menilai gerakan dan konsep yang ditampilkan telah sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini.

“Untuk properti masih kurang, tapi untuk gerakan sama temanya sudah sesuai dengan tema yang sekarang,” katanya.

SMAN 12 Padang kini memasang target untuk meningkatkan pencapaian dibandingkan kompetisi sebelumnya. Mereka membidik tempat di lima besar Aqua DBL Dance Competition 2026 West Sumatera.

“Targetnya bisa upgrade lagi dari yang sebelumnya. Sekarang kami maunya top five,” pungkas Ria. (yud)

Editor : Heri Sugiarto
AQUA DBL Dance Competition 2026 DBL West Sumatera Girls Khatulistiwa DBL Dance 2026 SMAN 12 Padang