Roma vs Inter Milan: Duel 12 Poin, Pertahanan Terbaik Lawan Mesin Gol Serie A

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 00:19 WIB
Lautaro Martínez mengikuti sesi latihan Inter Milan menjelang menghadapi AS Roma dalam lanjutan Serie A 2026/27. (Foto: Inter)
Lautaro Martínez mengikuti sesi latihan Inter Milan menjelang menghadapi AS Roma dalam lanjutan Serie A 2026/27. (Foto: Inter)

PADEK.JAWAPOS.COM-Roma vs Inter Milan menjadi duel puncak Serie A 2026/27 karena dua tim sama-sama meraih kemenangan dalam empat pertandingan pertama. Roma dan Inter mengoleksi 12 poin dan menempati dua posisi teratas klasemen menjelang pertemuan di Stadio Olimpico, Sabtu, 19 September 2026 pukul 23.00 WIB.

Roma datang dengan pertahanan yang baru kebobolan satu gol, sedangkan Inter membawa lini serang yang telah menghasilkan 13 gol serta dua kemenangan beruntun setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol.

Pertandingan ini menjadi pertemuan ke-187 kedua tim di Serie A dan berpotensi menentukan siapa yang menempati puncak klasemen.

Roma Sempurna dalam Empat Laga

Roma memasuki pertandingan dengan empat kemenangan beruntun di Serie A.

Pada pertandingan terakhir, Giallorossi menang 2-0 di markas Torino. Donyell Malen membuka keunggulan Roma, sebelum Niccolò Pisilli memastikan kemenangan.

Catatan tersebut membuat Roma mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dengan selisih gol +11. Mereka mencetak 12 gol dan baru kebobolan satu gol.

Pelatih Roma Gian Piero Gasperini mengatakan timnya menikmati situasi tersebut, tetapi belum ingin membuat penilaian terlalu jauh karena musim baru berjalan empat pertandingan.

Baca Juga: Atlético Madrid vs Real Madrid: Adu Taktik Mourinho-Simeone dan Ujian Mbappé-Espí

Dalam konferensi jelang laga, Gasperini menyebut pertandingan melawan Inter sebagai kesempatan penting karena Roma mampu mencapai laga besar tersebut dengan hasil yang positif.

Ia pun menekankan bahwa pertandingan seperti ini merupakan pertandingan yang ditunggu pemain dan suporter.

Gasperini Sebut Inter sebagai Tim Acuan

Gasperini memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas Inter menjelang laga di Olimpico.

Ia menyebut Inter sebagai tim acuan di Serie A berdasarkan konsistensi hasil, jumlah poin dan pencapaian klub tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Gasperini mengatakan kekuatan Inter merupakan sesuatu yang objektif dan terlihat dari angka-angka yang mereka raih.

Menurut Gasperini, Roma tidak seharusnya terlalu sibuk membandingkan diri dengan lawan. Fokusnya adalah terus berkembang dan berusaha mendekati level yang diperlihatkan Inter. “Inter adalah tim acuan untuk liga kami,” kata Gasperini.

Gasperini menilai pertandingan nanti bisa menjadi tolok ukur bagi Roma setelah empat hasil positif pada awal musim.

Gasperini menyatakan seluruh pemain tersedia untuk menghadapi Inter. Beberapa pemain memang sempat mengalami gangguan ringan seperti flu, benturan atau masalah kecil lainnya, tapi ia memperkirakan kondisi tersebut dapat teratasi setelah sesi latihan terakhir.

Donyell Malen dan Paulo Dybala

Lini depan Roma menjadi salah satu perhatian menjelang pertandingan.

Donyell Malen mencetak gol dalam kemenangan atas Torino. Gasperini sebelumnya mengakui dirinya terkejut dengan statistik Malen sejak bergabung dengan Roma, menyebut catatan gol sang pemain sebagai sesuatu yang luar biasa.

Gasperini pun menyoroti hubungan Malen dengan Paulo Dybala. Menurutnya, kedua pemain mampu menciptakan peluang berbahaya secara konsisten dan saling melengkapi.

Baca Juga: Tottenham vs Aston Villa 19 September: Pedro Porro Kembali, Spurs Cari Gol Pertama

Performa Malen dan Dybala akan menjadi salah satu faktor yang menarik untuk diperhatikan saat menghadapi pertahanan Inter.

Inter Datang dengan Empat Kemenangan Beruntun

Inter pun memiliki rekor sempurna setelah empat pertandingan.

Nerazzurri memulai musim dengan empat kemenangan dan saat ini mengoleksi 12 poin. Mereka mencetak 13 gol, satu lebih banyak dibanding Roma.

Pertandingan terakhir Inter berlangsung dramatis ketika mereka menang 5-3 atas Udinese.

Inter sempat tertinggal dua gol, tetapi kemudian membalikkan keadaan melalui gol Carlos Augusto, Nicolò Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny.

Kemenangan tersebut menjadi comeback kedua berturut-turut dari defisit dua gol setelah Inter sebelumnya melakukan hal serupa ketika menghadapi Napoli.

Thuram Kembali Jadi Ancaman

Marcus Thuram menjadi salah satu pemain yang sedang berada dalam momentum positif.

Thuram mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir Inter, termasuk gol penyama kedudukan melawan Udinese sebelum membawa Nerazzurri berbalik unggul.

Dalam sembilan penampilan Serie A terakhir, ia terlibat langsung dalam 12 gol, yakni delapan gol dan empat assist.

Rekornya melawan Roma pun kuat. Thuram telah menghasilkan lima kontribusi gol dalam empat pertemuan Serie A melawan Giallorossi, terdiri dari tiga gol dan dua assist.

Sementara itu, Lautaro Martínez telah mencetak tiga gol dalam empat pertemuan Serie A terakhir melawan Roma. Keduanya sama-sama mencatatkan nama di papan skor pada pertemuan terakhir ketika Inter menang 5-2 atas Roma pada 5 April 2026.

Inter Tanpa Çalhanoğlu dan Stones

Kondisi skuad Inter menghadapi sejumlah masalah kebugaran.

Hakan Çalhanoğlu menjalani pemeriksaan medis setelah mengalami masalah pada otot adduktor paha kanan. Inter menyebut kondisinya akan dievaluasi kembali dalam beberapa hari.

John Stones pun mengalami cedera otot pada otot fleksor paha kiri. Inter mengonfirmasi kondisinya akan diperiksa kembali dalam beberapa hari.

Sky Sport Italia mencatat kedua pemain tersebut masuk daftar absen untuk pertandingan di Olimpico.

Head to Head Roma vs Inter Milan

Roma dan Inter telah bertemu 186 kali di Serie A. Pertemuan 19 September menjadi duel ke-187, sekaligus menjadikannya pertandingan yang paling sering dimainkan dalam sejarah Serie A.

Inter memimpin rekor tersebut dengan 81 kemenangan, sedangkan Roma menang 51 kali dan 54 pertandingan berakhir imbang. Sebanyak 540 gol telah tercipta dalam 186 pertemuan.

Dalam 18 pertemuan Serie A terakhir, Inter tidak terkalahkan sebanyak 16 kali, dengan 10 kemenangan dan enam hasil imbang. Nerazzurri pun memenangkan sembilan dari 11 pertemuan terakhir melawan Roma.

Rekor Inter di Olimpico lebih mencolok. Nerazzurri memenangkan lima kunjungan terakhir ke markas Roma di Serie A dan mencetak 11 gol berbanding dua gol Roma. Kemenangan kandang terakhir Roma dalam duel ini terjadi pada 2 Oktober 2016.

Statistik Menarik Jelang Roma vs Inter

Roma dan Inter menjadi dua tim dengan perolehan poin sempurna setelah empat pertandingan.

Inter memimpin jumlah gol dengan 13, sedangkan Roma mengoleksi 12. Keduanya berada di posisi teratas untuk sejumlah indikator serangan, termasuk shots on target, sentuhan di kotak penalti lawan, dan expected goals. Inter mencatat 32 shots on target, Roma 31.

Inter mencatat rata-rata penguasaan bola 65,8 persen, 100 tembakan, 21 peluang besar, sembilan pencetak gol berbeda, serta 2.574 operan. Nerazzurri pun memimpin Serie A untuk persentase duel yang dimenangkan dengan 60 persen.

Roma mempunyai keunggulan dalam pertahanan setelah hanya kebobolan satu gol dari empat laga Serie A. (*)

Prediksi Susunan Pemain Roma vs Inter Milan

Roma: Mile Svilar; Gianluca Mancini, Leonardo Balerdi, Mario Hermoso; Emanuele Lulli, Manu Koné, Bryan Cristante, Wesley; Matías Soulé, Paulo Dybala; Donyell Malen. Pelatih: Gian Piero Gasperini.

Inter Milan: Josep Martínez; Yann Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Andy Diouf, Nicolò Barella, Piotr Zielinski, Curtis Jones, Federico Dimarco; Marcus Thuram, Lautaro Martínez. Pelatih: Cristian Chivu.

Editor : Heri Sugiarto
Serie A 2026/27 Roma vs Inter Milan inter milan serie a as roma