PADEK.JAWAPOS.COM – Roberto Mancini mengawali periode keduanya sebagai pelatih Timnas Italia dengan kekalahan. Menjamu Belgia pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027, Azzurri takluk 0-2 di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB.
Mika Godts membuka keunggulan Belgia pada menit ke-20. Dodi Lukébakio kemudian menggandakan skor pada menit ke-69 untuk memastikan kemenangan tim asuhan Mark van Bommel.
Kekalahan tersebut menjadi awal berat bagi Mancini yang kembali menangani Italia setelah sebelumnya meninggalkan posisi pelatih pada 2023. Azzurri juga sedang berusaha membangun kembali tim setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Pio Esposito Jadi Starter, Peluangnya Digagalkan Lammens
Mancini langsung memberikan kepercayaan kepada penyerang muda Francesco Pio Esposito. Pemain Inter Milan itu menjadi starter di lini depan dan mengenakan nomor punggung 7.
Pio Esposito dimainkan bersama Moise Kean dan Nicolò Cambiaghi dalam formasi 4-3-3. Di lini tengah, Mancini menurunkan Alessandro Romano, Nicolò Barella dan Sandro Tonali.
Pio sempat hampir membuka keunggulan Italia pada menit ke-9. Menerima umpan dari Barella, ia melepaskan tendangan voli yang membentur tiang. Namun, bendera hakim garis lebih dulu terangkat karena Pio berada dalam posisi offside.
Pada babak kedua, Pio kembali mendapatkan peluang. Setelah serangan Italia dari sisi kiri, bola Cambiaghi mengarah kepadanya. Pio mencoba menyelesaikan peluang tersebut, tetapi kiper Belgia Senne Lammens kembali melakukan penyelamatan.
Pio akhirnya ditarik keluar pada menit ke-65 dan digantikan Daniel Maldini. Kean kemudian bergeser menjadi penyerang tengah.
Pio merupakan adik Sebastiano Esposito. Keduanya tercantum dalam skuad Italia pada periode ini, tetapi Sebastiano tidak masuk daftar pemain yang tersedia untuk pertandingan melawan Belgia.
Belgia Lebih Dominan pada Babak Pertama
Italia kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Belgia tampil lebih agresif dan mampu menciptakan sejumlah peluang.
FIGC mencatat Belgia melepaskan 14 tembakan pada 45 menit pertama, sementara Italia hanya empat.
Gianluigi Donnarumma beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga Italia tetap dalam pertandingan.
Belgia akhirnya membuka skor pada menit ke-20. Kesalahan Alessandro Romano dalam membangun serangan dimanfaatkan Kevin De Bruyne yang kemudian memberikan bola kepada Godts.
Godts melewati pertahanan Italia sebelum menaklukkan Donnarumma untuk membuat Belgia unggul 1-0.
Italia mencoba memberikan respons, terutama melalui Cambiaghi dari sisi kiri. Namun, sejumlah umpan silang yang diarahkan kepada Kean belum menghasilkan gol.
Italia Bangkit, Belgia Justru Menghukum
Permainan Italia membaik setelah jeda. Azzurri mulai lebih banyak menguasai permainan dan menekan pertahanan Belgia.
Peluang terbaik datang pada awal babak kedua ketika Lammens menggagalkan penyelesaian Kean. Italia kemudian kembali mengancam melalui serangan yang berawal dari Cambiaghi dan berujung pada peluang Pio Esposito.
Mancini kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Giorgio Scalvini, Davide Frattesi dan Daniel Maldini masuk menggantikan Diego Coppola, Alessandro Romano dan Pio Esposito.
Namun, ketika Italia sedang berusaha mengejar gol penyama kedudukan, Belgia justru memperbesar keunggulan.
Lukébakio membawa bola dari wilayah tengah sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dihentikan Donnarumma. Gol pada menit ke-69 itu membuat Belgia unggul 2-0.
Italia masih mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Riccardo Calafiori gagal mengarahkan tembakannya ke gawang, sedangkan sundulan atau upaya Giorgio Scalvini pada akhir laga hanya mengenai bagian atas gawang.
Pekerjaan Rumah Mancini Masih Panjang
Kekalahan dari Belgia tidak dengan sendirinya menjadi gambaran akhir mengenai periode kedua Mancini. Pelatih 61 tahun tersebut memang sedang melakukan perubahan besar dalam komposisi skuad.
Sebelumnya, Mancini memanggil sejumlah pemain baru dan mengatakan dirinya perlu mengenal lebih banyak pemain muda untuk membangun tim yang kompetitif pada masa depan. Reuters mencatat terdapat sembilan pemain yang mendapat panggilan pertama dalam skuad barunya.
Namun, pertandingan melawan Belgia memperlihatkan bahwa proses tersebut masih menghadapi tantangan. Italia kesulitan pada babak pertama, tertinggal lebih dulu, lalu gagal memanfaatkan momentum ketika tampil lebih baik setelah jeda.
Mancini sendiri mengakui Belgia bermain lebih baik pada babak pertama, sementara Italia tampil lebih baik setelah turun minum tetapi tidak mampu memanfaatkan peluang.
Italia Harus Segera Bangkit
Kekalahan tersebut membuat Italia berada di posisi bawah Grup A1 bersama Türkiye tanpa poin. Belgia dan Prancis sama-sama mengawali kompetisi dengan tiga poin setelah Prancis menang 1-0 atas Türkiye.
Italia tidak punya banyak waktu untuk berbenah. Laga berikutnya sudah menanti di Bursa menghadapi Türkiye pada Senin (28/9/2026).
Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi Mancini untuk merespons kekalahan dari Belgia sekaligus menguji kembali komposisi baru yang dibawanya ke tim nasional.
Kembalinya Mancini memang belum langsung membawa perubahan pada hasil. Italia kalah dalam pertandingan pertamanya dan masih harus memperbaiki sejumlah aspek permainan.
Apakah persoalan Azzurri benar-benar belum selesai? Jawabannya belum bisa ditentukan hanya dari satu pertandingan. Namun, kekalahan 0-2 dari Belgia menunjukkan bahwa pekerjaan membangun kembali Italia masih jauh dari selesai. (*)
Editor : Heri Sugiarto