Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Matematika Dalam Penguatan Literasi Numerasi

Novitri Selvia • Selasa, 20 Desember 2022 | 09:55 WIB
Haripamyu Dosen Prodi Matematika Fakultas MIPA Unand
Haripamyu Dosen Prodi Matematika Fakultas MIPA Unand
LITERASI telah didefinisikan dalam berbagai cara selama bertahun-tahun yang ditujukan kepada makna “melek huruf”. Yaitu kemampuan untuk membaca dan menulis. Kemampuan ini dianggap penting dalam pemenuhan pribadi, partisipasi dalam bidang sosial, budaya, politik, pemberdayaan pribadi dan keberhasilan dalam mengamankan dan mempertahankan pekerjaan.

Seiring meningkatnya peran ilmu pengetahuan, matematika dan teknologi dalam kehidupan modern, tujuan pemenuhan pribadi, pekerjaan, dan partisipasi penuh dalam masyarakat semakin membutuhkan individu yang tidak hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga mampu secara matematis (baca: numeris), ilmiah dan melek teknologi.

Numerasi didefinisikan sebagai kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Literasi numerasi atau sering disebut juga dengan numerasi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari, misalnya di rumah, pekerjaan, partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan sebagai warga dunia.

Numerasi tidak hanya memerlukan penguasaan terhadap konsep dasar, keterampilan matematika, strategi pemecahan masalah, serta kemampuan untuk membuat taksiran tapi juga kemampuan untuk menghubungkan konsep yang dipelajari di sekolah dengan situasi di luar sekolah. Situasi yang dimaksud adalah situasi yang membutuhkan pemecahan masalah dan penilaian kritis yang berkaitan dengan nonmatematika.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022, kemampuan numerasi dalam bernalar menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan diri, lingkungan terdekat, dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari Standar Kompetensi Lulusan yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk deskripsi kompetensi.

Agar kemampuan numerasi ini dapat tercapai, maka kompetensi mendasar yang harus dimiliki peserta didik adalah keterampilan berpikir logis, sistematis, dan bernalar dalam mengaplikasikan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari.

Selain itu, juga diperlukan kemampuan dalam memilah dan mengolah informasi dengan dengan cara yang tepat, serta menganalisis dan menginterpretasikan informasi tersebut dengan benar. Selanjutnya siswa mampu menggunakan hasil analisis dan interpretasi tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Kompetensi lulusan diupayakan tercapai melalui proses pembelajaran. Yaitu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Konten dalam pembelajaran literasi numerasi meliputi bilangan, geometri dan pengukuran, data dan ketidakpastian, serta aljabar.

Pembelajaran dapat diawali dengan perencanaan asesmen dan perencanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran numerasi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas, interaktif, dan kontekstual.

Pada tahapan ini pendidik diharapkan dapat menyelenggarakan pembelajaran yang interaktif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, menyenangkan, dan menantang. Akibatnya proses dan pengalaman belajar ini dapat membangun pemahaman peserta didik terhadap fakta, prosedur, dan alat matematika.

Proses kognitif ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menjelaskan dan menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata yang bersifat rutin. Kemudian mampu bernalar dengan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin.

Secara kontekstual, numerasi berkaitan dengan aspek kehidupan personal (kepentingan diri secara pribadi), sosial budaya (kepentingan antar individu, budaya, dan kemasyarakatan), saintifik (terkait isu, aktivitas, serta fakta ilmiah, baik yang telah dilakukan maupun futuristik).

Keterampilan numerasi peserta didik diajar melalui proses pembelajaran matematika. Peserta didik diharapkan memahami konsep bilangan, yang meliputi representasi, sifat urutan, dan operasi berbagai jenis bilangan (cacah, bulat, bilangan decimal). Konsep kedua adalah pengukuran dan geometri. Yaitu bangun datar dan bangun ruang yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Pemahaman peserta didik terhadap materi data dan ketidakpastian menghasilkan pemahaman menginterpretasikan dan menyajikan data, dan pemahaman tentang peluang. Konten numerasi terakhir adalah aljabar, yang meliputi persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (temasuk pola bilangan), serta rasio dan proporsi.

Berikut adalah contoh masalah yang ditemui dalam kehidupan nyata. Seorang bapak ingin memberikan rumah baru kepada anaknya. Rumah tersebut direncanakan akan dibangun oleh 12 orang pekerja dan akan selesai dalam waktu dua bulan (satu bulan = 30 hari).

Namun beliau baru ingat bahwa 12 hari sebelum rumah tersebut selesai merupakan tanggal ulang tahun anaknya. Bapak tersebut ingin memberikan rumah baru sebagai hadiah ulang tahun anaknya tepat pada tanggal tersebut.

Permasalahannya adalah berapa tambahan pekerja yang diperlukan agar rumah tersebut selesai tepat ditanggal ulang tahun anaknya. Upaya dalam memecahan masalah ini memerlukan keterampilan berpikir logis, sistematis, dan bernalar dalam mengaplikasikan konsep dan pengetahuan matematika, terutama konsep rasio dan proporsi.

Mulai tahun 2021, literasi numerasi menjadi salah satu kompetensi hasil belajar yang diukur dalam asesmen nasional, yang disebut juga dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Hasil asesmen tersebut bukan menjadi dasar untuk memberi nilai rapor peserta didik tapi untuk mengukur kinerja atau mutu sekolah.

Meskipun demikian, literasi numerasi merupakan kemampuan yang sangat berguna bagi lulusan sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi dalam kehidupan mereka. Baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, maupun warga dunia. Pemahaman yang baik terhadap konsep dasar matematika mempunyai peran yang penting dalam tercapainya literasi numerasi kompetensi lulusan. (*) Editor : Novitri Selvia
#Matematika Dalam Penguatan Literasi Numerasi #Haripamyu