Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

MICE Potensi Ekonomi Sumatera Barat

Admin Padek • Minggu, 11 Juni 2023 | 11:08 WIB
Photo
Photo
Oleh: Medi Iswandi

Kepala Bappeda Sumatera Barat.


PARIWISATA kini tak hanya berkonsentrasi pada paket liburan. Industri Meeting, Incentives, Convention dan Exhibition atau dikenal dengan wisata MICE telah memunculkan semangat baru pada sektor pariwisata.

Kegiatan wisata MICE seperti seminar, konvensi serta pameran yang digelar sangat berdampak positif untuk kepariwisataan Sumatera Barat.

Dengan banyaknya kegiatan MICE otomatis memberikan peningkatan penghasilan bagi masyarakat termasuk para pelaku kepentingan pariwisata, misalnya; produk kerajinan, rumah makan, hotel akomodasi dan pusat perbelanjaan.

Pariwisata di Sumatera Barat setelah pandemi Covid-19 mulai memperlihatkan kondisi perbaikan yang sangat signifikan.

Berdasarkan data BPS tentang struktur PDRB, indikator pariwisata dilihat dari lapangan usaha akomodasi dan konsumsi,  walaupun kontribusi terhadap PDRB hanya baru 1,35%, namun pertumbuhannya tercatat tertinggi dibandingkan semua lapangan usaha lain yang membentuk PDRB. Pertumbuhannya sebesar 15,80%.

Pada triwulan 1 tahun 2023 tercatat pada data BPS kontribusinya meningkat menjadi 1,37% dengan pertumbuhan 9,70%. Pertumbuhan nomor 2 tertinggi di triwulan 1 tahun 2023 dari semua lapangan usaha yang membentuk PDRB.

Saat ini Indikator keberhasilan pariwisata tidak hanya dilihat dari angka kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, namun dari seberapa besar sektor ini memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi suatu daerah dan seberapa besar PAD dapat dihasilkan dari semua aktivitas pariwisata yang terjadi di suatu daerah.

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia, Sumatera Barat memiliki berbagai keunggulan dalam industri MICE. Untuk mendukung peningkatan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat, tahun 2023 ini telah dicanangkan sebagai Tahun Kunjungan Wisata Sumatera Barat (Visit Beautiful West Sumatera 2023).

Tercatat lebih dari 70 kegiatan MICE, baik berskala provinsi, nasional maupun internasional sudah dan akan dilaksanakan tahun 2023. Belum lagi event-event yang dilaksanakan di kabupaten/ kota di Sumatera Barat.

Pada Juni ini sedang dilaksanakan agenda Latsitarda Nusantara dan Penas KTNA 2023 yang menghadirkan puluhan ribu tamu dari seluruh Indonesia, bahkan mancanegara di Sumatera Barat.

Pelaksanaan Latsitarda dan Penas KTNA 2023 merupakan sebuah strategi pariwisata MICE yang unik dan tepat di Sumatera Barat. MICE biasanya dilaksanakan di auditorium atau gedung pertemuan megah serta menginap di hotel yang mewah semata.

Pada dua event ini, di samping menggunakan semua kamar hotel di Kota Padang dan sekitarnya, juga memanfaatkan homestay dan rumah-rumah penduduk dalam jumlah sangat banyak. Pasalnya, jumlah peserta yang hadir begitu banyak.

Kondisi ini tentu membawa manfaat langsung kepada masyarakat yang biasanya hanya sebagai penonton atau paling tidak turut menjadi tukang parkir dalam sebuah aktivitas pariwisata. Saat ini langsung menjadi pelaku industri melalui homestay-homestay dadakan.

Hal itu juga mengajarkan secara langsung kepada masyarakat bagaimana menerapkan hospitality kepada tamu, bagaimana membuat tamu betah, dan bagaimana memberikan pelayanan terbaik. Sehingga tentu kita berharap rumah-rumah yang saat ini digunakan menampung tamu-tamu Latsitarda dan Penas KTNA 2023 di kemudian hari bila dibina dengan baik oleh pemerintah kabupaten/ kota akan menjadi homestay.

Tentu saja hal tersebut akan membawa manfaat ekonomi berkelanjutan secara langsung kepada masyarakat. Mereka bisa jadi wirausahawan-wirausahawan baru.

Hal lainnya yang dapat kita amati adalah, homestay perputaran ekonominya bisa dikatakan 100 persen langsung didapat masyarakat dan ekonomi yang dihasilkan berputar langsung di daerah tersebut. Sedangkan hotel-hotel besar yang investornya di luar Sumatera Barat, maka perputaran ekonomi yang tinggal tentu hanya biaya operasional dan biaya pegawai. Sementara keuntungannya tentu sebagian besar akan ke luar dari Sumatera Barat.

Di samping hal di atas, manfaat lainnya adalah, pada kegiatan Latsitarda peserta yang merupakan taruna/taruni dari Akademi TNI/Polri/STPDN serta mahasiswa beberapa perguruan tinggi melakukan kegiatan bakti sosial dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat seperti penyuluhan tentang kesehatan, stunting, bahaya narkoba, gerakan masyarakat hidup sehat ataupun memberi motivasi kepada siswa-siswi SLTA untuk dapat melanjutkan pada sekolah kedinasan tersebut.

Kegiatan lainnya, berbentuk pembangunan fisik seperti perbaikan lingkungan, sanitasi dan perbaikan rumah tidak layak huni di llima kabupaten/ kota, yaitu Kota Padang, Pariaman, Solok, Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman yang menjadi tempat lokus kegiatan Latsitarda 2023.

Sementara pada kegiatan Penas Tani, di samping manfaat ekonomi karena ada transaksi UMKM pada pameran, para petani di Sumatera Barat dapat melihat dan belajar langsung tentang teknologi terbaru yang ditampilkan dari Kementerian Pertanian, organisasi maupun perusahaan-perusahaan pertanian dan perkebunan. Selain itu, petani dapat bertukar pengalaman dan saling belajar dengan kelompok petani lain dari seluruh Indonesia.

Pendapatan Daerah dan Masyarakat

Pada sektor pariwisata, Buya Mahyeldi saat menjabat Wali Kota Padang memang punya pengalaman sangat baik bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pariwisata dan sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Pariwisata Padang meningkat pesat pada periode beliau menjabat wali kota. Pertumbuhan PAD Pariwisata (Pajak Restoran dan Rumah Makan, pajak hiburan serta Retribusi Objek Wisata) meningkat sangat signifikan.

PAD Kota Padang di sektor ini tahun 2015 sebesar Rp17,8 miliar melonjak drastis tahun 2019 jadi Rp110 miliar atau meningkat enam kali lipat (600%) dalam waktu empat tahun.

Pertumbuhan sangat signifikan ketika itu dihasilkan dengan strategi kebijakan wali kota memberikan insentif kepada kegiatan-kegiatan MICE. Di antaranya, menyediakan jamuan makan malam bersama wali kota Padang jika grup dan rombongan minimal 100 orang menginap dua malam di Kota Padang.

Selain itu, memberikan suvenir dalam bentuk rendang kepada jamaah umrah dari luar daerah yang menginap di hotel kota Padang sebelum keberangkatannya.

Menurut beliau, insentif yang diberikan pada kegiatan MICE dan wisatawan ini juga dinikmati langsung oleh UMKM kuliner di Kota Padang, di samping 10% kembali lagi kepada pemerintah daerah dalam bentuk pajak. Jadi, ini hanya soal memindahkan isi kantong kiri ke kantong sebelah kanan.

Mahyeldi juga memiliki strategi marketing sederhana namun sangat mengena, yaitu “Kalau dagangan kita menarik, pancing orang beramai-ramai ke tempat kita, kalau dagangan kita belum menarik, maka dagangan kita yang harus kita bawa ke tempat ramai”.

Artinya, kita punya potensi pariwisata yang kuat, maka buat event menarik, beri insentif agar wisatawan semakin kuat untuk datang, beri pelayanan maksimal melalui koordinasi semua perangkat daerah dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Dengan begitu, maka organisasi, kementerian/lembaga pemerintah dan swasta semakin yakin melaksanakan MICE di daerah kita. Namun jika potensi kita belum dikenal, tentu promosi harus kita intensifkan di daerah-daerah yang menjadi wisatawan potensial untuk Sumatera Barat.

Pelaksanaan pembukaan Penas KTNA 2023 ini saja telah memberikan dampak ekonomi sampai kepada pelaku-pelaku usaha mikro. Bahkan dalam sebuah postingan di media sosial Instagram, terlihat bagaimana seorang penjual payung keliling sangat gembira karena mendadak mendapat omzet Rp600 ribu hanya dalam dua jam. Cuaca panas membuat para tamu dan peserta banyak yang mencari payung sebagai peneduh.

Artinya, banyak usaha termasuk yang tidak berhubungan dengan pariwisata dan Penas KTNA mendapat imbas manfaat cukup besar.

Bisa kita bayangkan bagaimana pula manfaat ekonomi yang sangat besar diterima hotel, homestay, industri kuliner, sewa kendaraan, suvenir, EO, penyewaan sound system, tenda dan usaha ikutan pariwisata lainnya.

Dari sisi promosi juga membawa dampak sangat signifikan terhadap pariwisata Sumatera Barat. Apalagi kegiatan dihadiri banyak pejabat tinggi negara, para gubernur, bupati/ wali kota dan tokoh politik serta tokoh publik lainnya.

Mereka tentu menikmati alam, budaya dan kuliner Sumatera Barat. Kemudian berswafoto dan memposting di media sosialnya yang memiliki ratusan ribu follower yang tidak hanya di daerah asalnya tapi dari seluruh Indonesia.

Seperti Bupati Mempawah Provinsi Kalimantan Barat yang bertemu kami saat menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (yang kebetulan suami beliau) di Bandara Internasional Minangkabau.

Ibu Bupati itu dengan bangganya memperlihatkan fotonya di Jam Gadang-Bukittinggi, Kelok 9 Limapuluh Kota dan berbaju ‘anak daro’ di Istana Pagaruyung-Tanahdatar. Kemudian beliau sibuk men-share (bagikan) foto tersebut ke semua group wa dan memposting di Instagram beliau yang punya ratusan ribu follower. Rupanya, karena ketertarikan terhadap Sumatera Barat, beliau lebih dahulu berangkat bersama rombongannya. Sesaat setelah sampai, mereka langsung mengunjungi beberapa destinasi terkenal di Sumatera Barat dan mempromosikannya.

Terlihat juga di instagram Bupati Goa Adnan Purichta Ichsan yang punya lebih 300 ribu follower memposting videonya ketika sedang shalat dan berwisata di kawasan Mesjid Raya Sumatera Barat. Beliau tak lupa memuji serta mengajak datang ke Sumatera Barat.

Tentu banyak lagi hal serupa ini yang dilakukan oleh para tokoh dan tamu Penas KTNA 2023 yang hadir di Sumatera Barat.

MICE telah menjadi kekuatan ekonomi baru di Sumatera Barat.

Referensi dari pelaksanaan Latsitarda dan Penas KTNA 2023 telah memperlihatkan bahwa hotel dan gedung yang megah bukan satu-satunya sarana dan syarat utama untuk melaksanakan MICE.

Keberanian kepala daerah ‘mengambil’ sebuah event besar berskala nasional maupun internasional, kepiawaian mengorganisir perangkat daerah untuk melaksanakan tugas dengan baik dalam pelaksanaannya serta upaya melibatkan masyarakat mendukung dan berperan pada event tersebut menjadi suatu kunci.

Dengan semua keterbatasan ketersediaan akomodasi dari industri pariwisata, masyarakat malah dapat menikmati langsung manfaat ekonomi dari semua event ini.

Semua pendapatan pajak dan retribusi baik pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan maupun retribusi objek wisata merupakan objek pajak yang menjadi kewenangan kabupaten/ kota. Semua aktivitas pariwisata membawa peningkatan langsung terhadap PAD kabupaten/ kota.

Semoga ini menjadi referensi bagi bupati/ wali kota di Sumatera Barat, untuk melaksanakan event MICE berskala nasional dan internasional walau masih terbatas sarana akomodasi maupun gedung pertemuan dari industri pariwisata di daerahnya.

Jika keramahan dapat ditonjolkan, dukungan pelaksanaan event dari semua perangkat daerah diberikan, akomodasi homestay yang nyaman bisa disediakan, budaya dan kuliner yang unik dapat disajikan serta kebijakan insentif menarik juga diberikan, maka dengan semua keterbatasan industri pariwisata yang ada pada daerah tersebut akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.(*) Editor : Admin Padek
#opini #Medi Iswandi #Kepala Bappeda Sumbar #mice #ekonomi sumbar #pariwisata #homestay #Latsitarda #Penas Tani