Kabid. Sosial dan Pemerintahan
Balitbang Sumatera Barat.
INDEKS Daya Saing Daerah (IDSD) Provinsi Sumatera Barat tahun 2023 tertinggi di regional Sumatera, dengan skor mencapai 3,58 (skala 5). Nilai ini juga membuat daya saing Sumatera Barat tertinggi ketiga provinsi di luar Jawa, di bawah Bali dan Sulawesi Selatan. Secara nasional peringkat IDSD Sumatera Barat berada pada urutan 9.
Skor IDSD Sumatera Barat juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Tahun 2023 meningkat sekitar 5% dari skor tahun 2022 (3,41). Berturut-turut dua tahun terakhir (2022 dan 2023) berada di atas skor nasional.
Tren positif ini mengonfirmasi peningkatan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. IDSD nasional 2022 sebesar 3,26 dan 2023 di angka 3,44.
IDSD ini memberikan potret bahwa Provinsi Sumatera Barat memiliki daya saing yang kuat dengan tingkat produktivitas yang baik dan berada di atas rerata nasional.
Artinya, pembangunan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif yang nyata terhadap local competitiveness.
APBD Sumatera Barat yang telah digelontorkan untuk pelaksanaan prioritas pembangunan dan program unggulan terbukti mendongkrak kekuatan daya saing daerah.
Apa itu IDSD? Dikutip dari publikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IDSD merupakan instrumen pengukuran daya saing pada tingkat provinsi dan kabupaten/ kota yang dihitung oleh BRIN.
Tujuan dari pengukuran IDSD ini adalah untuk memperoleh sebuah ukuran daya saing daerah yang komprehensif, yang merefleksikan tingkat produktivitas daerah.
Merujuk pada literatur, daya saing yang sesungguhnya itu diukur melalui produktivitas (Önsel et al., 2008; Porter, 1980).
Hal ini diperkuat oleh Hanafi et al. (2017) yang menyatakan “Productivity is the main determinant of competitiveness, which in turn is responsible for achieving high standards of living”.
Pengukuran IDSD 2022 dan 2023 merupakan kelanjutan dari IDSD yang telah diinisiasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sejak tahun 2017 hingga 2021.
Mulai tahun 2022 IDSD menggunakan konsep dan metode pengukuran yang baru, yaitu dengan mengadopsi kerangka pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) 2019 dari World Economic Forum, yang disesuaikan dengan konteks daerah di Indonesia.
Dengan kerangka ini, maka IDSD 2022 dan 2023 selaras dengan GCI sehingga bisa digunakan stakeholder global untuk mengukur GCI bagi Indonesia dan daerah.
Kerangka pengukuran IDSD terdiri dari empat komponen pembentuk daya saing, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi, yang dielaborasi ke dalam 12 pilar daya saing.
Secara agregasi IDSD Sumatera Barat tahun 2023 dibentuk dari skor indeks 12 pilar sebagai berikut: pilar 1: Institusi skor 4,65; pilar 2: Infrastruktur skor 2,87; pilar 3: Adopsi TIK skor 3,29; pilar 4: Stabilitas Ekonomi Makro skor 3,05; pilar 5: Kesehatan skor 3,75. Berikutnya, pilar 6: Keterampilan skor 4,05; pilar 7: Pasar Produk skor 3,64; pilar 8: Pasar Tenaga Kerja, skor 3,79. Selanjutnya, pilar 9: Sistem Keuangan skor 2,71; pilar 10: Ukuran Pasar skor 3,59; pilar 11: dinamisme bisnis, skor 3,73. Dan terakhir pilar 12: Kapabilitas Inovasi skor 3,88.
Tidak hanya pada skor akhir IDSD, secara indeks pada pilar tertentu Sumatera Barat juga memiliki daya kompetitif yang baik.
Seperti, pada pilar 1 Institusi (skor 4,65) tertinggi di Sumatera, peringkat 3 nasional dan peringkat 2 di luar Jawa.
Angka ini memberikan gambaran bahwa secara institusi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat kuat sebagai pendorong fundamental bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Hal ini tidak terlepas dari komitmen dan kesungguhan pelaksanaan prioritas pembangunan RPJMD Sumatera Barat 2021-2026 dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel serta berkualitas.
Capaian kinerja efektifitas pelaksanaan prioritas pembangunan ini mencapai 101,62 persen.
Keunggulan kedua daya saing Sumatera Barat, yaitu pada pilar Kapabilitas Inovasi (skor 3,88), peringkat 6 nasional, tertinggi ke-2 di luar Jawa dan juga di Sumatera.
Kapabilitas inovasi memberikan gambaran kuantitas dan kualitas riset dan inovasi suatu daerah. Kuatnya Kapabiltas Inovasi Provinsi Sumatera Barat tentu berkat tercapainya target kinerja salah satu program unggulan pembangunan Provinsi Sumatera Barat, yaitu memberikan dukungan bantuan hibah penelitian untuk mahasiswa dan dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.
Selain itu, juga tercapainya target kinerja program unggulan lainnya, meningkatkan inovasi dan digitalisasi pelayanan public berbasis elektronik (e-government).
Kapabilitas inovasi yang baik juga disebabkan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengalokasikan anggaran inovasi dan penelitan (riset).
Kemudian didorong oleh prestasi inovasi Provinsi Sumatera Barat tahun 2023 dengan memperoleh Innovative Government Award (IGA) dengan predikat provinsi sangat inovatif.
Sumatera Barat telah memperoleh IGA sebanyak 6 kali berturut sejak 2018.
Pilar Keterampilan (skor 4,05) menjadi kekuatan daya saing berikutnya. Skor pilar ini berada pada urutan ke-7 nasional, tertinggi ke-2 di Sumatera, dan hanya DIY provinsi di Jawa yang di atas Sumatera Barat.
Pilar Keterampilan mengukur tingkat pendidikan dan keterampilan tenaga kerja di suatu wilayah.
Tingginya skor daya saing keterampilan merupakan cerminan keberhasilan pelaksanaan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Barat untuk meningkatkan kualitas SDM yang sehat, berpengetahuan, terampil, dan berdaya saing. Pada tahun 2023, kinerja efektivitas pelaksanaan prioritas pembangunan ini mencapai 96,41 persen.
Keunggulan daya saing berikutnya terdapat pada pilar Pasar Produk (skor 3,64), peringkat 7 nasional dan juga luar Jawa, tertinggi ke-2 di Sumatera.
Pilar Pasar Produk menggambarkan keterbukaan pasar produk melalui besarnya kesempatan yang sama bagi para produsen untuk memasarkan produknya secara fair dan kompetitif.
Menyusul keunggulan daya saing Sumatera Barat selanjutnya adalah pada pilar Dinamisme Bisnis, yaitu peringkat 8 nasional, tertinggi ke-2 di Sumatera, dan peringkat 4 di luar Jawa.
Dinamisme bisnis menggambarkan kemudahan untuk memulai dan melakukan bisnis, dan kemudahan untuk melakukan divestasi dan keluar dari pasar (market) di suatu wilayah.
Daerah yang mampu menciptakan dinamisme bisnis yang positif, yaitu daerah yang mendatangkan investasi dan pelaku usaha yang inovatif serta melepas perusahaan yang tidak efisien keluar dari pasar.
Program pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah duet kepemimpinan Mahyeldi-Audy telah membuat IDSD tertinggi di Sumatera.
Pelaksanaan program unggulan dan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Barat terbukti membuat daya saing daerah menjadi kuat. Peningkatan capaian indikator makro pembangunan menjadi faktor pengungkit competitiveness Provinsi Sumatera Barat.
Kinerja pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berdampak nyata pada peningkatan produktifitas, kemandirian, kapasitas ekonomi dan ujungnya pada peningkatan daya saing daerah di level regional, nasional dan global.(*)
Editor : Heri Sugiarto