Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

No Alwi, No Party

Novitri Selvia • Kamis, 20 Juni 2024 - 14:57 WIB

Agus Taher, Seniman.(Padek.co)
Agus Taher, Seniman.(Padek.co)

PADEK.JAWAPOS.COM-BAGI saya, kehilangan orang yang amat spesial dalam kehidupan, membuat saya kehilangan narasi untuk mengungkapkan apa yang berkecamuk dalam hati dan pikiran. Kehilangan teman karib berhati baik itu amat mengusik.

Bung Alwi Karmena itu adalah orang baik, yang pergi di hari baik dan perginya pun dengan cara yang baik. Sebab, sekitar jam 11 di hari duka itu, bung Alwi Karmena keluar rumah membeli obat pelancar BAB, sebentar kemudian sudah balik. Cuma, sesampai di rumah, beliau tersandar di kursi seiring tubuhnya mulai dingin.

Itu cerita tetangga Alwi, yang kebetulan kawan dekat saya. Artinya, bung Alwi berpulang tanpa didera derita sakit yang berkepanjangan. Bung Alwi Karmena, kepulanganmu di penghulu Jumat itu mudah-mudahan pertanda, bahwa Allah menempatkanmu pada tempat yang sebaik-baiknya dan husnul khatimah.

Saya sudah mengenal dekat Alwi sejak awal 1990-an, ketika saya dan Pinto Janir sama-sama merintis koran RANCANG, selanjutnya semakin akrab dengan Alwi sejak bergabung dengan koran KHAZANAH tahun 2019.

Sejak itulah, saya dan bung Alwi ini, biasanya setiap Sabtu atau Minggu sehilir-semudik, yang di ujung perbincangan yang tak pernah putus itu terminalnya di Sate PITOK Simpang Kinol. Bung Alwi memang penggemar berat sate ayam Mak Pitok.

Dan sejak itulah, kekaguman saya terhadap sosok spesial ini bukan hanya karena reputasinya sebagai jurnalis dan budayawan papan atas, yang sepanjang hidupnya diwakafkan untuk dunia seni-budaya, akan tetapi saya kagumi Alwi karena satu hal.

Alwi tak pernah sekalipun bercerita tentang kekecewaan, kesal, ataupun “sakit gigi” pada kawan sepergaulannya yang jumlahnya bejibun. Apresiasi dan kesannya selalu positif pada semua orang. Kekecewaannya pada seseorang tidak memutus tali perkawanannya.

Barangkali, karena karakter “pagarahnya” membuat hatinya selalu damai dan pandai berdamai dengan keadaan. Sebuah ketauladanan yang inspiratif. No Rocky, No Party, adalah plesetan yang dipopulerkan Metro TV.

Bagi saya, No Alwi, No Party adalah kesimpulan saya untuk memaknai sosok Alwi ini dalam pergaulan. Kalau Rocky Gerung, tiada party-nya tanpa kritik, dan memang itu yang menarik, bagi Alwi malah lebih unik.

Figur multitalenta ini amat piawai membuat suasana serius mendengar omongannya yang penuh sugesti dan inspiratif, akan tetapi, tiba-tiba saja bikin heboh dengan gurauannya yang spontan dengan diksi tinggi. Tentang kematian saja menjadi objek gurauannya, yang membuat “tiada kehebohan asyik, bila Alwi tak hadir”.

Alwi selalu diposisi penghibur berklas, meskipun terkadang gurauan itupun untuk menghibur dirinya sendiri, yang orang lain tak tahu apa yang sedang mengganjal hati dan pikirannya. Saya tahu itu, karena sejak bersamanya di koran KHAZANAH, saya menjadi temannya berbagi cerita.

Dan, hebatnya yang lain adalah “percaya diri” yang menjadi karakter khas wartawan hebat memang sudah bawaannya, sehingga Alwi tak pernah gamang bicara dengan semua kalangan, meskipun Alwi amat piawai membawakan diri. Itu sebabnya, bung Alwi ini begitu luas jaringan perkawanannya.

Namun, Allah berkehendak sekehendaknya. Baru dua minggu yang lalu, Pinto Janir dan alm Alwi Karmena berkunjung ke rumah saya, bercanda lagi, dan berbincang-bincang lagi banyak hal, yang biasanya terkait dengan topik-topik yang kami sukai bertiga.

Ketika itu, salah satu gagasannya akan membuat Film pendek tentang ketokohan seorang hebat dari Minangkabau, dimana saya dan Pinto diajak ikut membantu. Diujung perbincangan kami, Alwi pun bilang, “Seniman dan budayawan Sumbar, masih terpinggirkan, kita mesti bangkit.”

Sayang sekali, sang penggagas, tepat dua minggu setelah berucap, dipanggil Allah menghadap, sehingga barangkali lama kita canggung kehilangan Dia. Sebab, “tiada lagi kehebohan asyik” yang bisa kita nikmati, karena No Alwi, No Party. Selamat jalan karibku Alwi Karmena tenanglah kau di pembaringan sana! (Agus Taher, Seniman)

Editor : Novitri Selvia
#Alwi Karmena #No Alwi #Agus Taher #No Party