Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Come Back Sang Legend

Hendra Efison • Jumat, 26 Juli 2024 | 07:55 WIB
Two Efly, Padang Ekspres. (Padek.co)
Two Efly, Padang Ekspres. (Padek.co)

Oleh: Two Efly, Wartawan Padang Ekspres

He is come back to Parlemetary. Siapa dia? Irman Gusman. Politisi senior ini telah malang melintang di dunia politik. Separoh dari usianya dihabiskan dalam dunia aktivis dan panggung politik. 

Perjalanan Irman Gusman ke panggung politik berbeda jauh dibandingkan politisi lainya di ranah ini. Jika rerata politisi di awal karirnya kesulitan menapak kaki, Irman justeru sebaliknya. Perjalanan karir politiknya justeru berat dan cukup berliku di Pileg 2024-2029. Sempat "dihadang" KPU, melakukan perjuangan dan perlawanan hingga ke MK (Mahkamah Konstitusi) akhirnya Irman berhasil mencatatkan sejarah. Ya, Pemungutan Suara Ulang (PSU) pertama untuk DPD di Indonesia. 

Irman tetaplah Irman. Walau bergerak dalam senyap dan berkompetisi tanpa kampanye namun mampu perolehan suara cukup "gemuk". Ketika Pileg dilangsungkan para kandidat sibuk berkampanye sementara Irman berjibaku di Bawaslu, DKPP, PTUN hingga MK. Hanya baliho "Mengabdi Untuk Negeri" yang terpasang beberapa buah di beberapa titik. Hanya komunikasi informal melalui kanal medsos yang dapat dilakukan Irman dengan konstituennya.

Irman dan Muhammadiyah

Keterikatan Irman Gusman dengan Muhammadiyah bukanlah pada Pileg dan PSU saja. Darah Muhammadiyah itu di warisi dari lahir karena ayah dari Irman Gusman bernama Gusman Gaus adalah salah satu tokoh DPW Muhammadiyah. Selain tokoh dan pengurus Muhammadiyah, Gusman Gaus tercatat selama empat tahun sebagai Rektor Universitas Muhamadiyah (UMSB). Dunia akademik ini juga diturunkan pada Irman Gusman.

Usai menuntaskan Master of Business Administration (MBA) di University of Bridgeport di United State Amerika (USA) Irman Gusman pun juga mengajar di Universitas Muhammadiyah. Mata kuliah yang diampunya Ilmu Pemasaran pada Fakultas Ekonomi di Universitas Muhammadiyah (UMSB). Profesi pendidik ini dijalaninya dari tahun 1988-1991. 

Semenjak dari bangku kuliah hingga menjadi pengusaha Irman juga meluangkan waktunya untuk Muhammadiyah. Komunikasi dan silaturahminya sesama warga Muhammadiyah berjalan dengan baik. Apakah itu dalam kegiatan formal ataupun informal di Muhammadiyah. Tidak itu saja, keterlibatan Irman dalam amal usaha Muhammadiyah juga berlangsung hingga saat ini. 

Komunikasi dan silaturahmi inilah yang menjadi bekal kuat Irman Gusman di Ormas terbesar di Sumbar tersebut. Ketika menjadi RI 7 (Ketua DPD RI), Irman pun masih intensif datang dan bersilaturahmi dengan kader-kader Muhammadiyah. 

Aktivis dan Politisi

Terlahir dari keluarga besar Muhamnadiyah mewarnai watak dan perilaku Irman. Darah kiritis dan aktivis tumbuh dengan subur dalam aktivitas Irman. Pasca menamatkan SLTA di SMA 2 Padang Irman melanjutkan pendidikan Srata 1 ke Universitas Kristen Indonesia (UKI) . Di kampus ini Irman bergabung dan memimpin Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

Usai menuntaskan Strata 1, Irman melanjutkan pendidikan ke University of Bridgeport di United State Amerika (USA). Sejauh jauh bangau terbang pulangnya ke kubangan jua, sejauh jauh bujang merantau pasti akan pulang kampung juga. Pasca resmi meraih Magister Bussines Adminitrasion (MBA) Irman pulang ke padang. Networking bisnis yang diraih saat di Jakarta dan Amerika Serikat serta warisan jejaring sang ayah berhasil dimaksimalkan. Beberapa bisnis keluarga dijalani dan dibesarkan. Mulai dari bisnis Pendidikan, usaha perkayuan, toko Emas dan Perhiasan berkembang pesat ditangan Irman. 

Tahun 1999 Irman mencoba terjun ke dunia Politik. Pasca reformasi Irman terpilih menjadi anggota MPR RI melalui Faksi Utusan Daerah. Irman juga tercatat sebagai salah satu "aktor" terbentuk DPD pasca dilikuidasinya Fraksi Utusan Daerah. 

Pada Pemilu DPD Pertama tahun 2004-2009 Irman terpilih sebagai anggota DPD dengan suara 348.195 suara. Saat itu Irman dinobatkan sebagai peraih suara terbantak. Dari sinilah karir Irman makin moncer. Ketokohan dan kepiawaiannya dalam meloby dan dan diplomasi mengantarkan Irman menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah bersama Laode Ida.

Menjadi Wakil Ketua DPD membuat Irman memaksimalkan potensi diri dan DPD. Sejumlah kegiatan monumental di gelar dalam rangka menggali dan memaksimalkan potensi daerah. Sejumlah ivent dan kegiatan digelar dengan melibatkan seluruh stake holder di daerah. Satu diantaranya yang sangat berbekas bagi penulis adalah Indonesia Regional Invesment Forum (IRIF).

Di mata Penulis, IRIF adalah kegiatan luar biasa. Seluruh daerah (Kab/Kota) dihadirkan dan dipertemukan dengan pelaku usaha. Banyak sekali dampak positif dari kegiatan ini. Selain menjadi ajang memperkenalkan "katalog potensi" daerah secara nasional, IRIF juga menjadi ajang pertemuan antara Investor dan pemerintah daerah serta pelaku usaha di daerah. Kegiatan digelar secara kontiniu setiap tahun selama Irman menjadi Wakil Ketua DPD RI

Kerja politik dan komunikasi politik yang baik secara vertikal, horizontal dan akar rumput membuat Irman melenggang dengan mudah pada kontestasi Pileg tahun 2009-2014. Saat itu Irman meraih suara sebanyak 293.070 suara. Periode 2009-2014 menjadi perjalan puncak karir politik Irman Gusman. Ketokohan, loby dan kerja politiknya di kancah nasional selama menjabat Wakil Ketua membuat Irman didapuk menjadi Ketua DPD RI periode 2009-2014. Inilah pertama kalinya dalam sejarah anak Minang menjadi Ketua Lembaga Tinggi Negara (RI 7).

Terpilih dan didapuknya Irman menjadi Ketua DPD membuat Irman kian maksimum mengekplorasi DPD sehingga memiliki peran strategis di parlemen. Selain memperkuat DPD, Irman juga melanjutkan IRIF ke tingkat lebih luas. Jika IRIF mempertemukan pelaku ekonomi dengan pemerintah daerah maka ivent berikutnya adalah Word Islamic invesment Forum (WIEF). Kegiatan inipun membuka peluang investasi asing masuk ke Indonesia. 

Selain menggelar WIEF, Irman juga mencetus Forum Komunikasi Ketua Lembaga Tinggi Negara. Forum ini terdiri dari Presiden/wakil presiden, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Ketua Mahkamah Agung, Ketua BPK, Panglima TNI dan lembaga negara lainnya. Kegiatan ini dilangsungkan secara periodik setiap dua bulan sekali dengan tuan rumah bergantian. Dalam Forum Ketua Lembaga negara ini dibahas berbagai informasi dan isu isu strategis nasional dan internasional. 

Pada Pileg 2014-2019 Irman kembali berkontestasi dan kembali meraih suara terbanyak. Saat itu Irman membukukan perolehan suara sebanyak 407.443 suara. Sejarahpun tercatat kembali dan Irman untuk kedua kalinya terpilih menjadi Ketua DPD RI. Capaian ini belum pernah torehkan oleh politisi lain. Baik dari ranah ataupun politisi dari provinsi lainnya di Indonesia.

Sempat hilang dari perederan karena "mondok", Pileg 2024-2029 Irman kembali muncul. Sayang come back tersebut dihadang. Pasca putusan MK dan PSU Irman mampu reboun. Irman terpilih bersama Cerint, Muslim M Yatim dan Jelita Donal. 

Tak ada Kemenangan tanpa Perjuangan

Lika dan liku come back sang legend ke Parlemen melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU) tanggal 18 Juli 2024 kemarin sangatlah menarik. Jalan panjang dan berliku menghadapkan Irman pada posisi sulit. Ditengah memperjuangkan hak konstitusi sebagai warga negara, Irman dihalang dan dihadang. 

Penghadangan ini sudah mulai dirasakan begitu Irman memulai tahapan persiapan menuju Pileg. Mulai pemgumpulan KTP sebagai syarat utama hingga pendaftaran dan masuk menjadi Daftar Calon Sementara DPD RI. Begitu memasuki tahapan DCT penghadangan benar benar terjadi, Irman yang secara konstitusi memenuhi syarat untuk di pilih harua terlempar dari Daftar Calon Tetap (DCT). Sanggahan, penjelasan dan keberatan dari Irman tak gubris KPU sebagai pelaksana pemilu. Alasannya sederhana, Irman pernah "mondok" di Suka Miskin dan tidak boleh come back lagi ke ranah politik. 

Tak Irman namanya kalau tak mampu lolos dari beragam rintangan. Setelah cara cara lazim tak membuahkan hasil, Irman mulai menempuh jalur formal. Pengaduan dan laporan dimasukan ke Bawaslu. Bawaslu menyatakan Irman tak ada masalah dan musti ditetapkan menjadi DCT. Namun keputusan Bawaslu ini diabaikan KPU. Karena tak ada respon dan perubahan, Irman menempuh jalur hukum ke PTUN. Irman kembali menang namun sayangnya KPU tak bergeming. Irman tetap tak dimasukan dalam DCT. 

Patah arangkah? Tidak. Pasca putusan PTUN, Irman melangkah lagi ke DKPP. Sebagai Dewan Kehormatan Pelaksana Pemilu juga memproses dan menyatakan Ketua KPU melakukan pelanggaran dan mendapat peringatan keras. Namun, scedul dan tahapan pemilu sudah berjalan dan pemungutan suara sudah dilaksanakan. 

Karena hak Irman sebagai warga negara tak kunjung diperoleh dalam kontestasi maka pasca pileg dan Pilpres Irman mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Sejumlah pakar hukum mensuport perjuangan Irman dan hasilnya MK memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) harus dilakukan. Seluruh hakim yang menyidangkan gugatan Irman Gusman ini sepakat secara bulat memerintahkan PSU. Ini juga terbilang luar biasa karena pileg dan pilpres saja putusan perkaranya diwarnai disentting opinion. Tapi dalam gugatan Irman Gusman seluruh majelis hakim sepakat secara bulat memutuskan PSU. 

Keputusan Mahkamah Konstitusi membuat KPU tak berkutik. Putusan yang bersifat final dan mengikat memaksa negara harus mengelontorkan dana lebih kurang Rp 350 Miliar melaksanakan PSU. PPK harus dibentuk lagi, KPPS yang sudah dibubarkan dibentuk dan dipanggil kembali.TPS yang telah dirubuhkan dibangun kembali, alat dan peralatan pemungutan suara harus diadakan. 

Apa pesan yang dapat ditangkap dari peristiwa ini? Hasil yang manis tak akan pernah didapatkan tanpa perjuangan keras. Manjadda wa jadda. Perjalanan hidup dan politik tidaklah lurus dan mulus seperti jalan tol. Banyak pernak dan pernik, banyak lika dan liku. Hanya orang yang memiliki jiwa dan spirit bertarunglah yang mampu melakukan itu. 

Sejarah Demi Sejarah

Banyak torehan sejarah yang bisa digoreskan Irman. Mulai dari terpilih menjadi anggota Fraksi Utusan Daerah Termuda di MPR RI hingga menjadi Ketua Lembaga tinggi negara. 

Dalam karir Politiknya, Irman tercatat selalu menjadi peraih suara terbanyak. Tiga kali mengikuti Pileg dengan system pemilihan langsung Irman selalu menjadi pemuncak. Kalaulah tidak diganjal dan dihadang dalam Pileg kemarin bisa jadi Irman kembali menjadi peraih suara terbanyak. 

Itu dalam bilik election. Di dalam menjalankan tugas dan menapak Karir Irmanpun sangat banyak mencatatkan sejarah. Irman tercatat sebagai satu satunya tokoh asal Sumbar yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI. Selain itu Irman juga merupakan satu satu tokoh asal Sumbar yang pernah menjabat Ketua Lembaga Tinggi Negara (Ketua DPD RI). Satu lagi, Irman juga orang pertama dan satu satunya di Sumbar dan di Indonesia yang menjabat ketua lembaga tinggi negara dua kali berturut turut. 

Akankah Irman Gusman kembali mencatatkan sejarah baru dalam come back to Parlement periode 2024-2029? Apakah Irman mampu kembali menghidupkan asa publik di ranah dan di rantau atas hilang dan terdepaknya tokoh minang di panggung politik nasional? Atau Irman akan melahirkan sejarah baru sebagai anggota DPD yang bisa menjadi ketua MPR RI? Kita tunggu saja dinamika politik ke depan. Satu hal yang lazim dilakukan Irman adalah menghadirkan kejutan politik dan melahirkan catatan sejarah politik di Nusantara. Well come dan selamat berjuang Irman Gusman. (***)

Editor : Hendra Efison
#Gusman gaus #irman gusman #psu dpd ri #muhammadiyah