Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penilaian Sikap Sebagai Alat Ukur Menentukan Hasil Belajar Peserta Didik

Hendra Efison • Minggu, 6 Oktober 2024 | 17:07 WIB
Photo
Photo

Oleh: Tri Sari Yanti, Mahasiswa S2 Teknologi Pendidikan Universitas Sriwijaya Palembang

Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran siswa bukan hanya dilakukan pada pengetahuan saja tetapi juga melalui penilaian sikap. Penilaian sikap merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakter atau perilaku siswa di kelas, dalam sosial maupun spiritual. Penilaian sikap juga menjadi hasil pendidikan untuk mengontrol atau membimbing
perkembangan sikap siswa selama belajar di sekolah.

Penilaian sikap dalam proses pembelajaran selama ini sering diabaikan, seringkali kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan nilai pengetahuan. Oleh sebab itu di dalam kurikulum terdahulu (K13) penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan harus dilakukan secara seimbang agar dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai capaian kompetensi peserta didik.

Penilaian sikap dapat dilakukan oleh semua guru mata Pelajaran, guru BK dan wali kelas serta warga sekolah secara berkelanjutan melalui observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman.

Adapun kompetensi sikap yang dimaksud dalam sebuah pendidikan atau pembelajaran yaitu ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki seseorang, yang diwujudkan dalam tindakan atau perilaku.

Penilaian kompetensi sikap yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk mengukur sikap siswa selama di kelas sebagai hasil program
pembelajaran.

Penilaian sikap juga menjadi standar dalam mengambil keputusan terhadap sikap atau perilaku siswa. Penilaian sikap berguna sebagai bagian dari pembelajaran refleksi atau cerminan pemahaman serta kemajuan sikap siswa secara individual.

Penilaian sikap tak kalah penting dari penilaian pengetahuan dan keterampilan. Meskipun penilaian pengetahuan dan keterampilannya sangat baik, namun jika penilaian sikapnya nol atau tidak memiliki sikap yang baik, maka tujuan pembelajaran belum tercapai.

Alasan pentingnya melakukan penilaian sikap bagi peserta didik adalah :

1. Melihat tingkah laku siswa

Penilaian sikap siswa nantinya akan berguna sebagai bahan bagi perbaikan tingkah laku, pemberian laporan kepada orangtua siswa, dan penentuan lulus atau tidaknya peserta didik dengan tingkat perubahan tingkah lakunya.

2. Melihat pencapaian siswa sebagai bahan evaluasi

Selama proses kegiatan belajar mengajar, ada tujuan akhir yang harus dicapai. Guru akan melakukan pengamatan terhadap siswa, hasil pengamatan tersebut kemudian dijadikan penilaian terhadapnya. Penilaian dan pengamatan tersebut juga bisa dijadikan bahan evaluasi. Penilaian ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan motivasi peserta didik dalam belajar di sekolah.

3. Motivasi dan minat belajar siswa

Penilaian sikap siswa berkaitan dengan motivasi dan minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Setiap peserta didik memiliki
berbagai macam respons terhadap kegiatan belajar yang diikutinya. Melalui penilaian juga, guru akan menilai bagaimana motivasi dan minat belajar siswa yang ditunjukkan dari saat kegiatan belajar berlangsung.

4. Melihat kemandirian siswa

Penilaian terhadap sikap peserta didik dapat dilakukan dengan melihat sikap mereka apakah mandiri atau tidak. Peserta didik menjadi mandiri artinya mereka harus bisa menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran mereka dengan tepat dan optimal. Selama proses pembelajaran, peserta didik tidak banyak bergantung kepada orang lain dan melakukan pembelajarannya sendiri dengan
mandiri.

Kemandirian siswa dapat terlihat dari apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan seberapa aktif mereka dalam belajar. Sub nilai kemandirian antara lain adalah berani, kreatif, bersikap profesional, kerja keras, dan tangguh dalam belajar.

5. Integritas siswa

Integritas adalah sikap atau perilaku yang dapat dipercaya dalam tindakan, perkataan, dan perbuatan seorang manusia. Dalam kehidupan siswa di sekolah, sikap integritas siswa dinilai dari tanggung jawabnya. Tanggung jawab siswa dilihat dari saat mereka mengikuti pembelajaran, kesiapan dalam ujian, mengikuti kegiatan sekolah, dan dalam mengerjakan tugas dari guru.

Sikap ini dapat diperhatikan dan menjadi patokan dalam menilai sikap siswa, apakah mereka antusias dan memiliki integritas atau malah justru malas-malasan dalam belajar.

6. Mengetahui karakteristik siswa

Guru bisa menilai karakter atau sikap siswa dengan memberi siswa tugas membuat tugas praktek yang dikerjakan dalam sebuah tabel jurnal kegiatan. Ini akan menjadi track dalam melihat perkembangan sikap siswa.

Maka dari itu penilaian sikap hendaknya menjadi awal dalam penilaian segala aspek dari diri siswa, guru tidak lagi hanya menilai dari ranah pengetahuan (Kognitif). Penilaian sikap juga termasuk dalam pembentukan karakter Profil
Pelajar Pancasila yang di implementasikan di dalam kurikulum medeka. (***)

Editor : Hendra Efison
#Karakteristik Siswa #mengukur keberhasilan pembelajaran #kompetensi