Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ramadhan sebagai Bulan Keberkahan

Novitri Selvia • Senin, 3 Maret 2025 | 12:00 WIB

Ganefri, Ketua PWNU Sumbar/ Ketua DMI Sumbar.(Jawapos)
Ganefri, Ketua PWNU Sumbar/ Ketua DMI Sumbar.(Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-RAMADHAN merupakan bulan yang mulia. Di samping itu juga memiliki beberapa sebutan lain yang memiliki arti dan maknanya baik. Karena keistimewannya, Allah SWT menyampaikan secara eksplisit pada surat, Al-Baqarah, ayat 185.

Artinya, “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Selain itu sebutan Ramadhan sebagamana ditulis buku “Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan” yang ditulis Abu Maryam Kautsar Amru (2020), selanjutnya terdapat beberapa sebutan untuk bulan Ramadan, yakni (a) syahrul mubarok; bulan yang penuh keberkahan,

(b) syahrul syiaam; bulan Puasa, (c) syahrul qiyaam: bulan untuk banyak berdiri shalat, (d) syahrul qur’an: bulan Al-Quran, (e) syahrul ibadah: bulan ibadah dan (f) syahrul ghufron atau syahrul maghfiroh: bulan yang penuh dengan pengampunan.

Dalam tulisan ini akan ditekankan Ramadan sebagai bulan keberkahan yang dikenal dengan istilah syahrul mubarok. Kedudukan Ramadhan yang diistilahkan sebagai syahrul mubarok, sebab di bulan ini ada banyak nilai kebaikan dan nilai keberkahan.

Barokah dalam artian bahasa ialah tetap langgeng dengan kebaikan pada suatu hal, atau ada pertambahan kebaikan pada sesuatu hal. Kebaikan yang kita maksud adalah yang bersifat indrawi (secara fisik/ kasat mata), dan juga ada yang bersifat maknawi (terkait dengan perasaan dan hal yang termasuk kebahagiaan).

Keberkahan Ramadhan juga berkaitan dengan adanya malam Lailatulqadar, yakni 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Jika seorang mukmin melakukan ibadah pada malam lailatulqadar tersebut, karena nilai ibadahnya lebih baik dibandingkan dengan nilai ibadah, yang seseorang lakukan selama 1000 (seribu) bulan.

Selanjutnya berdasarkan pendapat Jalaluddin Rakhmat dari karya bukunya berjudul Madrasah Ruhaniah (2007), Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan sebab setiap amal yang seseorang laksanakan akan memperoleh pelipatgandaan pahalanya dari Allah SWT.

Karena satu nilai fardhu yang didapat seorang umat pada bulan Ramadhan, akan dinilai sebanding dengan nilai 70 fardhu pada bulan lainnya. Bahkan, jika seseorang tersebut hanya tidur di bulan Ramadan, maka tidurnya pun juga dihitung sebagai sebuah proses kegiatan ibadah dalam Ramadhan.

Dalam artikel Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’I (Almanhaj, 2024). Ramadhan melahirkan berbagai keberkahan, keutamaan dan berbagai keistimewaan yang justru tak dimiliki bulan-bulan lain. Pertama: Ramadhan merupakan penyebab diampuni dosa-dosa dan terhapusnya berbagai kesalahan.

Kedua: di bulan Ramadhan ada satu malam yang bernilai lebih baik dari pada seribu bulan, yaikni lailatul qadar. Ketiga: beberapa hadits menjelaskan tentang keutamaan atau keistimewaan bulan yang barokah ini, seperti hadist ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Ramadhan datang maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.

Baca Juga: Manchester United Kandas di Piala FA, Zirkzee Tak Kuasa Menahan Tangis

Keempat: keberkahan lain bulan Ramadhan ini adalah kaum Muslimin bisa meraih berbagai keutamaan dan adanya manfaat puasa yang memiliki sifat ukhrawi dan duniawi, di antaranya yaitu: ketaqwaan, pelipatgandaan pahala, mendidik kesabaran dari musibah, pendidikan akhlak dan sebagainya.

Di dalam bulan yang penuh dengan adanya kemuliaan dan keberkahan ini, namun tidak hanya keberkahan di dalam memperoleh pahala, namun terdapat beberapa keberkahan lain.

Jika kita tinjau dari aspek ekonomi, Ramadhan mendatangkan keberkahan secara ekonomi bagi para pengusaha, pedagang kecil, sektor jasa, transportasi dan lainnya. Bagi kalangan fakir miskin, Ramadhan memberi keberkahan tertentu.

Dibulan ini seorang muslim sangat dianjurkan dan malah disunnahkan agar ia berinfaq dan memberikan sedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayarkan zakat fitrahnya kepada orang-orang yang digolongkan layak untuk menerimanya (Asnab yang delapan).

Mengingat begitu banyaknya keberkahan dan berbagai keutamaan bulan Ramadhan, sebagaimana dijelaskan di atas, sungguh sangat kita sayangkan jika Ramadhan telah datang dan ia berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa adanya upaya yang maksimal dari kita untuk memperolehnya dengan mengamalkan berbagai ibadah dan amalan yang shalih.

Semoga Ramadhan tahun 1446 H ini, akan menjadi yang lebih baik dalam sisi amalan ibadah kita, dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya. (Ganefri, Ketua DPW Dewan Masjid Indonesia Sumbar dan Ketua PWNU Sumbar)

Editor : Novitri Selvia
#ramadhan #Bulan Keberkahan #Ganefri