Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Volunteer Tourism Bantu Sumbar Bangkit Pascabencana

Heri Sugiarto • Selasa, 6 Januari 2026 | 00:02 WIB

Moch. Abdi, Praktisi Pariwisata Sumatera Barat/ Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.(Foto: Dok. PRI)
Moch. Abdi, Praktisi Pariwisata Sumatera Barat/ Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.(Foto: Dok. PRI)
Oleh : Moch. Abdi, Praktisi Pariwisata Sumatera Barat/ Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sumatera Barat, provinsi yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera telah beberapa kali dilanda bencana alam, termasuk gempa bumi, banjir, dan longsor. Bencana alam ini tidak hanya menimbukan korban jiwa, namun juga menyebabkan kerugian material, yang sangat berdampak pada kehidupan masyarakat.

Di pengujung tahun 2025 bencana alam ini kembali terjadi. Kondisi ini, di antaranya disebabkan cuaca ekstrem yang melanda pada akhir November 2025.

Curah hujan yang tinggi dan terus-menerus memicu banjir bandang, longsor, dan luapan sungai di beberapa daerah. Kondisi ini beriringan dengan Siklon Tropis Senyar, yaitu terbentuknya Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka, yang memperburuk kondisi cuaca.

Kerusakan lingkungan dan deforestasi di wilayah hulu sungai juga dianggap sebagai faktor yang memperparah dampak bencana.  Kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) telah menghilangkan daya dukung dan daya tampung untuk meredam curah hujan tinggi.

Menyikapi kondisi pascabencana, berbagai pihak turun tangan, memberikan perhatian dan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana. Kendaraan berseliweran hingga memacetkan jalan di daerah bencana. Mereka datang membawa berbagai macam bentuk bantuan.

Para relawan berdatangan dari berbagai penjuru negeri, bergerak bersama saling membantu.

Saat itu kesedihan dan kepedihan masyarakat terdampak bencana, sedikit terobati dengan dengan berbagai bentuk empati dan keramaian di daerah mereka.

Namun kondisi seperti itu tidak berjalan lama. Perlahan satu persatu relawan sudah mulai meninggalkan kampung mereka, karena jadwal kegiatan dan program masing-masing telah usai.

Ada juga yang hingga saat ini masih bertahan di lokasi bencana, tapi sudah mulai tidak seramai sebelumnya.

Kesepian dan kesedihan kembali terasa. Dengan langkah dan semangat yang sudah tampak mulai kelelahan, perlahan mereka bergerak membersihkan rumah dan halaman mereka dengan peralatan seadanya. Bagi mereka masih ada harapan masa depan dengan apa yang tersisa.

Kegiatan volunteer tourism atau voluntourism merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memulihkan situasi pascabencana.

Istilah volunteer tourism atau voluntourism merupakan kegiatan kemanusian sembari berwisata.

Dalam konteks lain orang menyebutkannya sebagai volunteer travel atau volunteer vacation.

Menurut World Vision, voluntourism adalah bentuk pariwisata yang para relawannya adalah para penikmat wisata (traveller). Sembari berwisata juga melakukan partisipasi dalam bentuk kemanusiaan dan amal.

Kegiatan Voluntourism tentu memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Di antaranya dapat membantu masyarakat di tempat tujuan, memberikan pengaruh sosial dan emosial yang baik, membangun lingkungan yang bersemangat dan berkontribusi pada perkembangan/perbaikan daerah tujuan.

Karena kegiatan ini bersifat Volunteering atau aktivitas sosial (sukarela) dengan sadar membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan atau kompensasi (baik berupa finansial atau materi lainnya), maka tentu memberi manfaat pada perkembangan jiwa dan kepribadian si voulenter. Peduli sesama sembari jalan-jalan, dan tentu akan menambah nilai pahala baginya.

Kegiatan voluntourism atau volunteer travel sangat mungkin untuk dilakukan di Sumatera Barat pascabencana alam melanda beberapa daerah ini.

Hal tersebut dapat dilakukan oleh para pelaku usaha industri tour operator (Tour and Travel). Dapat dilakukan di antaranya dengan mengubah atau menambah varian paket wisata untuk berkunjung ke beberapa daerah terdampak bencana dengan menyelipkan program-program kemanusiaan dan amal.

Berbagi dengan masyarakat terdampak bencana, atau turut serta beberapa waktu bergotong-royong bersama masyarakat di lokasi terdampak bencana.

Pada sisi lain, kegiatan tersebut juga bisa dilakukan oleh berbagai komunitas/kelompok masyarakat yang biasa pergi jalan-jalan.

Jika sebelumnya tujuan perjalanan ke destinasi wisata, mungkin kali ini bisa di tambah ke daerah terdampak melakukan kegiatan kemanusiaan, berbagai bantuan dan aktivitas sosial lainnya.

Begitu juga dengan kelompok atau komunitas pemuda atau mahasiswa. Sebagai bagian dari agent of change bisa juga membuat berbagai program travelling yang dikombinasi dengan program kemanusiaan dan sosial lainnya. Seperti program one day tour (jalan-jalan sehari) atau program dua hari satu malam dan atau tiga hari dua malam travelling ke lokasi terdampak bencana.

Mereka bersama masyarakat turut bergotong-royong membersihkan rumah atau fasilitas umum sisa material bangunan yang rusak, trauma healing bersama anak anak negeri sehingga kembali ceria dan bersemangat.

Di samping itu, tentu saja melakukan edukasi tentang tanggap bencana dan hal-hal positif lainnya.

Kegiatan tersebut tentu akan memberi manfaat bagi masyarakat terdampak bencana. Pemuda/mahasiswa juga bertambah rasa kepedulian terhadap sesama, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya kepada diri dan keluarga.

Sebelum melaksanakan program voluntourism atau volunteer travel, tentu perlu diperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan para traveller.

Memahami kondisi siklus cuaca dan iklim, memahami prosedur tanggap bencana dan evakuasi menjadi modal utama untuk dipahami. Sehingga niat baik, dapat terlaksana lancar.

Dengan melakukan voluntourism, wisatawan tidak hanya dapat membantu masyarakat lokal, tapi juga dapat mengalami budaya dan kehidupan masyarakat di daerah terdampak bencana.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Pemulihan Pascabencana #relawan #Volunteer tourism #pascabencana sumbar #aktivitas sosial #ekonomi warga terdampak bencana #relawan wisata #volunteer