Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Maafkan dan Ikhlaskan Mereka yang Ingkar Janji

Heri Sugiarto • Rabu, 25 Februari 2026 | 03:30 WIB

Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. (Foto: Dok)
Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. (Foto: Dok)
Oleh. Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.

PADEK.JAWAPOS.COM-Banyak manusia yang kecewa karena ada orang yang tidak menepati janjinya. Perilaku negatif itu bisa disengaja, namun dapat juga karena khilaf. Skalanya kecil, sedang, dan besar.

Reaksi Alami dan Ujian Kedewasaan

Reaksi terhadap orang yang ingkar janji beragam. Umumnya marah, emosi, sedih, kecewa, frustasi, dan berbagai hal negatif lainnya. Perasaan itu bisa berlarut-larut yang akhirnya merugikan diri sendiri.

Sikap yang muncul menunjukkan sifat asli seseorang. Juga terkait dengan kedewasaan dirinya menghadapi masalah.

Seseorang diuji kedewasaannya salah satunya ketika menghadapi masalah. Kebanyakan reaktif, spontan bereaksi. Ada yang mengeluarkan kata-kata dan umpatan yang tidak pantas, meski itu tidak disampaikan di depan banyak orang.

Kecewa karena ada yang ingkar janji, manusiawi. Asal sikapnya tidak berlarut-larut dan berlebihan. Bisa merugikan diri sendiri.

Tenangkan Pikiran

Apa sikap terbaik menghadapi orang yang ingkar janji? Tenangkan pikiran, langsung memaafkan, dan mengikhlaskannya.

Apakah bisa bersikap seperti itu? Sangat bisa dan mungkin sekali. Asal ada niat, keseriusan, kesungguhan, dan keyakinan yang kuat.

Banyak keuntungan yang diperoleh dengan bersikap memaafkan dan mengikhlaskan. Pasti dirinya jadi tenang dan nyaman karena tidak menyimpan "sampah-sampah" dalam pikiran dan hatinya.

Tidak ada ganjalan dalam dirinya. Apalagi jika bisa melupakannya, meski perlu waktu. Sangat memungkinkan sekali.

Ingat, harus mampu mengendalikan diri. Jangan terpengaruh faktor eksternal. Jadilah diri sendiri, jangan mau dikendalikan orang lain.

Mengubah Kekecewaan Menjadi Doa

Lebih baik lagi setelah memaafkan dan mengikhlaskan, mendoakannya. Memohon kepada TUHAN agar orang yang ingkar janji jadi sadar dan tidak mengulangi kesalahannya lagi kepada orang lain.

Tetaplah bersikap baik kepada orang itu. Jangan memusuhinya. Dorong agar meninggalkan kebiasaan lamanya. Sadarkan bahwa ingkar janji akan merugikan dirinya sendiri.

Ada kepuasan batin ketika berhasil berbagi energi positif kepada orang lain. Mereka yang kurang baik jadi baik, sedangkan yang sudah baik jadi lebih baik lagi.

Hidup cuma sekali. Berbuat baiknya berkali-kali hingga lupa atau tidak ada waktu dan kesempatan berbuat negatif. Aamiin ya robbal aalamiin.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Energi positif #kedewasaan diri #seni memaafkan #cara bijak mengelola emosi #ingkar janji #aqua dwipayana #Kecewa janji palsu #Cara menghadapi ingkar janji