Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bengkel VW Klasik di Padang Ini Bertahan Sejak 1991, Jadi Rujukan hingga Jambi

Mengki Kurniawan • Kamis, 13 November 2025 | 10:59 WIB

Bengkel VW Bayu Andika di kawasan Pasie Nan Tigo, Koto Tangah, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/ Padeks)
Bengkel VW Bayu Andika di kawasan Pasie Nan Tigo, Koto Tangah, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/ Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebuah bengkel sederhana di Jalan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menjadi rumah bagi para pecinta mobil klasik Volkswagen (VW).

Bengkel milik Bayu Andika (37) ini telah berdiri sejak 1991 dan menjadi satu-satunya tempat spesialis VW di Padang, bahkan dikenal hingga ke Jambi.

Bengkel tersebut merupakan warisan sang ayah yang dahulu memulai usaha dari hobinya merawat mobil VW.

Berbekal pengalaman sebagai mantan teknisi pabrik karet, sang ayah membuka bengkel khusus VW di kawasan Bandar Purus pada 1991, sebelum pindah ke lokasi sekarang pada 2005.

“Bengkel ini warisan dari Ayah. Sejak kecil saya sudah belajar jadi mekanik VW dari beliau,” kata Bayu saat ditemui di bengkelnya, Selasa (11/11/2025).

Kini, sang ayah telah pensiun dan menetap di Payakumbuh, sementara Bayu—lulusan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang—resmi melanjutkan usaha keluarga itu sejak 2012.

Pelanggan hingga Luar Kota dan Tantangan Suku Cadang

Reputasi bengkel Bayu menyebar lewat rekomendasi pelanggan. Mobil-mobil klasik seperti VW Kodok (Beetle) dan VW Combi datang dari berbagai daerah, termasuk Jambi.

Namun, tantangan terbesar adalah ketersediaan komponen, karena usia kendaraan yang sudah puluhan tahun.

“Itu kendala utama kami, komponen harus diinden dari Jakarta. Komponen VW juga jauh lebih mahal dibanding mobil biasa, bisa dua kali lipat,” jelas Bayu.

Omzet Stabil, Minim Persaingan

Meski menghadapi kesulitan suku cadang, Bayu mengaku bisnisnya tetap stabil. Biaya servis ringan dibanderol mulai Rp250.000, tergantung tingkat kerusakan dan jumlah komponen yang diganti.

Dalam sebulan, omzet bengkel mencapai Rp7 juta hingga Rp10 juta, dengan lonjakan permintaan saat musim touring komunitas mobil klasik.

Di Padang, bengkel VW milik Bayu menjadi satu-satunya yang khusus menangani mobil legendaris asal Jerman itu.

“Saya tetap buka setiap hari dari pagi sampai sore. Kadang kalau sepi, saya bantu kerja lain juga untuk tambahan keluarga,” ujarnya sambil tersenyum di tengah deretan mesin VW klasik.

Bayu kini tinggal bersama istri dan dua anaknya. Di bengkel kecil yang penuh aroma oli dan suara logam itu, ia melanjutkan kisah panjang “Mobil Rakyat” Jerman yang telah menjadi bagian dari sejarah otomotif di Padang selama lebih dari tiga dekade.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#Koto Tangah Padang #bengkel VW Padang #VW Kodok #mobil klasik Volkswagen #Bayu Andika