Tak tahan menjalani hubungan backstreet atau sembunyi-sembunyi dengan Rika akhirnya Doni memberanikan diri datang ke rumah orangtua Rika menyampaikan niat baiknya melamar Rika. Tapi bukan restu yang dia dapatkan malah hinaan yang disampaikan oleh kedua orangtua Rika kepadanya.
Pada saat itu Doni tidak bisa berkata maupun membantah perkataan kedua orangtua Rika yang mengatakan kalau dia orang miskin dan tidak memiliki masa depan. Pasalnya dia hanyalah seorang tukang ojek pengkolan di kompleks perumahan tempat dia tinggal.
Sedangkan Rika merupakan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu SMP di pusat kota. Tentunya kedua orangtua Rika menginginkan anaknya menikah dengan laki-laki yang memiliki pekerjaan tetap seperti Rika.
Namun meskipun seorang ojek Pengkolan Doni merupakan laki-laki yang bertanggung jawab dan selalu ingin bekerja keras membahagiakan orang-orang yang dicintainya.
Tetapi sifat dari Doni tersebut dihiraukan saja oleh kedua orang tua Rika. Bahkan mereka mengatakan untuk membangun sebuah rumah tangga cinta saja tidak cukup karena materi lah yang akan membuat hubungan rumah tangga menjadi bahagia dan harmonis.
Rika pun tidak bisa melawan perkataan kedua orangtuanya itu. Pada akhirnya Doni tidak berjodoh dengan pujaan hatinya Rika. Rika terpaksa menerima perjodohan dari kedua orangtuanya.
Kenyataan itu sempat membuat Doni galau dan tidak bersemangat menjalani hidup. Tapi setelah beberapa saat dia mampu kembali menjalani kehidupan normal.
Bahkan Doni bertekad untuk mencari pekerjaan baru untuk membuktikan kepada kedua orangtua Rika bahwa dia memiliki masa depan yang cerah.
Doni kemudian mengambil keputusan untuk menjual sepeda motornya dan menggunakan uang hasil penjualan itu untuk modal membuka usaha makanan. Warung seadanya pun didirikan di depan rumah kontrakan.
Doni memilih untuk menjual pentol dan beberapa makanan ringan. Perlahan tapi pasti usaha yang Doni geluti berkembang pesat. Banyak orang yang datang ke warungnya untuk membeli pentol buatan Doni.
Bahkan warung yang dia dirikan di teras rumah kontrakan tidak cukup untuk menampung banyaknya pembeli. Akhirnya dia memilih untuk menyewa ruko di persimpangan kompleks perumahan.
Tak disangka usahanya itu semakin berkembang dan Doni bisa mempekerjakan sejumlah karyawan, serta membuka dua cabang di pusat-pusat keramaian.
Tiga tahun berlalu sekarang Doni tidak hanya mempunyai usaha di bidang kuliner saja, namun juga sudah memiliki usaha dalam bidang property dan beberapa toko pakaian bermerek di pusat perbelanjaan terbesar di pusat kota.
Dahulu dia tinggal di rumah kontrakan namun sekarang dia sudah memiliki rumah sendiri yang harganya sekitar Rp 1,5 miliar. Bahkan Doni memiliki 3 mobil pribadi yang terparkir indah di garasinya.
Suatu hari, Rika bersama suami, anak, dan kedua orangtuanya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di pusat kota. Kebetulan pada saat itu tengah libur panjang, sehingga mereka memutuskan untuk pergi berlibur dan menghabiskan waktu bersama di sana.
Ketika hendak masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu, tiba-tiba ibu Rika melihat seseorang yang mirip dengan mantan calon menantunya dulu, Doni, keluar dari mobil mewah. Namun ibu Rika berpikir itu bukan Doni, karena mana mungkin seorang tukang ojek pengkolan memiliki sebuah mobil mewah.
Momen itu langsung dilupakan oleh ibu Rika. Dia pun tidak mau memberitahu apa yang dia lihat kepada Rika dan suaminya. Kemudian setelah masuk ke dalam pusat perbelanjaan, ibu tersebut mengajak Rika untuk mengunjungi salah satu toko pakaian bermerek di dalam pusat perbelanjaan.
Ibunya mengatakan bahwasanya toko itu sering dikunjungi oleh artis, selebgram terkenal di Indonesia. Awalnya Rika menolak ajakan ibunya itu lantaran barang-barang yang dijual di sana adalah barang bermerek asal luar negeri.
Dia berpikir sangat sayang jika uang banyak dihabiskan hanya untuk membeli sehelai pakaian atau tas. Namun karena ibunya terus mendesak, Rika terpaksa menuruti permintaannya itu. Selagi Rika dan ibunya asyik melihat barang-barang di toko, suami, anak, dan ayahnya menunggu di stand makanan yang ada di pusat perbelanjaan.
Ketika Rika dan ibunya sedang melihat-lihat beberapa pakaian dan tas keluaran terbaru, Rika melihat Doni yang juga sedang melihat beberapa barang. Awalnya Rika tidak ingin memberitahukan hal itu kepada ibunya, namun akhirnya dia mengatakannya kepada sang ibu.
Ibunya pun terkejut melihat keberadaan Doni di sana. Dia heran kenapa Doni ada di toko pakaian bermerek. Akhirnya laki-laki yang menjadi pusat perhatian itu melihat Rika dan ibunya. Doni langsung menyapa keduanya dengan penuh senyuman.
Walaupun agak kaku, Rika membalas sapaan Doni. Sedangkan ibunya malah tidak mengacuhkan Doni. Setelah berbicara sebentar, Doni memutuskan untuk pergi ke toilet toko.
Setelah itu, Rika dan ibunya memanggil karyawan yang berbicara kepada Doni sebelumnya. Ibunya penasaran apakah Doni membeli pakaian atau mengantarkan penumpangnya.
Betapa terkejutnya Rika dan ibunya ketika sang karyawan mengatakan bahwa Doni merupakan owner dan pemegang merek produk pakaian luar negeri di pusat perbelanjaan tersebut.
Bahkan karyawan itu menyebut, Doni merupakan pengusaha muda yang sukses dan memiliki aset kekayaan yang banyak. Ibu Rika cuma bisa terdiam. Dia tidak percaya orang yang dulu dia hina kini telah menjadi orang sukses dan kaya.
Jika dibandingkan dengan suami Rika yang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta, tentu dia akan akan telah dengan Doni saat ini. Hanya penyesalan yang ibu Rika dapatkan saat ini. (Adetio Purtama) Editor : Novitri Selvia