Cumlaude merupakan bahasa latin yang memiliki arti pujian. Istilah ini diberikan saat mahasiswa menyelesaikan studi di sebuah perguruan tinggi yang memiliki IPK 3,51 hingga 4,00.
Tetapi walau dengan capaian predikat Cumlaude, tidak menjamin seseorang mudah mendapat pekerjaan. Hal ini dirasakan oleh Doni Amandola Putra, alumni Sastra Jepang Unand.
Saat ditemui di sebuah kafe, si pemilik IPK 3,96 itu tampak membersihkan gelas-gelas minuman. Dengan cekatan, gelas-gelas yang kotor kembali bersih setelah dicuci bersih di wastafel.
Alunan lagu Iwan Fals yang berjudul Sarjana Muda seakan menemani pertemuan kami di cafe tempat ia bekerja. Lagu yang diliris pada pertengahan 1981, berkisah tentang perjuangan dan rasa putus asa seorang mahasiswa dengan status sarjananya. Sayangnya, setelah menjadi seorang sarjana, ia justru kesulitan dan selalu gagal dalam mendapatkan pekerjaan.
Lagu ini seakan mengisyaratkan jeritan hati seorang Doni Amandola Putra. Predikat cumlaude selama masa studi 3 tahun 10 bulan, tidak membuatnya dapat bekerja sesuai harapan dan impiannya.
Doni terpaksa bekerja sebagai tenaga kebersihan dan merangkap sebagai pramusaji di sebuah cafe. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapat lapangan pekerjaan yang layak.
"Saya telah berusaha melamar pekerjaan ke berbagai instansi termasuk BUMN yang membuka lowongan pekerjaan. Hingga saat ini, lamaran yang telah saya kirimkan belum ada balasannya," ucap lulusan Unand Maret 2023 ini, Minggu (10/3).
Bagi seorang Doni Amandola Putra, yang dibutuhkannya pada saat ini adalah pekerjaan. "Jujur, saya minder dengan predikat cumlaude, karena belum mewujudkan mimpi keluarga," jelasnya.
"Tetapi, saya menikmati bekerja sebagai pelayan di kafe ini. Saya berharap, penghasilan dari seorang pelayan kafe bisa membantu untuk mendaftar S2," harapnya.
Doni Amandola Putra menambahkan, sulitnya mendapat pekerjaan karena statusnya yang masih fresh graduate.
Selain itu, ia menyangsikan ungkapan orang-orang bahwa predikat cumlaude bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan, termasuk sebagai asisten dosen.
"Tidak benar itu. Lamaran pekerjaan saya juga tidak mendapat tanggapan di perusahaan swasta. Walau cumlaude, mungkin status saya yang masih fresh graduate membuat mereka tidak merekomendasikan saya," tutupnya. (edg)
Editor : Hendra Efison